Kendaraan dengan tingkat emisi tinggi bakalan kena “biaya tambahan”……..

Ada istilah baru yang ada hubungannya dengan Otomotif yaitu CUKAI bukan cuka

Cukai adalah pungutan negara yang dinakan terhadap barang-barang tertentu yang mempunyai sifat dan karakteristik tertentu, yaitu: konsumsinya perlu dikendalikan, peredarannya perlu diawasi, pemakaiannya dapat menimbulkan dampak negatif bagi masyarakat atau lingkungan hidup, atau pemakaiannya perlu pembebanan pungutan negara demi keadilan dan keseimbangan.

Di Indonesia, cukai dipungut oleh Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Departemen Keuangan Republik Indonesia. Barang kena cukai meliputi:

1.Etil alkohol atau etanol, dengan tidak mengindahkan bahan yang digunakan dan proses pembuatannya
2.Minuman yang mengandung etil alkohol dalam kadar berapa pun, dengan tidak mengindahkan bahan yang digunakan dan proses pembuatannya, termasuk konsentrat yang mengandung etil alkohol
3.Hasil tembakau, yang meliputi sigaret, cerutu, rokok daun, tembakau iris, dan hasil pengolahan tembakau lainnya, dengan tidak mengindahkan digunakan atau tidak bahan pengganti atau bahan pembantu dalam pembuatannya.(Wikipedia)


Sehubungan dengan hal ini Kementerian Keuangan RI sedang melakukan riset untuk kebijakan penggenaan cukai atas emisi kendaraan bermotor.

prosesnya kira-kira sebelum perpanjangan   STNK   pemilik   melakukan uji emisi kendaraannya. kemudian Hasilnya akan digunakan untuk menentukan seberapa besar cukai yang harus dibayar. Semakin tinggi tingkat emisinya maka semakin besar biaya yang harus dibayar….dan dibayarkan setahun sekali…

Dasar hukumnya  cukai atas emisi kendaraan bermotor adalah Pasal 2 ayat (1) UU No. 39 tahun 2007 tentang cukai yang isinya Cukai dikenakan atas barang-barang tertentu yang mempunyai sifat atau karakteristik:–>”pemakaiannya dapat menimbulkan dampak negatif bagi masyarakat atau lingkungan hidup.”

Ada beberapa hal menurut pendapat RT: Pengenaaan cukai ini apakah hasilnya digunakan untuk memperbaiki prasarana juga..? dimana bila pendapatan cukai ini digunakan untuk pembangunan sektor lain maka tidak tepat sasaran…karena kendaraan dengan polusi tinggi adalah karena: masyarakat membeli (mampunya)kendaraan yang sudah tidak layak (bukan Injeksi dan teknologinya jadul)…masyarakat tidak akan naik kendaraan pribadi yang berpolusi tinggi bila sarana angkutan layak… dan satu lagi…orang kaya gak bakalan kena cukai…wong mobil mereka baru terussss…. dan canggih :mrgreen:

52 Comments

  1. presidene tmbh koplak, kono pangano wae cukai ne, nk nggawe aturan ra mutu, midun wae kno dadi gelandangan wangun kwe….

  2. wah berarti kendaraan pribadi macem motor akan nambah terus donk pak RT, hampir semua mobil angkutan pada ngebul semua. beli baru yang lulus uji euro 2? 1 bus aja harganya bisa 1M lebih. mw memperbaiki? ya sami mawon tetep kena uji emisi. hasilnya? ya makin banyak motor2 dan mobil baru dan angkot2 akan menghilang dari peredaran karena para pengusaha angkot dan transportasi gak bisa mengganti seluruh armada nya.

    taruhlah PO Bus A dengan jumlah armada 1000 bus dengan bus yang lulus uji 300 bus. berarti harus mengganti 700 bus sisanya. kalau dianggap 1 bus 1M maka harus mengeluarkan biaya 700M?

    apa bagusnya sih peraturan ini? menekan orang kecil agar beli motor baru gitu? menghilangkan angkot2 dari jakarta dan sekitarnya?

    😆 :mrgreen:

    • wkwkwkwkwkwk… 😆
      pasti kena om… ya kalo kena pajak tambahan sekalian beli motor baru aja. abis ganti plat abis itu udah gak usah di pake2 lg… simpen sebagai kenang2an. terus untuk angkot gimana pemberlakuannya ya? apa ada salam tempel? or bener2 di terapkan? kalo bener2 di terapkan wah 80% angkot di jakarta akan menghilang digantikan dengan motor2 baru dan mobil baru. plat ganjil genap? ya bisa di akali toh?

      😆

    • ah aparat sini “wani piro” dulu 😀 ada uang bisa jln,mau ngebul ke,mau ancur ke 😆 ente kaya yg baru aja hidup d negeri ini :mrgreen:

  3. metromini atau kopaja mau dikenakan cukai tinggi??????????

    uji emisi kopaja dan metromini aja bisa lolos kok????????????

    • mana ada pak? Sampeyan itu seperti orang baru aja di negri ini.
      Banyak orang yg dikasih amanat mengurus duit negara, duit rakyat, tapi kenyataannya mereka malah MENGURAS.

  4. yg ngomong spt itu orang ato bukan pak?
    Apa belum cukup para petinggi negara menghisap darah rakyatnya?
    Bagi rakyat kecil, soal duit menyangkut urusan perut.
    Lha wong tingkat perekonomiannya mundur, koq malah mau dibebani dg pungutan pungutan yang sepertinya dipaksakan keberadaannya.
    Dulu dg penghasilan 300rb, orang bisa cukup menafkahi keluarganya, sekarang jangankan menafkahi, buat beli beras aja kurang. Apa itu yg dinamakan kesejahteraan meningkat?
    Kenapa yg jadi korban selalu rakyat kecil??

  5. klo bakar sampah dalam drum berarti drumnya kena cukai juga mbah…. kan bikin polusi tuh hehe….. sementara bakar calon lahan tanaman sawit ribuaan hektar ngga kena cukai apa2 tuh 🙂

  6. kebijakan wagu terlalu mekso, yang disalahin konsumennya? lebih lanjutnya emisinya?

    why? kenapa ga bangun transport massal aja? sedangkan produsen diberi keleluasaan produksi motor dan boil yang kian tahun bertambah sedangkan infrastruktur jalan dsb ga memadai?

    lalu klo udah padet macet yang disalahin konsumennya? lebih lanjut emisinya?

    klo mo nganut kebijakan luar langsung euro 5, kebijakan mobil dipres tiap 5 tahun sekali, namun di sana infrastruktur lebih nyaman, canggih, komplit

    yakin? yakin diterapkan? yakin tepat sasaran?

  7. kebijakan wagu terlalu mekso, yang disalahin konsumennya? lebih lanjutnya emisinya?

    why? kenapa ga bangun transport massal aja? sedangkan produsen diberi keleluasaan produksi motor dan boil yang kian tahun bertambah sedangkan infrastruktur jalan dsb ga memadai?

    lalu klo udah padet macet yang disalahin konsumennya? lebih lanjut emisinya?

    klo mo nganut kebijakan luar langsung euro 5, kebijakan mobil dipres tiap 5 tahun sekali, namun di sana infrastruktur lebih nyaman, canggih, komplit

    yakin? yakin diterapkan? yakin tepat sasaran??

  8. kebijakan wagu terlalu mekso, yang disalahin konsumennya? lebih lanjutnya emisinya?

    why? kenapa ga bangun transport massal aja? sedangkan produsen diberi keleluasaan produksi motor dan boil yang kian tahun bertambah sedangkan infrastruktur jalan dsb ga memadai?

    lalu klo udah padet macet yang disalahin konsumennya? lebih lanjut emisinya?

    klo mo nganut kebijakan luar langsung euro 5, kebijakan mobil dipres tiap 5 tahun sekali, namun di sana infrastruktur lebih nyaman, canggih, komplit………

    yakin? yakin diterapkan? yakin tepat sasaran? :mrgreen:

  9. kebijakan wagu terlalu mekso, yang disalahin konsumennya? lebih lanjutnya emisinya?

    why? kenapa ga bangun transport massal aja? sedangkan produsen diberi keleluasaan produksi motor dan boil yang kian tahun bertambah sedangkan infrastruktur jalan dsb ga memadai?

    lalu klo udah padet macet yang disalahin konsumennya? lebih lanjut emisinya?

    klo mo nganut kebijakan luar langsung euro 5, kebijakan mobil dipres tiap 5 tahun sekali, namun di sana infrastruktur lebih nyaman, canggih, komplit………

    yakin? yakin diterapkan? yakin tepat sasaran? :mrgreen:

    *komenku sing iki nyangkut 🙁

  10. kebijakan wagu terlalu mekso, yang disalahin konsumennya? lebih lanjutnya emisinya?

    why? kenapa ga bangun transport massal aja? sedangkan produsen diberi keleluasaan produksi motor dan boil yang kian tahun bertambah sedangkan infrastruktur jalan dsb ga memadai?

    lalu klo udah padet macet yang disalahin konsumennya? lebih lanjut emisinya?

    klo mo nganut kebijakan luar langsung euro 5, kebijakan mobil dipres tiap 5 tahun sekali, namun di sana infrastruktur lebih nyaman, canggih, komplit………

    yakin? yakin diterapkan? yakin tepat sasaran? :mrgreen:

    *komenku sing iki nyangkut huks

  11. kebijakan aneh, yang disalahin konsumennya? lebih lanjutnya emisinya?

    why? kenapa ga bangun transport massal aja? sedangkan produsen diberi keleluasaan produksi motor dan boil yang kian tahun bertambah sedangkan infrastruktur jalan dsb ga memadai?

    lalu klo udah padet macet yang disalahin konsumennya? lebih lanjut emisinya?

    klo mo nganut kebijakan luar langsung euro 5, kebijakan mobil dipres tiap 5 tahun sekali, namun di sana infrastruktur lebih nyaman, canggih, komplit………

    yakin? yakin diterapkan? yakin tepat sasaran? :mrgreen:

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*