Tak Hanya Penjualan, Ekspor Mobil Indonesia Juga Ikut Turun

(Foto: Beritasatu.com)

RiderTua.com – Dampak dari kondisi yang tidak menentu di pasar otomotif Indonesia membuat produsen makin kesulitan untuk bertahan. Salah satu cara untuk bisa tetap jualan yaitu bergantung pada ekspor. Meskipun begitu, hasil ekspor mobil dari Indonesia tercatat menurun pada semester pertama tahun 2020 ini. Sepertinya apapun caranya, dampak tersebut masih berpengaruh besar.

Baca juga: Penjualan Mobil Bulan Juni 2020: Carry Kalahkan Avanza

Ekspor Mobil dari Indonesia Menurun Tahun 2020

Hasil ekspor yang dicatat Gaikindo menunjukkan ada 104.158 unit yang dikirim ke luar negeri. Meski terlihat seperti angka yang besar, nyatanya hasil ini menurun dari tahun sebelumnya yang mencapai 137.767 unit. Ini tentu saja akibat dari pasar yang menurun selama beberapa bulan terakhir.

Dari hasil tersebut, Daihatsu yang mengekspor mobil dalam bentuk CBU (completely built-up) sebanyak 36.722 unit. Walau sebenarnya sebagian besar adalah model dengan merek Toyota. Secara CKD (completely knock-down), Honda yang mengekspor paling banyak hingga 123.548 unit.

Ekspor Model CBU dan CKD

Sementara itu, Toyota mampu mengekspor 29.042 unit CBU, dan 16.910 unit CKD, selisihnya dari Honda sangatlah jauh. Meski Mitsubishi mampu mengirim 20.065 unit CBU, tapi secara CKD hanya sebesar 330 unit saja. Kemudian Suzuki dengan 15.635 unit CBU dan 3.384 unit CKD, serta DFSK 139 unit dan 40 unit.

Merek lainnya yang hanya mengirim model CBU antara lain Hino sebesar 605 unit, Hyundai 510 unit, dan Wuling 482 unit. Khusus Wuling, ada unit yang diekspor dibawah nama Chevrolet Captiva. Maklumlah karena Captiva adalah kembarannya Almaz.

Meski menurun, masih ada yang ekspornya meningkat dari tahun sebelumnya. Jadi setidaknya masih ada sisi positif dari penurunan ekspor mobil ini.

Be the first to comment

Leave a Reply