Rush Kembali Kuasai Segmennya, BR-V Makin Terpuruk!

0
Rush Terios New 2018
Rush Terios New 2018

RiderTua.comToyota Rush kembali kuasai segmennya pada tahun 2020 lalu dengan hasil penjualan lebih dari 29 ribu unit. Hasil ini membuatnya unggul jauh ketimbang model lainnya di kelas low SUV. Rush kembali kuasai segmennya ketika model lainnya mencatatkan hasil yang tak begitu buruk. Namun entah mengapa pesaing Rush, yaitu Honda BR-V, malah menurun drastis dari yang diduga.

Rush Kembali Kuasai Segmennya Mencatatkan Hasil Tak Begitu Buruk

Hampir semua segmen mobil di Indonesia pada tahun 2020 sudah didominasi oleh produknya Toyota. Tak terkecuali segmen low SUV (LSUV) yang kembali dikuasai oleh Rush dengan perolehan hasil penjualan tahun lalu mencapai 29.361 unit. Walau dipastikan hasilnya menurun dari tahun 2019, tapi tetap saja model ini sanggup mempertahankan kedudukannya.

Posisi kedua ditempati oleh kembarannya, yaitu Daihatsu Terios, yang terjual sebanyak 12.362. Selisihnya cukup jauh jika dibandingkan dengan Toyota, dan ini juga terjadi pada rival utama mobil kembar tersebut, yang tak lain adalah Mitsubishi Xpander Cross. Varian LSUV dari LMPV unggulan Mitsubishi tersebut hanya terjual sebanyak 11.569 unit.

Rush kembali kuasai segmennya

BR-V dan Glory 560

Model LSUV berbasis LMPV lainnya, Suzuki XL7, harus puas menempati posisi keempat di klasemen dengan hasil 9.827 unit. Berbeda dengan Xpander Cross yang mengalami penurunan drastis, XL7 terlihat biasa-biasa saja karena model ini baru dijual di awal tahun. Jadi model ini masih terbilang baru di segmennya dan sudah hadir selama setahun.

Honda BR-V dan DFSK Glory 560 tak seberuntung model low SUV lainnya, masing-masing hanya mampu menjual 1.468 unit dan 297 unit. Penjualan Glory 560 memang sudah biasa mencatatkan hasil yang begitu kecil seperti model DFSK lainnya. Tapi yang disoroti yaitu performa penjualan BR-V yang menurun cukup signifikan.

BR-V disebut memiliki performa penjualan lebih buruk ketimbang model lainnya pada tahun 2020. Selain kondisi pasar, modelnya yang tak pernah disegarkan sepertinya juga menjadi penyebab lain dari penurunan hasil tersebut. Semoga saja di tahun ini atau tahun ke depan akan ada penyegaran untuk BR-V.

Leave a Reply