Renault Masih Tetapkan Target Penjualan Walau Aliansi Tertimpa Masalah

aliansi-renault-nissan-mitsubishi
(foto: News Okezone.com) aliansi-renault-nissan-mitsubishi

RiderTua Mobil – Aliansi Mitsubishi-Nissan-Renault sudah berjalan selama beberapa bulan. Tujuan dari aliansi ini tak lain untuk mengurangi biaya produksi dan pengembangan mobil. Ketiga produsen mobil ini bahkan bisa saling berbagi platform. Renault masih tetapkan target penjualan walau aliansi tertimpa masalah.

Baca juga: Ada Apa Dengan Nissan di Tahun 2018 ?
(Foto: Inside EVs)

Renault Masih Tetapkan Target Penjualan Walau Aliansi Tertimpa Masalah

Namun belakangan ini aliansi tiga sekawan ini mengalami masalah. Hal tersebut terjadi setelah mantan bos Nissan, Carlos Ghosn, dituduh melakukan manipulasi data keuangan. Walau dia merasa tidak bersalah, namun ia tetap akan diperiksa untuk penyelidikan lebih lanjut.

Akibatnya tentu berimbas pada aliansi tiga sekawan ini. Nissan dan Mitsubishi mulai menegang sejak kasus ini terungkap. Lalu bagaimana dengan Renault?

Sebagai satu-satunya produsen mobil asal Eropa dalam aliansi ini, Renault mengatakan bahwa masalah tersebut tidak akan menganggu aktivitas penjualannya. Bahkan tak mau mengomentari soal krisis kepemimpinan yang menimpa aliansinya saat ini.

Mengenai penjualan, pada tahun 2018 lalu Renault mencatat kenaikan penjualan hingga 3,2 persen. Renault mendapat persaingan ketat dari PSA Group yang memegang merek Peugeot, Citroen, DS, Opel, dan Vauxhall. Renault menarget pada tahun 2019 ini, penjualan di pasar Eropa dan global bisa stabil, sementara untuk Rusia dan Brazil masing-masing tumbuh 3-10 persen.

Hari Kamis lalu, Renault mengumumkan bahwa mereka tengah mencari pengganti Ghosn bersama pemerintah Prancis. Pertemuan tersebut akan dilakukan beberapa hari lagi. Akan ada beberapa tokoh penting yang diundang, mulai dari Thierry Bollore (wakil ketua Renault) sampai Jean-Dominique Senrad (CEO Michellin).

Be the first to comment

Leave a Reply