Pensiun Sesaat, Lorenzo Dianggap Hanya Sandiwara dan Berpura-pura Saja?

Lorenzo terlihat mempersiapkan fisiknya.. Memposting foto-foto perutnya saat latihan di gym. Dia mengindikasikan bahwa dia sedang mempersiapkan tantangan MotoGP lainnya.

RiderTua.com – Ulasan menarik dari media berbahasa Jerman. Bahwa pengunduran diri Jorge Lorenzo hanya tipuan, hoax?.. Lorenzo memang terlihat kesulitan setelah meninggalkan Yamaha, di Ducati sedikit tersendat dan di Honda bahkan jauh dari kata kuat.. Namun akhirnya dia begitu “bersemangat juang 45” ketika kembali ke garasi Yamaha.. Pensiun sesaat, Lorenzo dianggap hanya sandiwara dan berpura-pura saja?

Pensiun Sesaat, Lorenzo Dianggap Hanya Sandiwara dan Berpura-pura Saja?

Namun pembalap Spanyol itu terkadang menunjukkan bakat aktingnya di masa lalu. Tidak mengherankan ketika semuanya menjadi jelas bahwa pada bulan Desember Lorenzo sedang menegosiasikan kontrak uji coba dengan Yamaha. Pekerjaan yang dinilai lebih santuy.. Lagi pula, dia sudah menghasilkan sekitar 30 hingga 35 juta euro dalam tiga tahun ini.

Setelah mematahkan tukang belakangnya Lorenzo menyerah.. Jorge Lorenzo memang mengumumkan pensiunnya dari MotoGP di Valencia. Namun kemungkinan kesepakatan ini telah dibuat pada bulan September, ketika Yamaha secara singkat menggoda Johann Zarco, memberinya batas waktu yang mepet untuk awal Oktober. Pada saat itu, Lorenzo mungkin sudah ada dalam agenda.

Kebenaran Terungkap?

Di GP Valencia, skenario seperti itu ditutupi dengan cara yang brilian. Lorenzo berbicara di GP Valencia di konferensi pers hari Kamis seolah itu adalah perpisahan selamanya. “Saya selalu berpikir bahwa ada empat hari penting dalam kehidupan seorang pembalap: yang pertama adalah balapan pertama Anda, yang kedua adalah kemenangan pertama Anda, kemudian gelar dunia pertama, tidak semua orang bisa melakukannya, tetapi beberapa dari kita mencapainya dan kemudian hari pengunduran diri. Saya di sini hari ini untuk mengumumkan bahwa hari ini telah tiba untuk saya,” kata Lorenzo…

Sambutan Lorenzo itu menerima tepuk tangan panjang dari para pembalap, rekan, manajer dan perwakilan media. “Ini akan menjadi balapan terakhir saya di MotoGP, maka saya akan pensiun sebagai pembalap profesional,” tambahnya.

Sementara itu, kemungkinan wildcard dengan Yamaha di musim 2020 menyeruak lagi. Jorge harus menguji maksimal tiga seri dalam setahun sebagai pembalap. Manajer tim Yamaha Massimo Meregalli mengumumkan pada Oktober 2019 bahwa tim uji MotoGP juga merencanakan balapan individu untuk tahun 2020. “Setidaknya satu,” katanya, itu artinya Lorenzo akan turun balapan paling tidak sekali bukan.

Bahkan Lorenzo terlihat mempersiapkan fisiknya.. Memposting foto-foto perutnya saat latihan di gym. Dia mengindikasikan bahwa dia sedang mempersiapkan tantangan MotoGP lainnya. Mungkin itu sebabnya pengunduran diri Lorenzo menurut media seperti “dipalsukan” di musim gugur dan kemudian kontrak Yamaha di tanda tangani?

Bagaimanapun juga Jorge Lorenzo sekarang memiliki beberapa opsi. Dia bisa tetap menjadi pembalap penguji Yamaha, dia mungkin bisa bergabung dengan Petronas-Yamaha pada 2021 atau kembali ke tim pabrikan Ducati sebagai pengganti salah satu pembalap Andrea Dovizioso atau Danilo Petrucci. Sekarang tidak perlu dipersoalkan lagi: musim transfer 2020 akan sama menariknya dengan musim balapnya.

Referensi: speedweek(04/02/20)

Trending Artikel Minggu Ini ( TOP10):

  1. Perlakuan Yamaha Terhadap Valentino Rossi Memicu ‘Gelombang Anti-Yamaha’ dari Die Hard Fans VR46?
  2. Apakah Rossi Masih Punya Taring? Bos Honda Alberto Puig Menjawab
  3. Valentino Rossi ke Tim Satelit, Petronas Bagai Mendapat Durian Runtuh!
  4. Umpan Ducati Berhasil Goyahkan Skuad Yamaha, Rossi Jadi Korbannya
  5. Paolo Ciabatti: Jonathan Rea Lebih Mudah Dikalahkan daripada Marquez
  6. Pembalap ‘Jahat’ yang Tersisa adalah Alex Rins!
  7. Keputusan Yamaha Membuat Penggemar Valentino Rossi Kecewa?
  8. All-Italia: SKY VR46 Satu-satunya Tim di Dunia dengan 4 Pembalap Italia di Kelas Berbeda
  9. Jorge Lorenzo Resmi Gabung Yamaha, Siap Pacu Motor M1 di Tes Shakedown Sepang
  10. Quartararo Dipinang, Bos Petronas Malah Girang!

Be the first to comment

Leave a Reply