Vinales Pernah Ngambek, Mogok Balapan dan Pindah ke Tim Gurem!

0

RiderTua.com – Di kelas “pra-MotoGP” Maverick Vinales pernah ngambek di GP Malaysia, mogok-ogah balapan dan pindah ke tim gurem, namun malah juara dunia.. Maverick Vinales adalah salah satu pembalap paling berbakat dalam sepuluh tahun terakhir. Masuk dalam satu generasi kelompok pembalap top 2011 bersama Marco Simoncelli dan Marc Marquez.. Namun di Kejuaraan Dunia MotoGP dia hanya berhasil meraih dua peringkat ketiga dunia dalam enam tahun. Prestasinya seringkali membingungkan. Bagaimana kisah perjalanan karir sebelum di MotoGP dari pembalap asal Figueres, Spanyol ini..? Vinales memiliki tekad yang sama dengan Marc Marquez, sama-sama punya bakat alami yang sangat besar, naluri balapan mereka dan keinginan mereka untuk menang adalah jempolan. Tapi kesuksesan Vinales di kelas utama sejauh ini masih kurang.. Akankah dia masuk menjadi pembalap juara tanpa Mahkota, bergabung dengan Dovizioso dan Pedrosa..? 

2012 Skandal dan Aksi Mogok di Malaysia

Pada tahun 2012, pembalap Spanyol berbakat itu memenangkan lima balapan dengan FTR-Honda di musim pertama Moto3.. Dia bersinar dengan peringkat ketiga Dunia dengan 207 poin. Namun Vinales masih frustrasi karena tim resmi KTM dengan Sandro Cortese menjadi semakin tak terkalahkan seiring berlanjutnya musim dan Honda serta tim Blusens tidak melakukan apa pun untuk meningkatkan peluang gelar mereka.

Puncak dari kekesalan Vinales terjadi di musim 2012. Saat GP Sepang pada bulan Oktober 2012, Vinales melepaskan amarahnya, dia melakukan aksi mogok ( WD/withdrew/ mundur). Dia lalu berbicara dengan para jurnalis selama sesi latihan bebas pertama di Media Center. Dan kemudian langsung pulang ke Spanyol.

KTM dan Sandro Cortese pun melenggang bebas untuk meraih gelar. Di saat yang sama, Maverick menjelaskan bahwa dia ingin bergabung dengan pabrikan KTM untuk musim 2013. Tapi Ricard Jove (Manajer Vinales saat itu) tidak menanggapi aksi Vinales ini dengan sangat serius, dia bersikeras pada kontrak jangka panjangnya. Kemudian pengacara Paco Sanchez turun tangan dan memberi penjelasan kepada Vinales di rumahnya di Spanyol. Bahwa dia harus kembali ke tim Blusens Honda dan siap balapan di Australia minggu depannya. Jika tidak, dia akan kehilangan muka karena pelanggaran kontrak.

Vinales pun memenuhi permintaan tersebut, tetapi hubungan antara pembalap, manajer Jove dan tim Blusens telah hancur. Alasannya, Jove telah menahan tawaran tertulis yang menguntungkan dari Red Bull KTM-Ajo untuk musim 2013.

Pindah ke Tim Gurem

Dan Vinales pun kemudian memutuskan menerima biaya transfer 300.000 euro (Rp 8,5 miliar) dan pindah ke tim kecil LaGlisse. Namun beberapa saat kemudian, pemiliknya Jaime Fernandez-Aviles menjadi berita utama. Karena kasus penipuan dia harus dipenjara selama berbulan-bulan.

Namun Vinales tidak tergoyahkan. Dia meraih podium demi podium di tim underdog asal Spanyol itu. Tetapi Luis Salom mendominasi kemenangan mulai dari balapan pertama hingga terakhir. Hanya di balapan final, Vinales menunjukkan kelasnya, kemampuan sejatinya dan keberaniannya yang kuat. Dia sukses memenangkan gelar dunia di depan Alex Rins dan Salom!

Pada musim panas 2013, dia berpisah dari manajernya Ricard Jove. Setelah itu dia bergabung dengan tim pencetak juara dunia asal Finlandia, Aki Ajo. Dia kemudian menyerahkan manajemennya kepada pengacara asal Spanyol Paco Sanchez, yang menasihatinya saat terjadi skandal Sepang.

Sepanjang tahun 2013, Maverick Vinales takut bahwa KTM akan lebih memilih tim Red Bull untuk pengembangan lebih lanjut, dan ternyata itu salah. Sebagai ucapan terima kasih, dia memberikan medali emas yang diraihnya kepada Direktur Motorsport KTM Pit Beirer di acara FIM di Monte Carlo.

 

Hingga kini Vinales hanya 1 kali juara dunia (Moto3-2013) dan 5 kali peringkat ketiga dunia.. 

 

Leave a Reply