RiderTua.com – Meski baru seumur jagung, performa penjualan M6 DM di Indonesia sudah nggak bisa diragukan lagi. Penjualannya yang tembus 1.000 unit memberikannya keunggulan atas kompetitor sekelasnya, terutama dari grup Chery yang masih mendominasi pasarnya.
▶Daftar Isi
M6 DM Bisa Terjual 1.000 Unit Dalam Sebulan
BYD M6 DM mungkin menjadi model yang dianggap biasa saja, apalagi modelnya diluncurkan tepat ketika pasar PHEV diramaikan oleh mobil SUV. Bahkan Chery Tiggo 8 CSH menjadi lawan yang cukup tangguh baginya mengingat model ini yang memimpin pasarnya sampai sekarang. Tapi bukan berarti mobil MPV seperti M6 DM nggak bisa menyaingi Tiggo 8 CSH, terbukti dengan hasil penjualan yang didapatnya dalam beberapa bulan terakhir.

Bulan Juli lalu, BYD M6 DM mampu menjual sebanyak 1.000 unit, padahal modelnya masih terbilang sebagai mobil baru. Tapi ini sudah cukup untuk membuatnya unggul jauh atas Tiggo 8 CSH yang hanya terjual ratusan unit, dan ini terulang lagi sebulan setelahnya. Dimana M6 DM terjual 1.161 unit, dan Tiggo 8 CSH hanya mencetak hasil sebanyak 319 unit saja.
Selisihnya yang sangat jauh ini membuktikan bagaimana M6 DM bisa laris manis meski modelnya tergolong baru, namun modelnya langsung dicari banyak orang begitu dirilis pertama kali. Sebagai mobil low MPV, M6 DM jelas menjadi incaran konsumen Indonesia karena dicari sebagai mobil keluarga yang cukup murah harganya. Untuk ukuran LMPV bermesin PHEV, harga kurang dari Rp 500 jutaan sudah dianggap lumayan terjangkau, belum lagi soal fiturnya.

Hanya Terjual Ratusan Unit
Selain BYD M6 DM, model PHEV lainnya hanya terjual ratusan unit saja, seperti Jetour T1 i-DM yang terjual 140 unit. Padahal model ini juga terbilang baru, tapi setidaknya ini sudah menjadi hasil yang cukup memuaskan bagi merek asal China tersebut, yang sekaligus menjadi sub-brand-nya Chery. Tiggo 9 CSH hanya mencetak penjualan sebanyak 74 unit saja, jauh lebih sedikit dari Tiggo 8 CSH, dan memang modelnya dibanderol sedikit lebih mahal dari Tiggo 8.
Jaecoo J7 SHS dan Geely Starray EM-i masing-masing terjual hingga 59 unit dan 39 unit, hanya selisih 20 unit saja. Jetour T2 i-DM malah mencetak hasil sebanyak 28 unit, lebih sedikit dari T1 i-DM. Model lainnya seperti Jaecoo J8 SHS mencatatkan penjualan 24 unit, Wuling Darion PHEV 16 unit, dan Eksion PHEV 11 unit, dan kelihatannya duo mobil dari Wuling tersebut malah nggak selaris versi listriknya yang terjual ratusan unit.

Mobil LMPV Punya Banyak Peminat
Kalau dilihat, M6 DM yang menjadi mobil LMPV sepertinya menjadi alasan kenapa modelnya bisa selaris itu. Memang masih ada model MPV seperti Darion, tapi modelnya lebih digolongkan ke segmennya Toyota Kijang Innova, yaitu medium MPV, mengingat dimensinya yang jauh lebih bongsor. Apalagi dari harganya saja sudah cukup berbeda, tapi untuk model seperti Darion, harga jualnya masih lumayan terjangkau, termasuk model PHEV-nya.
Menariknya hanya ada dua mobil MPV yang masuk ke dalam daftar penjualan mobil PHEV terlaris bulan Agustus 2026, dan sisanya berupa mobil SUV. Tren mobil SUV yang masih cukup tinggi di Indonesia menjadi alasan kenapa produsen masih terus membawa model jenis ini, termasuk membawa varian mesin yang begitu beragam. Tapi tidak ada salahnya kalau mereka membawa mobil jenis lainnya untuk menambah lebih banyak pilihan di pasarnya.

Sebenarnya M6 DM masih menjadi satu-satunya mobil PHEV yang dijual BYD di Indonesia, dan mereka bakal membawa lebih banyak model lainnya kalau ada kesempatan. Tapi beberapa waktu lalu muncul spyshot yang menampilkan sosok mobil yang mirip dengan Sealion 8, dan kuat dugaan model ini bakal menjadi SUV PHEV pertamanya disini. Namun untuk sekarang mereka masih belum mau membahas soal potensi mobil baru yang disiapkannya tersebut.
Untuk sekarang M6 DM jadi model PHEV andalannya, dengan sejumlah varian yang disediakan.












