Dampak Aturan Elektronik dan Konsesi di MotoGP dalam 1 Dekade

Tanpa spesifikasi elektronik terpadu, dan tanpa konsesi, Suzuki tidak akan pernah bisa mengalahkan Honda dan Yamaha

RiderTua.com – Pada tahun 2016 semua tim MotoGP (Honda, Yamaha, Ducati dan yg lainnya) menggunakan satu ECU seragam buatan Magneti Marelli. Sementara pabrikan yang belum pernah menang di lintasan kering antara 2013 hingga 2015 memiliki hak konsesi atau kebebasan melakukan pengembangan.. Berikut ini dampak aturan elektronik dan konsesi di MotoGP dalam 1 dekade ..

Dampak Aturan Elektronik dan Konsesi di MotoGP dalam 1 Dekade

Tujuannya adalah menghilangkan jurang pemisah antara tim raksasa Honda dan Yamaha dengan tim lainnya. Memberi kesempatan tim lain untuk menang, sementara biaya juga bisa ditekan.. Tim besar seperti Yamaha dan Honda tidak lagi mendapat keunggulan dari ECU milik mereka sendiri yang jauh lebih canggih. Dan mereka tidak leluasa mengembangkan mesin walau dana mereka tidak terbatas..

Engine Control Unit Magneti Marelli MotoGP

Dampak ECU Terpadu dan Konsesi

Proses ini ternyata berdampak nyata dalam satu dekade ( 2010-2019). Penyeragaman elektronik ini benar-benar mengubah wajah MotoGP. Elektronik terpadu membuat jarak antar pembalap semakin dekat. Selain itu dilihat dari sisi pengembangan teknologi ECU harga untuk mendapatkannya juga lebih terjangkau. Jelas berdampak merobohkan penghalang yang menyulitkan masuknya tim pabrikan baru seperti KTM dan Aprilia.

  • Pada tahun 2010, ada dua dominator pabrikan yang menang ( Yamaha dan Honda), dan satu pabrikan Ducati karena faktor “Casey Stoner”.
  • Pada tahun 2019, ada empat pabrikan yang mampu memenangkan balapan ( Honda, Yamaha, Ducati, Suzuki) atau bisa dibilang, tiga pabrikan yang mampu menang, dan satu pabrikan yang seharusnya mampu menang, tetapi karena faktor “Marc Marquez”.. Dua pabrikan membuat kemajuan pesat dan mendekati keberhasilannya ( KTM dan Aprilia).

Bagaimana Jika Tanpa Aturan baru?

Tanpa spesifikasi elektronik terpadu, dan tanpa konsesi yang memungkinkan tim selain Yamaha dan Honda untuk menguji dan mengembangkan selama musim berjalan, maka:

  • Suzuki tidak akan pernah bisa mengalahkan Honda dan Yamaha.
  • Tanpa aturan ECU, Ducati akan berjuang untuk menjadi runner-up dalam kejuaraan selama tiga musim terakhir.
  • Aprilia tak akan mampu turun ke MotoGP melihat kekuatan finansial Honda dan Yamaha.
  • Dan KTM harus menghabiskan dua kali lebih banyak uang untuk bisa berkembang cepat seperti sekarang.

Trending Artikel Minggu Ini ( TOP7):

  1. 5 Berita Utama yang Akan Menjadi Pusat Perhatian dan Kejutan di MotoGP 2020
  2. MotoGP 2020: Senjata Rahasia Baru Ducati, Swingarm dengan Proses Selective Laser Melting
  3. Valentino Rossi Pindah Tim Satelit Yamaha, Jadi Bahan Tertawaan atau Langkah Cerdik?
  4. Motor yang Dirindukan Rossi adalah Honda RC211V ‘Big Bang’ 5 Silinder!
  5. Marc Marquez: MotoGP 500cc Motor Balap Tanpa Elektronik, Honda NSR500 Motornya Pria Sejati!
  6. Rossi Belum Bisa Juara Dunia dengan Mesin 1000cc, Namun Valentino Penguasa MotoGP 990cc!
  7. Banyaknya Penggemar dan Media Membuat Rossi Tidak Bisa Menikmati Kehidupan di Paddock Lagi

Be the first to comment

Leave a Reply