Penjelasan Strategi Mapping Engine Yamaha M1, Bagaimana Fabio Quartararo Bisa Cepat !

0

RiderTua MotoGP – Gambar diatas adalah ilustrasi dari motor Ducati dimana tombol berwarna merah digunakan untuk mengatur mapping power. Untuk tim satelit Ducati ada tiga mapping yaitu A, B, dan paling rendah C. Cara kerjanya setiap kali tombol merah ditekan maka mapping akan berubah turun hingga C dan jika ditekan lagi akan kembali Mapping A. Mapping adalah mode dari setingan ECU yang telah disesuaikan dengan kondisi “Medan Perang”. Berikut Penjelasan Strategi Mapping Engine Yamaha M1, Bagaimana Fabio Quartararo Bisa Cepat !

Penjelasan Strategi Mapping Engine Yamaha M1, Bagaimana Fabio Quartararo Bisa Cepat !

Fabio Quartararo sebagai debutan di MotoGP tampil sangat mempesona. Bagaimana El Diablo bisa cepat dengan motor Yamaha bukan sebuah kebetulan. Di trek kecepatannya bukan sebuah spontanitas. Namun merupakan hasil dari sebuah metode balap yang ter-ukur dan tertata apik oleh tim dan pembalapnya melalui engine Mapping …

Fabio Quartararo walau masih muda dan baru berusia 20 tahun, tetapi dalam hal kerjasama dan komunikasi dengan tim dia menunjukkan sikap dewasa. Pembalap Petronas Yamaha itu pribadi yang tetap sederhana dengan kerendahan hati. “Saya masih harus banyak belajar tentang motor ini. Misalnya, ketika saya melihat data Valentino dan Maverick, saya melihat pengalaman mereka dalam mengendalikan gas. Saya masih harus belajar hal-hal ini dari mereka.”

Strategi Mapping Engine Yamaha M1 – Quartararo

Lap Time ( waktu 1 putaran) terbaik memang tidak mudah dicapai. Di MotoGP, harus pandai mengelola ban, kemudian cari tahu apakah tangki penuh atau hampir kosong. Secara garis besar Fabio harus memperhatikan ada 3 mapping untuk power dan pengereman mesin (engine brake) di Yamaha M1.

Pembalap harus fokus terutama saat harus pindah ke pemetaan ( mapping) lain. Fabio Quartararo mengubah pemetaan mesin dua atau tiga kali dalam balapan. Dan itu tergantung pada sirkuit. Jika berada di trek dengan sangat sedikit grip (daya cengkeram), pembalap bekerja lebih banyak dengan pemetaan power mesin. Juga tergantung pada jenis ban belakang yang telah dipilih untuk balapan. Untuk kondisi ini Fabio hanya akan mengganti pemetaan power mesin sekali atau dua kali, hal yang sama berlaku untuk pemetaan rem mesin ( engine brake).

Penjelasan Power Engine Mapping

Pembalap MotoGP memiliki kebebasan menentukan pilihan pemetaan mesin (engine map) yang dapat mereka pilih melalui tombol stang, selama balapan. Secara umum memang ada 3 tingkatan power mapping, mis : A adalah power mesin maksimum dan B dan C seterusnya adalah mapping dengan power mesin berkurang. Dimana pengurangan power ini dilakukan saat kondisi grip ban turun. Ada pula pembalap memilih Mapping B diawal lomba dengan tujuan menghemat ban dan bahan bakar. Kemudian mengaktifkan mapping A yang powerfull untuk akhir balapan.

Leave a Reply