Runtuhnya Tahta Yamaha di Austria dan Janji Kouji Tsuya

Kouji Tsuya yang menjadi penanggung jawab Proyek Yamaha M1 meminta maaf para Rossi dan Vinales




RiderTua MotoGP – Pihak Manajemen Yamaha ambil langkah yang belum pernah dilakukan hingga saat ini. Dimana mereka minta maaf secara terbuka kepada pembalapnya yaitu Valentino Rossi dan Maverick Vinales. Pastinya hal ini sehubungan dengan permintaan berulang dari ridernya  akibat kurangnya akselerasi motor. Namun belum kunjung dipenuhi markas Iwata. Akibatnya sesi kualifikasi Red Bull Ring Austria menjadi yang terburuk dalam beberapa tahun. Berikut ini cerita runtuhnya tahta Yamaha di Austria dan Janji Kouji Tsuya, pimpro Yamaha M1 Jepang.

Kouji Tsuya meminta maaf pada ridernya

Melalui  Marketing & Communications manager William Favaro, Yamaha menyatakan berhutang pada pembalap mereka dan juga media untuk penjelasan masalah itu. Favaro yang diapit oleh Managing Director Lin Jarvis, Direktur Tim Massimo Meregalli dan Yamaha MotoGP Group Leader and M1 Project Leader Kouji Tsuya.

Kouji Tsuya yang menjadi penanggung jawab Proyek Yamaha kemudian memberikan pernyataannya,

“Hari ini adalah hari yang sangat sulit bagi kami. Kami sedang berjuang. Aku harus meminta maaf kepada para pembalap atas performa dan akselerasi yang kurang pada hari ini.”kata Tsuya,

Kouji  membenarkan bahwa performa motor dalam hal akselerasi, terkait dengan ketepatan pengiriman power motor ke roda masih kurang. Adalah penyebab masalah tim di trek yang mereka ketahui sebagai “paling tersulit” dengan kelemahan Yamaha M1.

Runtuhnya Tahta Yamaha di Austria

Runtuhnya tahta ( baca: memalukan) Yamaha di Austria. Dimana saat sesi latihan, motor Yamaha juga mengalami kendala mekanis Vinales alami masalah sensor pada mesinnya. Kemudian Rossi mengalami kegagalan sprocket. Sehingga terlihat motor Yamaha kurang “tangguh” hal ini menurut Tsuya akan dilakukan perbaikan.  Menurutnya Jepang sedang berjuang dan meminta maaf kepada para pembalapnya. Sekarang Jepang bekerja keras untuk menemukan solusinya. Setelah balapan ini markas akan melakukan tes pribadi di Misano, sebelum Silverstone. Dan juga setelah Silverstone Yamaha juga akan tes di Aragon untuk mencari solusi. Namun saat ini tim akan berkonsentrasi untuk balapan Minggu untuk mendapatkan hasil yang lebih baik.

Berikut ini langkah yang akan diambil Yamaha

Meregalli kemudian memberikan rincian lebih lanjut tentang tes yang akan dilakukan menegaskan bahwa yang mereka tunda dan beberapa bagian yang diusulkan untuk tahun depan tidak terkait dengan elektronik. Namun yang di kembangkan adalah bagian-bagian mesin yang tidak dapat digunakan musim ini karena larangan untuk “memodifikasi”. Yamaha akui mereka terlambat dalam pengujian, dimana seharusnya menguji sesuatu yang baru di awal seri Misano, tetapi mereka menundanya dan harapanya mereka dapat menguji pengaturan baru ini di Aragon. Namun demikian di Misano Yamaha akan mulai menguji sesuatu untuk tahun depan dan bukan sesuatu yang terkait dengan elektronik. Namun yang pasti semua akan dirombak total walau Rossi sudah merasa cocok dengan paket yang ada sekarang. Seperti kata Tsuya ( pimpinan proyek M1), drive, atau power delivery sangat penting. Dan ini juga fokus Yamaha dalam pengembangan mesin balapnya untuk tahun depan.



Be the first to comment

Leave a Reply