Diserang Kram Lengan, Quartararo Jadi Bulan-bulanan Lawan di Jerez

0

RiderTua.com – Setelah memimpin balapan dengan nyaman, kemudian diserang kram lengan, Quartararo jadi bulan-bulanan lawan di Jerez, hingga tak berdaya menyelesaikan balapan di posisi ke-13.. Fabio Quartararo merasa frustrasi dan kondisinya berbahaya jika dipaksa, menyusul masalah dengan lengan kanannya lagi. “Saya mengalami kram. Saya kehabisan tenaga. Saya berjuang melawannya selama sekitar enam lap sesudahnya. Tapi kemudian berbahaya bagi saya untuk tetap melaju setengah jarak balapan seperti ini,” katanya. Quartararo, yang sudah menjalani operasi di lengan bawahnya, dan mengalami masalah lengan itu kembali adalah mangsa empuk bagi 12 pembalap sekaligus dan hanya finis di urutan ke-13.


Diserang Kram Lengan, Quartararo Jadi Bulan-bulanan Lawan di Jerez

Peraih pol position Jerez, Fabio Quartararo tidak akan bisa segera melupakan kekecewaan balapan di Jerez de la Frontera. Setelah start dari posisi terdepan, disalip Jack Miller di lap pertama, pembalap Prancis itu pindah kembali ke depan dan membuat pengejarnya Jack Miller dari Ducati dan seluruh jalannya balapan seperti dengan mudah dikendalikan.. Hingga dia tiba-tiba mengalami kram lengan yang parah di sepertiga terakhir balapan.

“Anda tahu bahwa saya memiliki masalah besar dengan lengan saya.. Sangat menyedihkan, saya merasa sangat baik dan bisa dengan mudah mengontrol balapan. Ini sangat mengecewakan bagi saya. Saya tidak lagi memiliki kekuatan di lengan saya. Tapi saya masih berjuang sampai akhir, meski hanya tiga poin di akhir. Setidaknya aku akan membawanya,” jelas ‘El Diablo‘ yang benar-benar sedih.

Pembalap Prancis itu menjelaskan tentang kondisi mentalnya.. “Saya tidak tahu apa yang bisa kita lakukan. Otak saya tidak bekerja sekarang, saya berpikir terlalu keras. Manajer saya dan sahabat saya sedang mencari solusi. Tahun lalu di Portimao benar-benar mengerikan, kali ini saya tidak mendapat masalah di sana. Di Jerez mudah di tahun 2020, sekarang tiba-tiba masalahnya datang. Selalu indah di Jerez. Tapi saat saya unggul 1 detik, saya mengalami kram. Saya kehabisan tenaga. Saya berjuang melawannya selama sekitar enam lap sesudahnya. Tapi kemudian berbahaya bagi saya untuk melaju setengah jarak balapan seperti ini. Namun, saya tahu bahwa setiap poin bisa menjadi penting untuk kejuaraan Dunia.”

“Selain masalah ini (lengan), saya sangat cepat. Saya tetap tenang. Saya tahu saya adalah pembalap tercepat di lintasan. Jadi saya tidak merasa stres, bahkan saat melawan Ducati. Saya bisa menyalip lawan di tikungan terakhir putaran demi putaran. Segala sesuatu tentang akhir pekan ini sebenarnya positif bagi saya, hanya saja bukan tentang kram dari tengah balapan. Saya merasa sangat nyaman dengan motor,” pungkasnya..

Leave a Reply