Pabrikan Vs CRT atau all CRT Team..???


Masalah Dana…?? yah klasik memang setiap tim balap yang selalu berlomba menciptakan motor tercepat akan mengeluarkan segenap kekampuan baik dari masalah tenaga,fikiran dan dana…dari situ akan terlihat tim yang mempunyai kekuatan finansial besar akan dengan mudah “mengalahkan” tim “kecil” biaya riset berapapun akan bisa ditebus dan hasilnyapun akan mendominasi setiap musim..apalagi dipadu dengan rider jago…

Salah satu upaya untuk menyiasati agar peserta yang kurang dana dengan menekan biaya seminim mungkin, diharapkan akan menambah jumlah tim yang ikut serta… tapi bagaimana kedepan jika spek mesin motoGP 11-12 dengan superbike..apa gak akan tenggelam pamornya ??? disini daya tarik rider akan berperan..pembalap sekelas Rossi,stoner,lorenzo akan menjadi magnet gelaran motogp… ibarat walau mereka pakai motor bebek akan tetap menarik aksinya jika Rossi & para alien yang bawa motornya 😆

18 Comments

  1. Gak seru ah kalo MotoGP dijadiin setara CRT. Apa artinya dong prototype?
    Makanya kalo buat regulasi, buat yg bertahan lama dong. Liat tahun 80 – 90 adem2 aja. Kayaknya gak ada batasan ini & itu. Yang penting isi silindernya 500cc 2 stroke.
    Kalo mau ngurangin biaya, harusnya batesin jumlah sesi free practice. Free practice jadiin 2 sesi aja soalnya kelamaan, ngabiisin bensin, oli, ban dll. dan juga ngurangi resiko pembalap kecelakaan sebelum tanding.
    Sekarang F1 sama jeleknya kayak motogp. Kubikasi mau dijadiin 1600cc 6 silinder turbo, dari yang 2400 cc 8 silinder. Apa bagusnya kayak gitu? Justru orang2 nonton balapan seperti ini (MotoGP & F1) karena ingin dengar raungan mesin yg bisa teriak sampe 18000 rpm & akselerasi sadis

      • Saya tau, biaya motor prototype emang gede. Tapi apa gak ada aturan lain supaya motor prototype gak dibatasin & punya performa prototype murni?
        Kenapa gak bikin aturan lain saja, misalkan seperti balapan di Le Mans?
        Di Le Mans, yg balapan campur aduk, ada lima kelas: LMP1, LMP2, GT1, GT2, GT3.
        Yang ikut LMP1 sangat dikit, mungkin kurang dari delapan. Mungkin kalo LMP1 yg balapan sendiri jadinya gak seru. Tapi karena balapan dicampur aduk dengan mobil kelas rendah yg inferior balapannya tetep rame.
        Loh kok bisa digabung? Juaranya gimana dong? Terus gimana nasib mobil inferior?
        Bisa, jadi di Le Mans ada sistem juara umum dan juara kelas. Tiap pembalap gak usah pusing2 juara 1 umum, tapi cukup fokus gimana agar jadi juara di kelasnya.
        Biasanya yg jadi juara umum ya LMP1 atau LMP2. Kadang pernah ada mobil GT yg nyodok jadi juara umum (kalau sanggup).
        Kalo MotoGP dibuat sistem seperti ini (maksudnya sistem juara umum & juara per kelas) pasti lebih seru. Jadi CRT gak perlu berkecil hati & tetep pede, karena cukup fokus jadi juara di kelas CRT misalnya. Syukur2 bisa ngasepin kelas prototype. Yang penting kan yg namanya prototype tetap prototype. Betul gak!?

      • sepertinya mau ngikuti F1 kali yah… Redbull Racing(atau apa yah timnya Vettel tuh namanya) bisa pecundangi tim pabrikan Renault dimana yang dipakai adalah mesin Renault… tapi memang kalau di F1 aerodinamika berperan besar… nah kalau pakai system F1 ya maybe seru juga.. IMHO

      • LMP1 itu singkatan dari Le Mans Prototype 1. LMP2 = Le Mans Prototype 2. Biayanya luar biasa mahal (bisa 5 – 10 kali lipatnya biaya MotoGP ). Tapi balapan mereka sukses tuh, banyak yg nonton. Bahkan banyak yang komentar, balapan Le Mans lebih seru dari F1.
        Sistem juaranya dibuat mirip Le Mans aja, tapi balapannya gak 24 jam. Yg Le Mans series aja cuma beberapa jam.
        Mengenai mobil GT pernah juara umum itu adalah McLaren F1 GTR, tahun 1995. Dari kelas GT1 kalo gak salah.
        Yang penting prototype jangan sampe musnah.

      • kalo mau ngikutin F1, harusnya tim pabrikan nyuplai mesin ke tim CRT juga dong. Lah kalo dari mesin aja dah gak bisa bersaing, gimana mau menang?
        Tim RBR menang bukan karena aerodinamika aja yg hebat, tapi KERS & DRSnya juga hebat IMHO

      • Shelby SuperCars Tuatara says:
        4 Desember 2011 pukul 1:15 pm

        kalo mau ngikutin F1, harusnya tim pabrikan nyuplai mesin ke tim CRT juga dong. Lah kalo dari mesin aja dah gak bisa bersaing, gimana mau menang?
        Tim RBR menang bukan karena aerodinamika aja yg hebat, tapi KERS & DRSnya juga hebat IMHO

        ngga kuat belinya, masbro. aspar aja sampai milih CRT daripada GP12. tapi idenya burgess menarik, yaitu pabrikan memotong harga motor prototypenya. atau pabrikan menjual mesin prototype ke kompetisi domestik (misalnya seperti road race se indonesia) jadi biaya produksi yang mahal bisa ditutup dengan penjualan yang tidak hanya pada satu kompetisi. (kalau ngga salah baca).

        justru RBR menang karena aerodinamika mobil paling bagus. si andrian newey jitu memanfaatkan celah regulasi. kalau KERS sering error sampai hampir petengahan musim kalau ngga salah. DRSnya hampir sembang dengan yang lain. tapi dengan DRS di musim ini, jadi sering kita liat overtake ditrek lurus.

  2. Biaya terbesar tiap tim motogp ada pada pemakaian peralatan elektronikanya. Kalau mau seru dan rame, cabut ajah perangkat elektronika yang mahal2 itu kayak waktu motogp masih 990cc. Jadi tiap tim bisa kompetitif, lha kalau sekarang? Cuma tim yang memiliki perangkat elektronik tercanggih ajah yg menang

    • bener…kakean elektronik…sampe2 skil pembalap ga seberapa pengaruh…kurang nyeni..mosok kabeh2 elektronik..traction control, abs, anti wheely dll…

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*