Performa ‘Killer’ El Diablo, Pantas Pakai Motor Spek Pabrikan Tahun Depan, Sekarang Jangan!

RiderTua MotoGP – Yamaha adalah motor yang bersahabat bagi pembalap baru dengan gaya balap yang tepat. Rookie MotoGP Fabio Quartararo dimusim perdana-nya sudah kantongi lima start di barisan depan, dua podium dan dua lap tercepat hanya dalam enam seri. Bukan tanpa cela, ‘nol poin’ juga dialaminya, masalah teknis di Jerez dan kesalahan balapan pertama di Sachsenring. Namun pembalap Prancis itu masih bercokol di urutan delapan dalam peringkat dunia. Performa ‘Killer’ El Diablo, pantas pakai motor spek pabrikan tahun depan, sekarang jangan!

Performa ‘Killer’ El Diablo

‘El Diablo’ Quartararo juga membuat bulu kuduk lawan merinding dengan performa “Killer”nya, dan kini melaju untuk memimpin di klasemen Rookie of the Year, meskipun mengendarai M1 dengan spesifikasi terendah. Awalnya, pembalap berusia 20 tahun itu akan mendapatkan M1 versi lama ( 2018), dinamai motor spesifikasi ‘B’, tetapi tahun ini akhirnya ditingkatkan menjadi spek ‘A’.

Pantas Pakai Motor Spek Pabrikan Tahun Depan

Quartararo memiliki mesin dan sasis 2019 yang sama dengan pembalap Yamaha lainnya. Namun, karena harga paket motor dia yang lebih murah, Quartararo putaran mesin dibatasi lebih rendah (500-1000rpm) agar awet. Karena hanya punya lima mesin (yg lain 7 mesin), ditambah suspensi non karbon dan aerodinamika model tahun lalu. Bos tim Razlan Razali mengatakan, “Saya pikir Fabio pantas untuk memakai motor pabrikan tahun depan, dan saya tidak bisa membayangkan seperti apa dia nantinya jika dia menggunakan motor pabrikan !”

Kenapa tahun ini belum waktunya ?

Menjalankan dua mesin spesifikasi pabrikan akan membutuhkan anggaran tambahan dari Petronas dan sumber daya teknis yang lebih besar dari Yamaha. Sementara bos tim Razlan Razali meragukan apakah paket Quartararo dapat ditingkatkan selama musim ini. Dan enggan untuk mengubah sesuatu yang jelas-jelas bekerja dengan baik. “Saya tidak ingin mengubah apa yang dinikmati Fabio saat ini. Satu hal yang saya tahu dari Diego Gubellini, kepala krunya, adalah bahwa Fabio hanya harus menyesuaikan gayanya dengan motor dengan perubahan minimal.”

Jadi dengan spek yang sekarang dia lebih tepat karena masih dalam tahap belajar..

Referensi : crash.net (29/07/19)

Be the first to comment

Leave a Reply