GP Belanda: Posisi 3 Bagi Rossi Tidak Masalah Karena Tidak Muda Lagi !




RiderTua MotoGP – Sesi latihan Sabtu memberikan drama tersendiri bagi Valentino. Di pagi hari (FP4) dia mengambil kecelakaan tak lain tujuannya adalah ingin lebih cepat lagi, “saya berharap lebih cepat dan, seolah-olah itu tidak cukup” katanya hingga dia alami crash. Dan itu bukan cara terbaik untuk mempersiapkan kualifikasi, tetapi Rossi telah membuktikan di 15 menit terakhir mampu berada di barisan depan. Dan itu dirasa sudah cukup melihat usianya memang tidak muda lagi. Posisi 3 bagi Rossi tidak masalah karena tidak muda lagi

“Biasanya ( saat kualifikasi) ada setidaknya dua atau tiga grup pengendara di trek, sementara hari ini (Assen)kita semua turun trek bersama-sama. Di Assen, slipstream dapat membuat perbedaan, terutama di sektor akhir, dan semuanya tergantung pada bagaimana perasaan Anda. Keberuntungan juga berperan dan hari ini saya berada di tempat yang tepat. Aku senang”. Kata Rossi dilansir gpone.com (30/06/18).

Namun Rossi merasa itu baru permulaan. Bagian yang penting adalah balapan, tetapi menurutnya memulai balapan di barisan depan adalah bagus. Valentino senang dengan posisi ini, karena setelah alami kecelakaan dia harus mendapatkan kepercayaan diri dan kecepatannya kembali, dan dia sudah melakukan itu. Dia tahu bisa melakukannya dengan baik di babak kualifikasi setelah cepat saat sesi latihan.

Apakah target Rossi menang ?

Ketika ditanya apakah Valentino juga memiliki kecepatan untuk membidik kemenangan di Assen?

“Aku suka untuk itu ( menang). Ketika saya masih muda, akan memenangkan lebih banyak, saya senang ketika saya pulang dengan poin dimulai dengan 2 ( finish posisi-1 atau 2), jadi untuk tempat pertama atau kedua. Sekarang 16 poin juga oke ( posisi ke-3 cukup), karena podium selalu penting. Saya kuat, tetapi masalahnya orang lain juga kuat ”.

Dalam kesempatan itu Rossi juga bicara realita bahwa Marquez adalah yang terkuat, kemudian ada Dia, Vinales, Dovizioso dan Crutchlow yang akan bertarung didepan. Balapan sekarang dibandingkan 15 tahun lalu sangat berbeda, kini semua jaraknya berdekatan ( ketat) dan bahkan di Assen lebih ketat lagi.

Pilihan ban akan menjadi faktor kunci …

“Ini ( ban yang tepat) akan sangat penting, karena pada akhirnya ketiga tipe ban belakang adalah pilihan yang tepat untuk balapan. Dengan Bridgestone itu hampir mustahil untuk salah, karena hanya satu yang berhasil, sekarang lebih menarik. Terkadang Anda dapat memiliki keuntungan kecil, atau kerugian. Saya masih perlu untuk mendapatkan ide yang bagus ”.

Hasil Kualifikasi MotoGP Assen

1 Comment

  1. Mbah rosso start di grid 3 di usia 39 itu ngga buruk meski di Assen yg notabene sirkuit “jajahan”nya krn lawannya juga kuat secara tim. Jgn lupa pula mbah rosso di usia tuwir masih bisa kalahkan team matenya yg lebih muda. Kenapa bisa? pengalaman, mindset (hal2 non teknis), dll. Sayang dia adl terlalu cepat meninggalkan tim repsol dan sempat gabung ducati (takdir ga bisa ditolak). Seandainya tidak, mungkin dia sdh pensiun dg tenang krn melampaui rekor Agostini di kelas utama. Saat press conference habis Q2, dia bilang sekarang balap tdk se”romantis” jaman dia dulu yg lebih simpel, sekarang hrs perhatian pd hal2 detil (kapan ngerem, ngegas, buka/tutup kopling dll), boring bagi dia. Mungkin regulasi durna semakin ketat yg ga rela ada tim yg sangat dominan di motoGP. Maka, klo skrg masih ada tim/rider yg dianggap “dominan” dg juara dunia beruntun berarti emang luwar biyazah :p

Leave a Reply