Jorge Martin: ‘Saya Berpikir untuk Meninggalkan MotoGP’

1

RiderTua.com – Di usianya yang baru 23 tahun, Jorge Martin mendapat cobaan dan hal itu membuatnya syok secara mental.. Setelah crash hebat di Portugal dan dibawa ke ‘negaranya’ di Barcelona dia berkata, “Saya berpikir untuk meninggalkan MotoGP”. Setelah mengalami kecelakaan hebat dan 8 patah tulang, operasi 3 kali dan lama absen dari kompetisi, membuatnya sempat berfikir apakah dia masih sanggup melanjutkan menjadi pembalap MotoGP.. “Ada saat-saat ketika Anda merasa bahwa… Mungkin saya tidak bisa balapan lagi, mungkin tangan saya belum pulih 100% atau mungkin saya tidak akan menjadi Jorge Martín yang sama seperti saya di Qatar,” katanya.

Jorge Martin: ‘Saya Berpikir untuk Meninggalkan MotoGP’

Pembalap baru yang sensasional Jorge Martin, adalah salah satu rookie yang paling dinanti musim MotoGP ini. Dipromosikan ke Pramac racing oleh pabrikan Ducati, dia membuat debut yang sangat baik, dengan mengantongi 1 poin pada debutnya di Qatar. Podium pertama (P-3) di balapan kedua Losail. “Menjadi pembalap MotoGP pada tahun 2021 adalah mimpi yang menjadi kenyataan. Sekarang saya berlomba melawan pahlawan saya dan saingan lama saya. Itu saja yang saya inginkan”, katanya dalam sebuah film dokumenter yang dibuat untuk MotoGP.com.

Di paruh pertama musim, momen paling menarik adalah podium di Qatar, didahului pole position di kualifikasi. Balapan akhir pekan yang tak terlupakan, “Dalam balapan MotoGP kedua saya, saya mendapat posisi pole dan podium pertama saya dalam balapan, saya tidak bisa mempercayainya. Saya berada di puncak dunia. Tapi olahraga ini adalah salah satu yang terberat di dunia dan saya melihatnya di balapan berikutnya di Portugal. Hanya dalam tiga balapan MotoGP saya telah mengalami yang tertinggi dan terendah yang bisa dimiliki seorang pebalap. Ini gila”.

Hanya dalam beberapa hari setelah beradaptasi dengan Ducati GP21, tetapi di seri kedua Qatar dia langsung bisa bertarung dengan nama-nama besar, baik di kualifikasi maupun di balapan… “Mereka juga membandingkan saya dengan nama-nama seperti Lorenzo, Stoner atau Marquez dan saya pikir ini adalah pencapaian terbesar saat ini… Dengan lima lap tersisa, saya masih menjadi yang pertama dan saya pikir mungkin saya bisa menang karena saya merasa sangat baik. Mereka tidak sedekat itu dan saya berpikir untuk menang, tetapi begitu saya memikirkannya, Fabio menyalip saya ”.

Cedera Parah dan Kembalinya Mental

Kegembiraan Jorge Martin berlangsung selama beberapa hari, hingga crash hebat di GP Portimao pada sesi latihan bebas ketiga (FP3) memaksanya untuk menjalani operasi tiga kali. “Saya tidak ingat apa-apa tentang kecelakaan itu, saya hanya melihatnya di televisi. Ketika saya tiba di Barcelona, ​​saya berpikir untuk meninggalkan MotoGP karena saya berkata pada diri sendiri: ‘Mungkin tidak ada gunanya menderita begitu banyak dengan berada di atas motor’. Ada saat-saat ketika Anda merasa bahwa: ‘Mungkin saya tidak bisa balapan lagi, mungkin tangan saya belum pulih 100% atau mungkin saya tidak akan menjadi Jorge Martin yang sama seperti saya di Qatar,” ujarnya.

Namun dengan 8 patah tulang, 3 operasi dan lama absen dari kompetisi membuatnya untuk melatih mental. “Cedera ini telah membantu saya berkembang sebagai pembalap dan sebagai pribadi. Juga untuk kekuatan mental saya dan ini sangat penting”, kata Jorge Martin.

Dia menambahkan, “Saya mencoba untuk optimis, saya mencoba untuk tenang dan berkembang setiap hari… Saya pikir saya memiliki kesempatan untuk menjadi pembalap Qatar yang sama lagi, tetapi sekarang kami butuh waktu. Saatnya memikirkan segalanya dan menguatkan diri untuk masa depan”.

1 COMMENT

Leave a Reply