Bikin Iri Tim Lain, Valentino Rossi Akhirnya Tetap Menjadi Pemenang

1

RiderTua.com – Tahun-tahun sulit Rossi dimulai pada 2017, ketika rookie MotoGP Zarco dan Folger seringkali lebih cepat ketimbang pembalap pabrikan seperti Rossi dan Vinales. Waktu itu Rossi masih berhasil menempati posisi ke-3 di kejuaraan. Kini pertanyaan muncul di antara para offisial Dorna dan IRTA dan di antara mantan juara dunia di paddock, akankah Rossi pensiun jika hasilnya tidak membaik di musim ini?.. Demi kepentingan jutaan penggemar VR46 Rossi di seluruh dunia, kita jelas berharap Valentino mengakhiri karir glamornya dengan menorehkan beberapa hasil yang terhormat.. The Doctor juga berhak segera balapan lagi di depan penonton, dan menikmati tur perpisahannya dengan beberapa kesuksesan penting. Namun jika tahun ini merupakan akhir karirnya, kesusksesan timnya dengan meraih juara dunia, dan kini dengan sponsor raksasa Arab Saudi ARAMCO, bikin iri tim satelit lain.. Jadi Valentino tetap menjadi pemenang, meski dia mungkin melewatkan waktu ideal untuk pensiun. Meskipun tidak bisa lagi juara dunia.. Dia justru mencetak calon-calon juara dunia, lewat akademinya (saat ini baru Franky dan Pecco yang sudah juara dunia).

Bikin Iri Tim Lain, Valentino Rossi Akhirnya Tetap Menjadi Pemenang

Tapi kita akan bisa membuat penilaian ini setelah GP Mugello, Catalunya atau Assen. Jika kita melihat sejarah, Niki Lauda, ​​Toni Mang, dan Kevin Schwantz juga mengalami hal yang sama, tiba-tiba lelah membalap dan hanya berputar-putar di tengah musim. Namun Rossi seringkali menyelamatkan dirinya dari situasi tanpa harapan. Dan sekarang ada tiga lintasan balap, di mana dia telah mencapai kesuksesan yang tak terhitung jumlahnya. Di Jerez sendiri dia memenangkan balapan kelas premier sebanyak 7 kali, ditambah 6 kali naik podium. Juga pada tahun 2020, dia mengamankan satu-satunya hasil 3 teratasnya sepanjang tahun dengan tempat ke-3 di Jerez. Rossi meraih tiga kemenangan MotoGP di Le Mans dan memenangkan 7 kemenangan beruntun di Mugello mulai 2002 hingga 2008.

Pada Mei 2021 kita akan tahu, apakah waktu dari bakat luar biasa tersebut benar-benar sudah habis atau apakah dia masih dapat melawan rider-rider generasi baru?

Dengan Max Biaggi, Sete Gibernau, Casey Stoner, Jorge Lorenzo, dan Marc Marquez, Valentino memang berhasil mengalahkan beberapa generasi superstar. Tapi sekarang dia kehilangan banyak performa terbaiknya, dalam pertarungan melawan pendatang baru seperti Fabio Quartararo, Pecco Bagnaia, Jack Miller, Franco Morbidelli, Alex Rins, Johann Zarco, Brad Binder dan Miguel Oliveira. Bahkan bagi rookie seperti Jorge Martin dan Enea Bastianini serta saudara laki-lakinya Luca Marini, VR46 bukan lagi rintangan yang tidak dapat diatasi.

Valentino Rossi tampaknya semakin kesulitan dengan ban standar Michelin generasi terbaru lebih mengutamakan gaya balap para pendatang muda dari Moto2. Rossi terbiasa dengan ban yang sangat keras untuk roda depan dengan Bridgestone. Sejak ban Michelin diperkenalkan pada 2016, pembalap asal talia itu mengalami kesulitan. Ini bukan karena kurangnya keberanian, agresivitas atau kemauan untuk balapan..

Untuk beberapa saat, sekarang dia terhibur dengan kesuksesan yang diraih anak didiknya mulai Morbidelli, Bagnaia, Luca Marini dan Marco Bezzecchi.

Rossi mengkompensasi kesuksesan pribadinya yang luar biasa di lintasan balap, dengan kemenangan untuk pembalap dan timnya. Dia akan mengambil alih tim Esponsorama Ducati MotoGP sebagai pemilik tim selama 5 tahun setelah musim 2021.Tim Valentino Rossi VR46 Gabung Yamaha Menggeser Petronas

Dengan perusahaan minyak raksasa asal Arab Saudi ARAMCO, rider bernomor 46 itu telah menemukan sponsor utama baru yang membuat iri semua tim satelit di MotoGP. Sebuah perusahaan yang menghasilkan keuntungan tidak kurang dari $ 111 juta (Rp 1,6 triliun) dalam laba bersih pada tahun 2018.

 

1 COMMENT

Leave a Reply