Quartararo: Inilah Biang Masalah Utama Yamaha!

RiderTua.com – Fabio Quartararo: Inilah biang masalah utama Yamaha… Ini adalah balapan pertamanya di trek basah.. Biasanya MotoGP sekarang berada di Thailand dan Malaysia, yang sangat hangat. Pembalap tim Petronas Yamaha itu, memulai balap MotoGP Prancis 2020 di sirkuit Le Mans dengan meraih pole position di grid. Namun sayang, sejak awal motor digeber dia sudah bermasalah. Tak ayal, dari posisi pertama pembalap 21 tahun itu terus melorot hingga finis hanya di posisi ke-9. Dia pun mengungkapkan masalah apa yang harus dia hadapi kala itu.

Quartararo: Inilah Biang Masalah Utama Yamaha

Seperti dinukil dari Speedweek.com Fabio Quartararo mengatakan, “Tentu saja saya lebih suka hasil yang lebih baik di negara asal saya. Tetapi ini adalah balapan pertama saya di trek basah. Sayang sekali kami tidak bisa mengendarai dalam kondisi basah, karena sebenarnya kecepatan saya sangat bagus.”

Di awal balapan GP Le Mans, Quartararo sempat bermasalah dengan ban belakang. Sehingga dua pembalap Ducati yakni Danilo Petrucci dan Andrea Dovizioso, mampu menyalipnya dengan cepat. Meski begitu, pembalap asal Prancis itu merasa nyaman dengan Yamaha-nya.

Dia tidak ingin menyerah untuk bisa bertahan di posisi teratas, yang membuatnya harus duel melawan Pol Espargaro dari KTM. Cengkeraman ban belakang Quartararo secara bertahap terus memburuk, sehingga dia harus kehilangan posisinya.

Lebih lanjut ‘El Diablo’ menambahkan, “Ini bukan Grand Prix yang mudah (Le Mans), tapi saya tahu di mana masalah utama kami. Yakni terletak pada kondisi basah. Kami tidak bisa cepat memanaskan ban belakang (suhu ideal).”

Alex Marquez Berhasil Podium

Bagi Alex Marquez pembalap tim Repsol Honda, balapan hari itu juga merupakan balapan hujan pertamanya di kasta tertinggi balap motor dunia itu. Tetapi pembalap asal Spanyol itu mampu finis di posisi ke-2, meski dia memulai balapan dari urutan 18 di grid. Alex juga diketahui sangat kuat, balapan di tengah guyuran hujan saat masih di kelas Moto2.

Quartararo pun mengomentari hal itu. Dia berkata, ‘Alex pantas naik podium. Saya juga senang untuk Petrucci dan Pol. Sepertinya ada beberapa pembalap yang pandai di lintasan basah. “

Masih Memuncaki Klasemen

Setelah 9 seri balapan di musim 2020, Quartararo berada di puncak klasemen utama dengan mengoleksi 115 poin. Sejauh ini hanya terpaut 10 poin lebih banyak, dari yang dikumpulkan Joan Mir dari tim Suzuki Ecstar.

“Ketika Joan menyusul saya, saya memikirkan Kejuaraan Dunia untuk pertama kalinya selama balapan. Kami saling menyalip satu sama lain beberapa kali. Tapi saya tahu bahwa saya harus finis di depannya, untuk menjaga keunggulan kejuaraan.”

“Kami berjuang untuk tempat ke-10 seperti yang pertama. Ketika saya melihat monitor setelah finis, saya pikir Dovi telah memenangkan balapan. Jika ini terjadi, jelas akan berbahaya bagi saya dalam hal Kejuaraan Dunia. Lalu ketika saya menyadari yang menang adalah Petrucci, saya lega. Balapan pertama saya saat basah memang buruk. Saya bisa memperpanjang keunggulan Piala Dunia.”

MotoGP 2020 masih memiliki 5 seri balapan lagi sebelum akhir musim. Dari Prancis, akan melanjutkan ke Aragon dan Valencia, yang juga bercuaca dingin di bulan Oktober.

Fabio Quartararo menjelaskan akan hal itu, “Saya tidak punya masalah dengan flu (kesehatan), kami telah menanganinya dengan baik. Yang saya khawatirkan adalah trek basah, tapi itu bagus. Karena kami telah memiliki pengalaman pertama kami, di tengah kondisi lintasan basah dan cuaca yang dingin.”

“Namun, bagian terakhir musim ini tidak akan mudah. Biasanya kami sekarang berada di Thailand dan Malaysia, yang sangat hangat. Semua orang ingin memenangkan Gelar Juara Dunia ini, jadi yang terpenting adalah mendapatkan hasil yang bagus di Spanyol. “

Sama yang dikeluhkan Vinales bahwa Yamaha menderita dalam kondisi trek dingin, karena lambat panas..

1 Comment

  1. Makanya jangan songong, cari setup di FP 1. Giliran race cuma bisa bengong disalip Bradl 🤣🤣

Leave a Reply