Juventus Raih Scudetto ke-9 Secara Beruntun Serie A, Ini 5 Fakta Menariknya

RiderTua.com – Bola – Pada pertandingan Minggu 26/7/20 (Senin WIB), Juventus mampu menaklukkan Sampdoria 2-0. Dua gol kemenangan Si Nyonya Tua dicetak oleh Cristiano Ronaldo dan Federico Bernardeschi. Dengan kemenangan ini, pasukan Maurizio Sarri akhirnya bisa mengamankan gelar Juara Serie A musim ini. Hebatnya, Juventus raih Scudetto ke-9 secara beruntun, dan inilah 5 fakta menariknya.

Baca juga:ย Tak Kunjung Bisa Mengamankan Gelar Juara Serie A, Bos Juventus akan Keluarkan Jurus Sakti

Juventus Raih Scudetto ke-9 Secara Beruntun Serie A, Ini 5 Fakta Menariknya

Dilansir dari Sportskeeda, permainan berjalan alot dan sengit. Di laga versus Sampdoria, Sarri terpaksa melakukan 2 kali pergantian pemain di babak pertama setelah Paulo Dybala dan Danillo cedera. Jelas, cederanya dua pemain ini membuat Sarri was-was menghadapi laga di Liga Champions Agustus nanti.

Namun kebuntuan Bianconeri pecah di menit ke-45+7, saat CR7 berhasil melesakkan gol ke gawang lawan. Di babak kedua, tepatnya di menit ke-67, Federico Bernardeschi menambahk keunggulan untuk tuan rumah. Hingga laga bubar, skor tak berubah tetap 2-0 untuk kemenangan Juventus.

Dengan kemenangan ini, akhirnya Si Nyonya Tua bisa bernafas lega karena sudah berhasil menyegel gelar Juara Serie A musim ini. Ini adalah gelar ke-9 yang berhasil mereka raih secara berturut-turut.

Scudetto ke-9 Secara Beruntun

Juventus tampil di musim 2019/20 menyandang status sebagai juara bertahan 8 kali bertutur-turut. Otomatis mereka langsung difavoritkan untuk kembali mempertahankan gelar itu.

Namun pada kenyataannya, musim ini berjalan begitu berat. Lazio dan Atalanta secara mengejutkan mampu menjadi tim tangguh yang siap menjegal sang juara bertahan. Si Nyonya Tua pun tergagap dengan situasi itu.ย 

Namun seiring berjalannya musim, mereka bisa melewati semua itu. Memasuki matchday ke-36, Juventus punya jarak 7 poin dari runner-up, Inter Milan.

Gelar Scudetto Serie A sudah dalam genggaman. Kini skuat Maurizio Sarri harus mengalihkan fokus untuk bertarung di Liga Champions Agustus nanti, menghadapi Lyon di leg kedua babak 16 besar. Mereka harus bisa membalikkan defisit 1-0 dari Lyon.

Federico Bernardeschi Mengakhiri Paceklik Gol

Sementara Bernardeschi mendapat pujian atas keberhasilannya menjebol gawang Sampdoria. Berkat kontribusinya, Juventus berhasil mengamankan gelar musim ini.ย 

Sebelumnya, pemain 26 tahun ini kerap dikritik karena performanya yang menurun. Hal ini telah membuatnya gagal untuk mendapatkan tempat di tim reguler di bawah kepelatihan Sarri. Bisa dibilang, cederanya Danilo membawa berkah untuknya. Di pertengahan babak pertama dia masuk ke lapangan untuk menggantikan Danillo yang cedera.

Gol Bernardeschi itu adalah gol pertama yang dia cetak sejak September 2018. Sejak gol terakhirnya, pemain asal Italia itu telah melakukan 43 tembakan. Setelah mengakhiri musim paceklik gol, para penggemar Juventus berharap Bernadeschi bisa berkontribusi lebih banyak untuk klub.

Clean Sheet yang Menyenangkan

Musim ini telah melihat bagaimana perjuangan Juventus dengan pertahanan yang solid. Lini belakang mereka sangat tangguh untuk menjaga gawang mereka. Setelah shutout berturut-turut yakni saat melawan Bologna dan Lecce, Bianconeri tercatat hanya 1 kali gagal menjaga clean sheet dalam 7 pertandingan liga berikutnya.

Sampdoria telah gagal mengobrak-abrik lini belakang Juventus, clean sheet ini tentu sangat menyenangkan bagi Maurizio Sarri.

Malam yang Mengerikan bagi Lorenzo Tonelli

Pertandingan tadi malam adalah laga yang mengerikan untuk Lorenzo Tonelli. Penampilannya saat melawan Juventus sangat buruk. Dia membuat blunder yang bikin timnya kebobolan 2 gol.

Persaingan untuk Penghargaan Sepatu Emas

Cristiano Ronaldo membuka skor di babak pertama vs Sampdoria. Itu merupakan gol ke-10 yang dicetak pemain asal Portugal itu pasca masa karantina. Torehannya ini menjadi yang terbanyak di 5 liga teratas Eropa.

Ciro Immobile yang mencetak hat-trick dalam kemenangan telak 5-1 Lazio atas Hellas Verona, membuatnya berada di puncak top scorer Serie A dengan 34 gol. Terpaut 3 gol dari CR7 yang membukukan 31 gol.

Sebuah peluang untuk Ronaldo menambah jumlah gol, tercipta pada menit ke-89. Ketika wasit Francesco Fourneau menunjuk titik putih setelah Fabio Depaoli melakukan pelanggaran terhadap Alex Sandro. Tetapi ikon Portugal itu hanya bisa menggetarkan mistar gawang.

Dengan hanya menyisakan dua pertandingan, Ronaldo masih bisa mengejar Immobile. CR7 bisa mengkandaskan mimpi Immobile untuk menjadi pemain pertama yang meraih penghargaan Sepatu Emas untuk 3 kompetisi bergengsi yakni Laliga, Serie dan Liga Premier.

Be the first to comment

Leave a Reply