Home Otomotif Segmen Mobil Niaga Tak Dapat Insentif Pajak Seperti LCGC

    Segmen Mobil Niaga Tak Dapat Insentif Pajak Seperti LCGC

    (Halooto)

    RiderTua.com – Mulai tanggal 1 Maret lalu, 21 mobil di Indonesia sudah mendapat keringanan PPnBM nol persen. Dari model LMPV sampai low SUV, semuanya kini dibanderol dengan harga yang lebih terjangkau dari harga aslinya. Namun entah mengapa mobil niaga tak ikut kebagian insentif pajak tersebut. Padahal segmen ini cukup populer di Tanah Air, bahkan dalam kondisi seperti sekarang.

    Informasi resmi jadwal pameran, tiket, daftar lengkap peserta dapat diakses melalui situs resmi GIIAS disini 👇 Official Media Partner GIIAS 2026 - Ridertua
    Baca juga: Ini Alasan Kenapa Mobil LCGC Tak Dapat Insentif Pajak
    Daftar Isi

    Mobil Niaga Tak Kebagian Insentif Pajak

    Tercatat ada 21 mobil di Indonesia yang mendapat insentif pajak nol persen, dan hanya berlaku untuk sebagian model LMPV, LSUV, serta sedan. Dari Avanza-Xenia, Rocky-Raize, sampai Vios yang menjadi satu-satunya sedan yang kebagian insentif tersebut. Tapi mobil dengan harga lebih murah seperti LCGC dan niaga tak mendapatkannya.

    Kedua segmen ini berkembang cukup baik ditengah kondisi pasar yang kurang menentu selama beberapa bulan belakangan. Hanya saja segmen mobil niaga yang mengalami pertumbuhan lebih cepat ketimbang LCGC. Karena konsumen Tanah Air membutuhkan kendaraan yang dapat mengirimkan logistik ke berbagai daerah dengan medan beragam.

    Suzuki Carry Pikap
    (Tempo.co)

    Seperti LCGC

    Ternyata ada alasan tersendiri kenapa mobil niaga tak ikut kena PPnBM nol persen. Astra Daihatsu Motor (ADM) mengatakan segmen niaga sudah mendapat insentif pajaknya sendiri sejak lama, layaknya LCGC. Itupun tak hanya berlaku untuk model pikap saja, tetapi juga model blind van.

    Baik Gran Max maupun Carry sama-sama memiliki model minibus serta pikap, tapi hanya Gran Max Minibus yang mendapat insentif khusus. Artinya sudah jelas kalau semua varian Carry dan Gran Max Pick-Up sudah tak perlu lagi insentif tambahan karena sudah mendapatkannya sejak lama. Mungkin inilah alasan kenapa penjualannya hampir selalu positif di tiap tahunnya.

    Tapi sepertinya itu tak hanya menjadi faktor larisnya mobil niaga di Tanah Air, karena banyak pelaku UMKM yang membutuhkan kendaraan komersil seperti Carry, Gran Max, atau sejenisnya. Dengan meningkatnya jumlah UMKM belakangan ini, apalagi ditambah kondisi yang masih belum memulih 100 persen, hasil penjualan mobil niaga mungkin akan terus meningkat.

    © ridertua.com

    Informasi resmi jadwal pameran, tiket, daftar lengkap peserta dapat diakses melalui situs resmi GIIAS disini 👇 Official Media Partner GIIAS 2026 - Ridertua

    TINGGALKAN BALASAN

    Silakan masukkan komentar Anda!
    Silakan masukkan nama Anda di sini