Zarco: Ini Pelajaran Berharga dari Musim 2021

RiderTua.com – Johann Zarco memetik pelajaran berharga dari musim MotoGP 2021: maksimal 5 seri tidak konsisten bisa terdepak dari perebutan posisi puncak… Pada balapan awal musim 2021 di Qatar, Johann Zarco mengambil alih kepemimpinan klasemen ( peringkat pertama) setelah dua kali finis di tempat ke-2. Kemudian dua podium lagi di Le Mans dan Catalunya, Zarco menjadi rival terdekat pembalap Yamaha nomor 1, Fabio Quartararo. Namun pada paruh kedua musim, dia tidak lagi berhasil masuk ke 3 besar. Dia crash di GP Austria-2, di Red Bull Ring dan di Austin (AS). Sementara di Aragon rider asal Prancis itu hanya finis di urutan ke-17 tanpa poin dan mengakhiri musim di peringkat 5 secara keseluruhan. Meski begitu, rider berusia 31 tahun itu dinobatkan sebagai pembalap tim satelit terbaik 2021. Pada presentasi tim Pramac Racing sebelum tes Sepang, Johann Zarco mengungkapkan apa yang direncanakannya untuk musim 2022 yang baru dan juga mengenang kembali balapan tahun lalu.

Johann Zarco: Pelajaran Berharga dari Musim 2021

Pada presentasi tim yang digelar Selasa (2 Februari), Tim Pramac Racing akan tetap mengandalkan Johann Zarco dan Jorge Martin pada 2022. Mereka mempresentasikan desain baru dan struktur tim baru. Claudio Calabresi (sebelumnya manajer tim dari tim Octo Pramac MotoE) didapuk menggantikan Francesco Guidotti yang pindah ke Red Bull KTM sebagai manajer tim Pramac yang baru. Sementara Fonsi Nieto akan diberi tanggung jawab yang lebih besar setelah dipromosikan dari pelatih pembalap menjadi direktur olahraga.

Saat presentasi tim, Johann Zarco mengatakan, “Sekarang kami sedang mempersiapkan musim. Kami di Malaysia untuk melakukan tes IRTA pertama. Tidak banyak waktu tersisa hingga balapan awal musim di bulan Maret. Saya akan melakukan segalanya di musim baru untuk meningkatkan peringkat klasemen saya secara keseluruhan.”

“Saya banyak belajar pada 2021. Saya harus menyadari lagi bahwa, banyak hal dapat berubah dengan sangat cepat selama musim yang panjang. Tidak peduli seberapa baik kita dapat memulai musim dengan 17 balapan, jika kita tidak mencapai hasil yang baik dalam lima balapan, kita akan terdesak di klasemen keseluruhan. Itu adalah pelajaran berharga bagi saya, dan untuk alasan ini sekarang saya akan sepenuhnya fokus pada pekerjaan masa depan kami,” pungkas rekan setim Jorge Martin itu.

Related Articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Trending Post

Latest Articles

Gerakan Literasi Nasional

Ayo Kita Dukung

Archives