Taksi Online Malah Meningkatkan Emisi Karbon ?

Taksi Toyota Vellfire
Taksi Toyota Vellfire

RiderTua.com – Mobil – Saat ini banyak taksi online yang bertebaran di seluruh dunia, termasuk Indonesia. Makin banyaknya moda transportasi massal tentunya diharapkan masyarakat bisa beralih dari mobil pribadi. Ternyata taksi online dianggap meningkatkan emisi karbon. Taksi online malah meningkatkan emisi karbon.

(Foto: Otomotifnet-GridOto.com)
Baca juga: Maaf, Hyundai Ioniq Belum Bisa Dijual Umum

Taksi Online Malah Meningkatkan Emisi Karbon ?

Memang moda transportasi massal seperti taksi online dianggap mampu membuat masayarakat beralih dari kendaraan pribadi. Namun makin lama jumlah taksi online sudah semakin banyak, termasuk penambahan armadanya. Karena masih bergantung pada mobil bensin, maka inilah yang dianggap menambah jumlah emisi.

Melansir detik.com (26/02/2020), pendapat tersebut diungkapkan melalui hasil penelitian yang dilakukan oleh Union of Concerned Scientists. Tak hanya menambah emisi, tetapi juga menambah kemacetan di perkotaan. Terutama kalau ada yang ‘mangkal’ di pinggir jalan.

Selain itu, penelitian tersebut menyebut kalau dengan keberadaan taksi online belum tentu membuat masyarakat akan berpindah ke moda ini. Pasalnya masih banyak mereka yang mengandalkan kendaraan pribadi saat berpergian. Mungkin karena lebih simpel dan ‘tidak ribet’.

Lalu apa solusi untuk mengatasi masalah tersebut? Mudah saja. Union of Concerned Scientists menyarankan agar perusahaan taksi mulai menggunakan mobil listrik. Dengan begitu, emisi karbon bisa dikurangi dengan kendaraan ini.

Soal itu sudah menjadi hal yang biasa dilakukan oleh sebagian perusahaan taksi. Contohnya di Indonesia, dimana Blue Bird mengandalkan mobil listrik seperti Tesla. Adapun Grab mengandalkan Hyundai Ioniq sebagai armadanya.

Be the first to comment

Leave a Reply