Honda ‘Suntik Mati’ BR-V di Negara Ini, Kenapa ?

RiderTua.com – Mobil – Boleh dibilang Honda BR-V cukup sukses di Indonesia dan beberapa negara lainnya. ‘Saudara’ CR-V ini dapat bersaing dengan model lainnya seperti duo low SUV Terios-Rush. Namun di negara ini, BR-V tak bisa bertahan lebih lama karena aturan emisi, sehingga harus disuntik mati. Honda ‘suntik mati’ BR-V di negara ini, kenapa.

Baca juga: Setelah Civic, Honda Jazz Kebagian Varian Type R ?

Honda ‘Suntik Mati’ BR-V di Negara Ini, Kenapa ?

Melansir autonetmagz.com (02/04/2020), BR-V dihentikan produksinya karena adanya aturan emisi yang cukup ketat di India. Pemerintah setempat sudah menerapkan aturan BS6 untuk dapat menekan polusi yang ada di sejumlah kota. Lebih buruknya lagi, Honda tak bisa membuat mesin BR-V ‘berstandar Euro 6’.

Padahal BR-V sudah lama dijual di Negeri Bollywood sejak tahun 2016 silam. Namun hasil penjualannya selama ini tak terlalu bagus, seperti di tahun lalu yang mencapai 2.857 unit. Dibandingkan dengan penjualannya di Indonesia sebanyak 4.071 unit di tahun yang sama, selisihnya cukup jauh.

Hasil tersebut sebenarnya menurun dari tahun 2018 yang mencapai 7.140 unit. Bisa dikatakan terjadi penurunan penjualan akibat makin banyaknya model baru. Salah satunya Suzuki XL6 yang menawarkan fitur melimpah dengan captain seat.

Dengan ini, BR-V menyusul Mobilio yang disuntik mati duluan, yang ironisnya keduanya dibangun dari platform serupa. Hanya saja Mobilio dihentikan produksinya karena penurunan penjualan yang terus terjadi. BR-V juga akan mengalami nasib serupa, jika tetap dijual.

Nasib keduanya tentu berbeda dengan di Indonesia. Namun baik BR-V dan Mobilio menghadapi persaingan cukup ketat di kelasnya masing-masing. Terlebih BR-V harus ‘berhadapan kembali’ dengan rivalnya, yaitu Suzuki XL7 yang merupakan kembarannya XL6.

Be the first to comment

Leave a Reply