Pit Beirer: Ban Belakang KTM Hancur Setelah 10 Lap

0

RiderTua.com – Pit Beirer (KTM): Pembalap kami tidak berdaya… Direktur KTM Motorsport, Pit Beirer selalu membeberkan kelemahan KTM di GP Qatar. Dia mengungkapkan bahwa, saat balapan ban belakang KTM hancur setelah melahap 10 lap. Untuk diketahui, tahun 2020 lalu, Brad Binder mencetak kemenangan di GP Brno, sementara Miguel Oliveira berhasil memenangkan GP Spielberg-2 dan Portimao. Dan Pol Espargaro berhasil duduk di tempat ke-5 di Kejuaraan Dunia MotoGP. Itulah sebabnya, mengapa CEO KTM Stefan Pierer dan CEO Hubert Trunkenpolz menetapkan standar tinggi untuk musim 2021. Mereka berharap KTM memiliki ‘taring’ dalam memperebutkan gelar.

Pit Beirer: Ban Belakang KTM Hancur Setelah 10 Lap

Pit Beirer selaku Direktur Motorsport di KTM, ternyata punya harapan yang sedikit lebih sederhana. “Pada tahun 2020, Pol Espargaro kehilangan tempat ke-3 di Kejuaraan Dunia hanya dengan 4 poin. Jadi kami bisa menghitung peluang kami berada di posisi 3 besar untuk musim yang akan datang,” kata sang bos pada bulan Desember tahun lalu.

Namun kenyataannya, dua balapan di Sirkuit Losail bagai mimpi buruk bagi KTM. Keempat pembalap hanya membawa pulang 14 poin Kejuaraan Dunia. Brad Binder mendulang 10 poin, sementara Oliveira hanya 4 poin. Sejauh ini Binder adalah pembalap KTM terbaik di Kejuaraan Dunia dengan posisi di tempat ke-12 dalam klasemen.

“Sekarang akan terlalu mudah buat kami untuk mencari alasan, bahwa Sirkuit Losail tidak pernah cocok untuk motor kami. Kami merasa lebih sulit dari yang kami bayangkan. Saat tes kami tidak puas dengan hasilnya. Kemudian kami memulai balapan pertama dengan kesulitan, seperti yang kami hadapi saat tes selama 4 hari disana. Kami hanya membuat beberapa perubahan serius untuk balapan kedua, yang ternyata sedikit membantu kami,” kata Direktur KTM Motorsport Pit Beirer.

Pada ‘Tissot Grand Prix of Doha’ yang digelar pada tanggal 4 April, Brad Binder melaju dari posisi ke-18 di grid langsung melejit ke posisi ke-8. Dan rekan setimnya Oliveira, berhasil melesat naik ke posisi ke-4 setelah start yang super duper, sebelum dasbornya error menjadi hitam dan dia merosot ke posisi 15.

“Jika kita melihat backlog dari balapan kedua, kita dapat mengatakan bahwa kami belajar banyak untuk putaran kedua Kejuaraan Dunia. Kami sudah sangat termotivasi untuk GP Qatar 2022. Karena kami ingin menjadikan trek ini sebagai trek kami sekarang. Kami tidak dapat lagi mengklaim bahwa motor kami tidak akan berfungsi di Qatar,” kata Pit dengan tegas.

Para pembalap setuju bahwa kestabilan pengereman adalah salah satu kekuatan KTM RC16. Namun kekuatan ini ternyata ‘memble’ di trek lurus di Qatar. KTM memiliki kecepatan balapan yang cukup baik, tetapi kalah lebih dari satu lap karena ban belakang soft tidak dapat mencapai suhu yang sama.

Pit Beirer menjelaskan, “Losail sangat sulit bagi kami. Karena kami memiliki kekuatan ketika kami harus mengerem keras sebelum menikung, dan kemudian dengan cepat membelokkan motor. Tidak ada tikungan seperti itu di Qatar. Di tikungan cepat, di mana kami tidak mengerem terlalu keras, kami terlalu buruk saat berbelok. Kami terlalu lama berada disisi ban. Kondisi ini adalah kelemahan saat kami ingin mempercepat laju motor. Jika kami kehilangan 0,1 detik di setiap tikungan, itu bertambah pada trek panjang seperti Losail dengan 16 tikungan.”

Beirer melanjutkan, “Bersyukur kami memiliki 4 pembalap, jadi kami dapat melihat data selama seminggu setelah balapan pertama. Dan memahami mengapa kami tidak kompetitif sama sekali pada balapan pertama. Kami mampu mengubah situasi untuk putaran kedua Kejuaraan Dunia. Tetapi sekarang kita tahu, bahwa kelemahannya di tikungan..”

“Ini adalah titik lemah yang harus kita perbaiki. Untuk melakukan ini, kami membantai ban lunak. Yang merupakan pilihan pertama untuk semua pembalap di Qatar, dalam 10 lap. Balapan berlangsung selama 22 lap. Pembalap pasti tidak berdaya di bagian kedua balapan. Kami bisa melihat dari data, bahwa performa motor jelas sangat merosot dengan ban yang mengecil. Kami meminta maaf kepada para pembalap.”

Leave a Reply