RiderTua.com – Karena performa M1 V4 masih tertinggal jauh dari para rivalnya, maka para pembalap Yamaha termasuk Alex Rins harus melakukan apa pun yang mereka bisa selama balapan. Di GP Aragon akhir pekan lalu, meski start dari posisi ke-19, namun Rins berhasil finis di posisi ke-13 dan mencetak 3 poin. Yah, meskipun dia juga terbantu oleh beberapa pembalap didepan yang crash selama balapan 23 lap.
Rins dan juga beberapa pembalap mengeluhkan cuaca panas di Motorland. “Cuaca di luar sana cukup panas. benar-benar bikin frustrasi. Maksud saya, kami menetapkan target ambisius terkait posisi finis, dan sebenarnya kami finis lebih baik dari yang saya perkirakan. Meski start dari posisi ke-19, kecepatan saya tidak buruk. Namun, saya merasa sangat frustrasi karena kecepatan saya lebih baik daripada pembalap di depan saya, dalam hal ini Joan Mir (Honda). Saya hanya tidak bisa menemukan cara untuk menyalipnya,” ungkap rider tim pabrikan Monster Energy Yamaha itu.
Alex Rins: Kalau Tenaga Mesin dan Traksinya Loyo, Mustahil Bisa Menyalip

Alex Rins juga mengungkapkanΒ momen saat dia kehilangan posisi akibat disalip Brad Binder. “Begitu Binder menyalip saya, saya berkata pada diri sendiri, ‘oke Alex, coba perhatikan di mana dia akan menyalip Joan supaya dia tidak menyalipmu juga’. Tapi saya sadar bahwa kalau tenaga mesin dan traksinya loyo, hal itu mustahil dilakukan. Tapi ya, itulah yang terjadi. Saya disalip satu pembalap lagi,” ungkapnya.
Menurut Rins, performa Yamaha tidak sepenuhnya buruk. Karena dia masih mampu memanfaatkan keunggulan motor untuk meraih 3 poin. “Saya bisa merasakan rem merespons dengan sangat baik, misalnya di Tikungan 5. Saya berhasil memangkas gap dan mencoba menyalip Joan di tikungan itu beberapa kali. Masalahnya, saya masuk di tikungan itu terlalu cepat. Seperti yang kita tahu, saya tidak mendapatkan traksi yang cukup saat keluar dari Tikungan 3 dan saya tidak bisa memiringkan motor secara maksimal di Tikungan 4. Akibatnya, saya sudah tertinggal 4 atau 5 meter. Ya, itulah masalahnya,” jelasnya.

Soal jalannya balapan di Aragon, Rins menyimpulkan, “Dalam kasus saya, saya agak putus asa. Dengan tangki penuh, segalanya menjadi lebih sulit.”
Rins sebenarnya memiliki ritme yang cukup untuk bersaing melawan Joan Mir, bahkan pengereman Yamaha bekerja dengan baik. Namun, kekurangan tenaga mesin dan traksi membuatnya kesulitan mempertahankan momentum saat keluar tikungan dan akhirnya sulit menyalip. Kondisi itu tentu semakin membuatnya frustrasi, karena dia sedang tampil di hadapan pendukungnya sendiri di Aragon.
Setelah menjalani 13 dari total 22 seri musim 2026, Rins hanya berada di peringkat 20 dengan perolehan 24 poin. Tahun depan, rider berusia 31 tahun itu akan memulai petualangan baru di seri WSBK bersama tim Go-Eleven Ducati.












