Paolo Ciabatti Puji Martin dan Bastianini

1

RiderTua.com – Bos Ducati puji Martin dan Bastianini, salah satu dari mereka sudah cukup pantas mengisi Pramac dan tim resmi di masa depan.. Setahun yang lalu, Ducati berpisah dengan dua pembalapnya yang berusia kepala 3, Andrea Dovizioso dan Danilo Petrucci. Mereka fokus pada pembalap muda. Dan ternyata strategi ini sukses. Pecco Bagnaia berada di peringkat 2 dalam klasemen, sementara rookie mereka juga sangat kuat. Setelah 15 dari 18 balapan MotoGP, Ducati Corse punya 3 pembalap di 5 besar dalam klasemen dengan Pecco Bagnaia (peringkat 2), Jack Miller (4) dan Johann Zarco (5).

Selain itu, Jorge Martin mengintai sebagai rookie terbaik di peringkat 11 dalam klasemen. Tahun ini, 5 dari 6 pembalap Ducati di lintasan meraih setidaknya satu podium, Luca Marini masih kesulitan adaptasi. Selain itu The Red merayakan 5 kemenangan (Miller 2 kali, Bagnaia 2 kali, Martin 1 kali). Tapi keunggulan poin Fabio Quartararo (Yamaha) belum mencair, bahkan setelah jeda musim panas.

Paolo Ciabatti Puji Martin dan Bastianini

Dengan Jorge Martin, seorang bintang baru MotoGP di tim Pramac Ducati, tidak diragukan lagi tumbuh dengan keterampilan balap yang tidak terbantahkan. Dia tidak menunjukkan rasa keder kepada pembalap top seperti Marc Marquez di musim MotoGP pertamanya.

Dengan 3 kali pole position (GP Qatar-2, kemudian dua kali di Spielberg), Martin memegang posisi kelima yang mengesankan dengan 139 poin di BMW Qualifier Award di belakang Quartararo (254 poin), Bagnaia (202), Mir (175) dan Miller (149 poin). Sayang dia melewatkan 5 balapan setelah mengalami crash horor di Portugal (8 patah tulang).

“Musim ini Jorge Martin lebih sukses dari yang diperkirakan. Saya pikir dia berhasil mengejutkan semua orang. Dia membuat beberapa kesalahan sebagai rookie karena dia selalu banyak mengambil risiko. Tapi kami selalu mengatakan itu adalah tahun pembelajaran baginya. Dan kita juga belajar dengan membuat kesalahan. Tapi kesalahannya tidak boleh terlalu serius. Kecelakaan seperti yang dialami Jorge pada latihan hari Jumat di Portimao adalah buruk, karena memiliki konsekuensi yang buruk. Tetapi dia menemukan performanya kembali dengan sangat cepat. Kami sangat puas dengannya,” kata direktur olahraga Ducati Paolo Ciabatti, memuji pembalap berusia 23 tahun itu.

Dengan Enea Bastianini, Ducati memiliki kandidat panas lain di line-up. Tahun depan, dia akan pindah dari Esponsorama Avintia Ducati ke Gresini Ducati. By the way, Bastianini dan Martin pernah naik podium bersama di Kejuaraan Dunia Moto3 pada tahun 2018. Bastianini, Juara Dunia Moto2 2020 itu dua kali finis di tempat ke-6 dan naik podium pertama di kelas MotoGP setelah finis di tempat ke-3 di Misano dalam 3 balapan terakhir.

Itu berarti, perubahan dalam skuat (pembalap Ducati rata-rata berusia 24,5 tahun di awal musim) sejauh ini telah membuahkan hasil.

Saat Bos Ducati ditanya, mungkinkah ‘El Bestia’ bisa memenangkan GP Misano jika mendapat posisi start yang lebih baik (dia start dari posisi ke-12)?

“Pertanyaan yang bagus. Dia memiliki kecepatan yang fantastis, itu sudah pasti. Fakta bahwa dia start dari posisi ke-12 tentu tidak membantu, karena dia harus menyalip banyak pembalap. Ada pembalap seperti Alex Rins dan Marc Marquez di sana. Dia adalah ‘one fire’ dan secara konsisten mengubah lap tercepat di lintasan. Tapi apakah dia akan menang? Sulit untuk dikatakan. Bagaimanapun, dia bisa sangat dekat dengan Pecco dan Fabio,” jawab Paolo Ciabatti.

1 COMMENT

Leave a Reply