Dovi Bagai Jerami yang Mematahkan Punggung Unta!

Masih harus dilihat apa yang akan dia putuskan untuk dilakukan di musim MotoGP berikutnya.

Dovizioso Santuy Meski Masa Depannya di MotoGP Belum Jelas
Dovizioso Santuy Meski Masa Depannya di MotoGP Belum Jelas

RiderTua.com – Kondisi Dovi bagai jerami yang mematahkan punggung unta.. Marah!. Namun akibatnya kini dia terlunta-lunta.. Andrea Dovizioso tidak menutup kemungkinan akan berpisah dengan MotoGP akhir tahun ini. Pembalap asal Forli itu mengejutkan paddock MotoGP dengan pengumuman perpisahannya dengan Ducati. Pilihan yang mungkin bersumber dari kesalahpahaman. “Perpisahan itu sulit, tapi sebenarnya karena beberapa alasan. Hal itu tidak terjadi dalam semalam,” ujarnya… Jerami yang mematahkan punggung unta, artinya: serangkaian hal buruk yang terjadi yang membuat seseorang sangat kesal dan marah..

Dovi Bagai Jerami yang Mematahkan Punggung Unta

Juara Tanpa Mahkota, Dovizioso Seperti Dani Pedrosa di MotoGP

Ada yang menduga adanya gesekan dengan Gigi Dall’Igna, sebuah situasi psikologis yang mungkin membuatnya tidak mau lagi melanjutkan kerjasama.. Apalagi sebenarnya dia yakin dia bisa memperebutkan gelar dunia. Jika perdebatan masalah teknis dengan Dall’Igna menemukan titik temu..

Dovi telah membawa Desmosedici ke level atas saat ini. Dia membantu pengembangan motor merah sedemikian hingga menjadi motor yang jinak bagi semua pembalap, bahkan mereka yang datang dari Moto2. Hingga beberapa tahun sebelumnya desmo Red dipandang sebagai motor yang sulit. Sekarang Pecco Bagnaia dan Johann Zarco mendemonstrasikan kecepatannya bahkan dengan sedikit pengalaman memacu motor V4 .

Dovi Bagai Jerami yang Mematahkan Punggung Unta
Dovi Bagai Jerami yang Mematahkan Punggung Unta

Dovi ‘Melawan’ para Insinyur Ducati

Bagai “Jerami yang mematahkan punggung unta” menjadi idiom pernyataan publik yang di tujukan pada kondisi Andrea Dovizioso usai balapan di Sachsenring musim lalu. Dalam kesempatan itu dia menyalahkan beberapa keputusan teknis yang menyebabkan Desmosedici tidak mampu menyelesaikan masalah di tikungan.

DesmoDovi berujar.. “Di Ducati ada orang-orang yang spesial dan cerdas. Di sisi lain juga sangat sulit karena orang Italia punya sikap khusus. Tidak selalu mudah untuk menemukan yang cocok. Ada banyak diskusi di tahun-tahun itu, karena kami tidak selalu memiliki ide yang sama tentang bagaimana kami harus bekerja. Itu sulit dan ada pasang surut. Tapi saya selalu fokus pada kejuaraan,” katanya kepada Motogp.com..

Davide Barana

Direktur teknis MotoGP Ducati, Davide Barana, mengatakan mengatasi kelemahan Desmosedici di tikungan adalah proses yang panjang yang membutuhkan banyak uji coba. Meskipun Ducati telah membuat langkah maju dalam beberapa tahun terakhir, sebagai penantang Honda. Namun masalah handling mid-corner (di tengah tikungan) menjadi momok bagi tim merah itu. Davide Barana mengatakan masalah handling Mid-corner butuh waktu, lebih mudah mengembangkan mesin.. Mungkinkah ini yang menyebabkan Dovi marah dan bagai jerami yang mematahkan punggung unta itu.. Sementara bos Ducati pernah sebut kekurangan dari sisi pembalapnya yang kurang agresif..

Ke Petronas yang Impossible?

Masih harus dilihat apa yang akan dia putuskan untuk dilakukan di musim MotoGP berikutnya. Dalam beberapa jam terakhir ada rumor tentang kemungkinan dia pindah ke Yamaha Petronas.. “Kami akan lihat apa yang terjadi. Saya tidak punya rencana saat ini. Tapi saya tidak khawatir. Saya berkonsentrasi pada kejuaraan dunia ini dan saya akan berjuang sampai akhir,” katanya…

Dan perpisahan dengan MotoGP juga dimungkinkan dan tidak dapat dikesampingkan. “Setelah karir saya, saya tidak ingin sendirian di MotoGP. Saya sangat senang dengan apa yang telah saya capai,” pungkas orang yang tahun depan menanggalkan julukan DesmoDovi itu.

Referensi: merriam-webster.com : the straw that breaks/broke the camel’s back

Be the first to comment

Leave a Reply