Gigi Dall’Igna: Bukan Honda, Kini Yamaha Lawan Terkuat

RiderTua.com – Menurut Gigi Dall’Igna, Yamaha kini adalah pesaing terbesar… Gigi Dall’Igna dianggap sebagai ‘si jenius’ di paddock MotoGP. Berbagai inovasi lahir dari tangannya. Dengan inovasinya inilah, pria asal Italia itu sukses bikin lawan keder. Hasilnya, pabrikan asal Borgo Panigale itu meraih juara tim dan konstruktor. Meskipun juara dunia pembalap masih belum berhasil direngkuh. Dalam sebuah wawancara, bos balap Ducati itu berbicara tentang para pesaing dan pembalap Yamaha yang meraih juara dunia 2021, Fabio Quartararo. Dulu Honda adalah lawan yang sulit, kini Yamaha adalah pesaing utama saat ini. Dengan Fabio Quartararo.. Namun kini nasib serupa dihadapi Yamaha dengan Honda, karena belakangan ini Honda terlalu bergantung pada Marc Marquez. Sementara Yamaha harus memastikan agar Fabio tidak bertarung sendirian. “Mereka berhasil memenangkan gelar, itu membuktikan mereka kuat,” imbuh Dall’Igna

Gigi Dall’Igna: Yamaha adalah Pesaing Terbesar

Di benak kita terbersit sebuah pertanyaan, apakah ‘si jenius’ Dall’Igna pernah melihat sesuatu di antara para pesaingnya yang ingin dia tiru? Dall’Igna menjawab, “Misalnya seamless gear box yang diperkenalkan Honda, adalah ide yang sangat bagus. Selalu sulit untuk berbicara tentang pabrikan lain, tetapi saya pikir Yamaha adalah pesaing utama saat ini. Dengan Fabio Quartararo, mereka memiliki pembalap yang sangat bagus.”Lin Jarvis - Gigi Dall'Igna

Namun, nasib serupa dihadapi Yamaha dengan Honda, karena belakangan ini Honda terlalu bergantung pada Marc Marquez. Sementara Yamaha harus memastikan agar pembalap asal Prancis itu tidak harus bertarung sendirian. “Mereka berhasil memenangkan gelar, itu membuktikan mereka kuat,” imbuh Dall’Igna.

Tentang pekerjaannya sendiri, Dall’Igna berkata, “Kami bekerja keras menyelesaikan pekerjaan kami. Kami kembali kompetitif tahun ini, dan itu sangat penting bagi sebuah merek. Itu tidak berlaku untuk para penggemar, bagi saya dan para pembalap. Karena hanya kejuaraan pembalap yang diperhitungkan. Tetapi menjadi bagian atas sebagai produsen selama bertahun-tahun juga sangat berharga.”

Kebetulan, tingkat kepuasan juga bisa dinyatakan dalam ‘angka’. Hanya 4 balapan, tidak ada Desmosedici di podium. The Reds meraih 11 pole position dan di klasemen Kejuaraan Dunia, Francesco Bagnaia (P2), Jack Miller (P4) dan Johann Zarco (P5) mendaratkan 3 pembalapnya di 5 besar. Dengan Jorge Martin, rookie lain berhasil menjadi yang terbaik. Masuk 10 pembalap di dunia.

Related Articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Trending Post

Latest Articles

Gerakan Literasi Nasional

Ayo Kita Dukung

Archives