Tim Satelit dan Pembalap Menolak Aprilia karena Belum Pernah Menang

1

RiderTua.com – Kurangnya daya saing Aprilia mengakibatkan serangkaian penolakan oleh talenta muda yang sedang naik daun pada tahun 2020. Sebut saja Joe Roberts dan Marco Bezzecchi yang terang-terangan menolak Aprilia. Jelas hal itu sangat mengganggu Espargaro, karena Aprilia akan terlihat bagus dengan pembalap kedua yang lebih kuat. Mungkin jika Aprilia bisa menang tahun ini Gresini tak akan bergabung dengan Ducati..Jika Aprilia berhasil naik podium dan menang musim ini, semua akan lebih mudah, “Lebih mudah untuk meyakinkan pembalap atau tim satelit (yang akan bergabung dengan Aprilia),” kata Aleix..

Tim dan Pembalap Menolak Aprilia karena Belum Pernah Menang

Musim ini kita dikejutkan oleh penampilan luar biasa Aleix Espargaro. Dengan Tim Aprilia Racing Gresini, pembalap asal Spanyol itu telah membuat langkah besar menuju kesuksesan. Hasil ini membuat rider berusia 31 tahun itu berada di peringkat 8 dalam klasemen kejuaraan dunia. Apa yang masih belum dicapai? Belum mampu masuk 5 besar, oleh karena itulah Espargaro masih jauh dari rasa puas. Aleix juga berharap seluruh tim bisa berupaya lebih keras untuk bisa mewujudkannya. Performa yang jauh lebih baik sangat jelas terlihat ketika kita membandingkan antara musim 2020 dan 2021. Tahun lalu Espargaro hanya mendulang 42 poin setelah melakoni 14 balapan. Musim ini papa dari si kembar Max dan Mia itu mampu mengoleksi 61 poin setelah 9 balapan atau pada paruh pertama musim.

Rekan setimnya Lorenzo Savadori, sebagai rookie hanya mampu mencetak 4 poin. Savadori dinilai tidak bisa mengimbangi Aleix Espargaro. Bala bantuan pun sedang dicari untuk 2022. Nama-nama besar seperti Maverick Vinales dan Andrea Dovizioso sempat mencuat.

Selain itu, perpisahan dari Gresini semakin dekat. Ini artinya, Aprilia akan berfungsi secara mandiri di masa depan. Dimana hal ini tidak disukai Espargaro. “Jika saja saya berhasil 5 kali naik podium dan meraih 3 kemenangan musim ini, Gresini pasti akan tetap bersama Aprilia. Tapi hasilnya tidak cemerlang. Jika ya (Aprilia bisa menang), lebih mudah untuk meyakinkan pembalap atau pasangannya,” ujar pembalap berusia 31 tahun itu.

Meski tampil bagus di musim ini, kata puas sepertinya tidak masuk dalam kosakata Espargaro. Dia berkata, “Bahkan jika suatu hari nanti kita berhasil memenangkan balapan, itu tidak akan cukup bagi saya. Merupakan berkah sekaligus kutukan, saya adalah seorang perfeksionis. Saya selalu ingin mencapai hasil yang maksimal.”

“Ketika saya telah mencapai sesuatu dengan motor balap, saya menetapkan tujuan baru untuk diri sendiri. Saya selalu menginginkan lebih dan saya juga mengharapkan itu dari teknisi saya. Mereka adalah orang-orang baik dan mereka melakukan pekerjaan dengan baik, tetapi sayang belum cukup. Saya juga tidak membalap dengan baik, kita semua harus lebih banyak penungkatan.”

Hal ini bertujuan untuk mengejar poin dengan dua pembalap kuat pada 2022.

1 COMMENT

Leave a Reply