Gigi Dall’Igna: Tak Ada ‘Anak Emas’ di Ducati

RiderTua.com – Gigi Dall’Igna: Tak ada pembalap no 1 di tim, semua pada level yang sama… Seminggu yang lalu, pabrikan dari Borgo Panigale itu meluncurkan livery baru ‘iconic Ducati red’ (tanda hubungan yang kuat antara perusahaan Ducati dan departemen balap Ducati Corse) dalam sebuah video. Dimana tampilan baru GP22 ini sudah dipakai Francesco ‘Pecco’ Bagnaia dan Jack Miller dalam tes Sepang selama 2 hari. Namun, Ducati Lenovo baru melakukan presentasi tim resmi pada hari Senin (7 Februari) secara online, yang semula dijadwalkan 28 Januari kemudian ditunda. Dalam presentasi tim, Gigi Dall’Igna menegaskan, “Di awal musim, tidak ada pembalap nomor 1 di tim.”

Tak Ada Pembalap No 1 di Tim, Semua Pada Level yang Sama

Jack Miller berhasil memenangkan dua balapan berturut-turut di Jerez dan Le Mans pada tahun 2021. Rider asal Australia itu naik podium sebanyak 5 kali dan berada di peringkat 4 dalam klasemen. Namun di bagian terakhir musim, Bagnaia meraih 5 pole position dan merayakan 4 kemenangan dari 6 seri. Itu sebabnya Juara Dunia Moto2 2018 dan runner-up MotoGP 2021 asal Italia itu menjadi salah satu penantang gelar terpanas di musim 2022 mendatang.

Gigi Dall’Igna selaku General Manager Ducati Corse, tidak mau jumawa dengan menyebut Bagnaia sebagai pembalap nomor 1 di tim. “Saya rasa tidak masuk akal, di awal tahun untuk memberikan satu keuntungan yang diberikan kepada satu pembalap. Karena penting bagi mereka untuk memulai pada level yang sama persis. Kemudian kita akan melihat apa yang terjadi. Terkadang sebuah musim terbentang secara berbeda karena berbagai alasan. Tim seperti Ducati tidak dapat membedakan antara pembalap di awal dan bahkan selama musim ini, saya harus mendukung semua pembalap yang mengendarai Ducati jika memungkinkan,” tegas bos asal Italia itu.

Sambil tersenyum, Dall’Igna mengakui, “Saya ingin ‘membekukan’ Pecco pada akhir tahun lalu sehingga saya dapat ‘mencairkan’nya lagi untuk memulai Kejuaraan Dunia. Penampilannya benar-benar luar biasa di bagian akhir musim. Saya percaya bahwa mencoba untuk mempertahankan hal-hal selalu merupakan kesalahan.”

“Karena semua lawan kita pasti membuat langkah maju, beberapa pasti lebih dari yang lain. Tapi hanya berdiri diam bukan cara terbaik untuk mencapai tujuan kita. Kita selalu mencoba melakukan yang terbaik dan mendorong semua orang yang terlibat dalam proyek untuk melakukan yang terbaik secara bergantian untuk mencapai tujuan yang tentu saja sulit. Dan kita tidak pernah mencapai tujuan yang sulit dengan hanya diam berdiri.”

Mengenai musim MotoGP 2022 yang dimulai pada 6 Maret, CEO Ducati Claudio Domenicali menjelaskan, “Ekspektasi tentu tinggi karena 2021 berakhir dengan balapan yang luar biasa. Untuk pertama kalinya dengan tiga Ducati di podium setelah kami memulai dengan tiga Ducati dari barisan depan.”

“Kami berhasil memenangkan gelar konstruktor dua kali berturut-turut, jadi kami pasti akan memulai dengan momentum. Saya berharap kami akan bersenang-senang seperti tahun lalu. 2021 adalah musim dengan banyak emosi positif. Jika kami bekerja dengan baik, kami akan bahagia di akhir tahun seperti juga para penggemar yang merayakan bersama kami dan menderita bersama kami. Saya berharap 2022 menjadi tahun yang penuh gairah.”

Jack Miller merasa lebih siap dari sebelumnya, dia berujar, “Satu tahun pengalaman di MotoGP tentu membuat saya lebih kuat. Saya juga merasa meningkat secara fisik dan mental dibandingkan dengan 2021.”

Sementara itu Pecco Bagnaia mengatakan, “Seperti biasa, tujuannya adalah untuk terus berkembang dan kompetitif di setiap balapan. Kami akan mencoba membawa gelar Pembalap ke Borgo Panigale, di samping gelar Tim dan Konstruktor.”

Related Articles

1 COMMENT

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Trending Post

Latest Articles

Gerakan Literasi Nasional

Ayo Kita Dukung

Archives