Hey Alvaro! Dia KO Ketika Pindah ke Honda, Karakter Mesin Inline-4 MotoGP Beda dengan WSBK…

Inline-4 memiliki power lebih sedikit sehingga pembalap harus mengendarainya dengan lebih agresif. Ketika mesin inline-4 kehilangan torsi, pembalap harus agresif, sehingga mampu menjaga kecepatan yang baik. Dengan V4 bisa lebih tenang, power melimpah.

RiderTua.com – Alvaro Bautista mendadak menjadi buah bibir di paddock. Dia yang berjaya dengan Ducati V4R kini seperti kesulitan dengan mesin Inline-4 Honda. Bicara tentang karakter atau perilaku motor MotoGP dan WorldSBK ternyata berlawanan arah.. berbeda mas bro. Di MotoGP kita biasa dengan ungkapan mesin inline-4 (Yamaha dan Suzuki) adalah motor yang unggul dalam hal ‘Cornering Speed’. Sementara mesin liar V4 (Ducati dan Honda) akrab dengan top speed tinggi, pengereman kuat dan melejit saat keluar dari tikungan. Alvaro KO ketika pindah ke Honda, karakter mesin inline-4 MotoGP beda dengan WSBK…

Alvaro KO Ketika Pindah ke Honda, Karakter Mesin Inline-4 MotoGP Beda dengan WSBK

Stop & Go

Sangat menarik untuk membandingkan mesin Inline-4 di MotoGP dan WorldSBK. Menurut mantan pembalap Inggris Superbike, Michael Laverty: “Di MotoGP, jika bicara Suzuki dan Yamaha semuanya tentang kecepatan tikungan yang tinggi, cepat dan mengalir. Di WorldSBK justru sebaliknya! Inline-4 di Superbike justru lebih ke arah stop-and-go. Semua akibat karakter mesin, karena V4 di WorldSBK selalu lebih halus”.

Ambil contoh superbike Aprilia dan Ducati selalu memiliki elektronik yang bagus dan mesin akan melaju dengan mulus dari putaran bawah. Gaya ‘Stop and Go’ dari Honda dan Kawasaki sangat berbeda dengan inline-4 di MotoGP. Leon Haslam yang mengendarai Honda 2020 dengan baik karena dia hanya akan agresif jika diperlukan, sedangkan Alvaro tampaknya belum dapat melakukan hal itu karena dia masih terbawa karakter balap V4. Dia ingin melaju dengan kecepatan ‘roll’-nya. Dia harus beradaptasi atau Honda sendiri yang harus mengubah karakter motor dengan setingan.

Mesin V4 di MotoGP ( Honda dan Ducati) menghasilkan lebih banyak power sehingga inline-4 ( Yamaha dan Suzuki) selalu diuntungkan di area tertentu. Mesin inline-4 mempunyai kecepatan di tikungan dan berbelok lebih mudah. Di MotoGP Ducati adalah motor yang sempurna untuk gaya Alvaro. Dia memiliki keunggulan top speed karena gaya dan ukurannya, dan itu terbawa sekarang saat di Honda, tetapi dia mau tidak mau harus beradaptasi.

Di WorldSBK, Yamaha adalah motor dengan mesin inline-4 yang merupakan motor terdekat dengan gaya ‘big bang’ MotoGP. Crossplane Yamaha tidak dekat dengan top speed, tetapi memiliki kecepatan tikungan. Sangat menarik untuk melihat perbedaan itu karena setiap pabrikan di WorldSBK mencoba beradaptasi.

WSBK Terbatas dalam Pengembangan

Bagi Bautista, salah satu tantangan terbesar adalah menjaga dirinya tetap positif dan berupaya menyesuaikan dengan motor barunya. Ini akan sulit baginya mengingat bagaimana dia memulai hal yang baru dengan mesin inline-4. Sementara Jonathan Rea memenangkan lebih banyak balapan dan gelar. Dia terlihat bersenang-senang..

Superbike adalah motor balap ‘terbatas’ yang berbasis sepeda motor produksi. Hanya ada parameter tertentu yang dapat diubah, sehingga sulit untuk tiba-tiba menemukan solusi. Pembalap dan tim tidak segera dapat memiliki sasis atau swingarm baru yang kuat.

Satu lagi yang menjadi kunci adalah ban, di superbike harus membuat motor berfungsi dengan baik pada ban Pirelli dan yang memiliki konfigurasi mesin yang berfungsi baik untuk pembalap. Contoh terkini di MotoGP adalah ban bisa menguntungkan mesin V4 ( Honda-Ducati) dan kadang bekerja baik dengan mesin inline-4 (Yamaha-Suzuki)..

Di WSBK dengan jumlah mesin yang terbatas, pembalap tidak dapat hanya pergi ke pabrik dan menemukan sesuatu yang berbeda. Semua tentang kompromi. Di WorldSBK motor Kawasaki sudah ‘matang’, mereka mengerti banyak dan sekarang mencoba dan membuat perubahan pada geometri dan elektronik dan perubahan ini dapat membuat perbedaan besar tetapi hanya sekali pembalap bisa memahami paketnya, terbatas tidak seperti di MotoGP.

Bautista Cocok dengan Mesin V4

Tahun lalu Ducati memperkenalkan Panigale V4R terbaru dan dengan segera memenangkan 11 balapan, semuanya di tangan Alvaro Bautista…!. Pergantiannya ke Honda mengecewakan, penyebab terbesar kesengsaraan Bautista adalah perubahan konfigurasi mesin V4 (Ducati) menjadi inline-4 (Honda).

Gaya mengendarai sangat berbeda antara V4 dan inline-4. Dengan inline-4, gaya alami menjadi lebih sulit karena motor tidak memiliki power kuat. Memakai V4 pembalap bisa mencoba dan menggunakan power lebih baik saat melalui tikungan. Dengan inline-4 harus agresif di tikungan dan sedangkan dengan V4 dapat menggunakan torsi untuk fokus pada saat keluar tikungan. Alvaro melakukannya dengan sangat baik tahun lalu dengan mesin V4, tetapi power dari inline-4 Honda berbeda.

Inline-4 memiliki power lebih sedikit sehingga pembalap harus mengendarainya dengan lebih agresif. Ketika mesin inline-4 kehilangan torsi, pembalap harus agresif, sehingga mampu menjaga kecepatan yang baik. Dengan V4 bisa lebih tenang, power melimpah..

Bisakah Bautista memahami paket Honda yang terlihat berbeda dari Ducati?.. Meskipun dia adalah pembalap berbakat, tapi kepindahan ke Honda adalah cobaan dan tantangan berat. Ukuran tubuhnya dan gaya balapnya sangat cocok dengan Ducati, mereka langsung menjadi paket untuk dikalahkan di WorldSBK. Kepindahan ke Honda akan membawa banyak tantangan, tergantung adaptasi Honda maupun Bautista untuk mendapatkan yang terbaik dari motornya.

Trending Artikel Minggu Ini ( TOP 7):

  1. Kawasaki Tantang Dorna: Ninja Superbike Diadu dengan Motor Prototipe MotoGP di Sirkuit!
  2. Livery atau Corak Warna Motor MotoGP Terbaik dan Terburuk 2020
  3. Daftar Top Speed MotoGP Qatar Day-1: Ducati Menggila, Suzuki Waspada!
  4. Lorenzo Lontarkan Kata-kata Pedas, Balas Tudingan Zarco!
  5. Setelah Tes Motor Baru, Espargaro Masuk ke Pit dengan Berlinang Air Mata
  6. Stok ‘Pembalap Juara’ Habis, Ducati Balik Kanan Bubar Jalan, Poles Pembalapnya Sendiri!
  7. Hasil Tes Qatar 2020 Day-1: Duo Suzuki Tercepat!

Be the first to comment

Leave a Reply