Home MotoGP Davide Tardozzi (Ducati): Target Marc Marquez Pulih Sepenuhnya Pada Bulan September Meleset

    Davide Tardozzi (Ducati): Target Marc Marquez Pulih Sepenuhnya Pada Bulan September Meleset

    Marc Marquez - Davide Tardozzi
    Marc Marquez - Davide Tardozzi

    RiderTua.com – Usai Marc Marquez menang di GP Hungaria pada Mei lalu, Davide Tardozzi mengungkapkan bahwa tim medis menargetkan pada bulan September nanti kekuatan otot bahu juara dunia 9 kali itu pulih sepenuhnya. Namun usai GP Aragon, manajer tim Ducati Lenovo itu mengakui bahwa proses pemulihannya tidak berjalan secepat yang diharapkan.

    “Ya, saya tahu bulan September sudah tiba. Menurut saya kondisinya sudah membaik, tetapi masih belum 100 persen. Akan ada sirkuit yang membuatnya berada dalam situasi sulit dan ada juga yang tidak terlalu menuntut fisiknya,” ujar Tardozzi.

    Davide Tardozzi (Ducati): Target Marc Marquez Pulih Sepenuhnya Pada Bulan September Meleset

    Marc Marquez
    Marc Marquez

    Marc Marquez mengalami crash di Mandalika pada Oktober tahun lalu usai bersenggolan dengan Marco Bezzecchi. Rider berusia 33 tahun itu menderita kerusakan ligamen pada bahunya serta patah tulang yang mengharuskannya menjalani operasi. Beberapa bulan kemudian, dia kembali harus menjalani operasi karena salah satu baut yang dipasang saat operasi pertama bergeser dan mulai menekan saraf radial di lengannya. Sebelum menjalani operasi kedua itu, Marquez bahkan pernah bilang bahwa dia praktis membalap hanya dengan ‘satu setengah tangan’.

    Menurut Tardozzi, dampak cedera akibat crash di Indonesia justru lebih mengganggu Marquez dibanding cedera lengan yang dialaminya pada 2020 usai crash di Jerez, yang sebenarnya sudah hampir pulih sepenuhnya. Meski performanya di atas Desmosedici masih cukup kuat untuk tetap bersaing dalam perebutan gelar dunia MotoGP musim 2026, namun kondisi fisiknya masih jauh dari kata ideal.

    Marc Marquez - Davide Tardozzi
    Marc Marquez – Davide Tardozzi

    “Sayangnya, Marc menderita akibat crash tahun lalu di Indonesia, bahkan lebih parah daripada dampak crash tahun 2020,” ujarnya.

    Situasi ini terasa semakin mengesankan jika melihat level balap Marquez musim ini. Di Aragon, The Baby Alien kembali membuktikannya dengan meraih kemenangan setelah mengalahkan Pedro Acosta dalam balapan yang menuntutnya bekerja lebih keras dari biasanya untuk mengendalikan jalannya balapan.

    Dua kemenangan Marquez di Aragon membuatnya naik ke peringkat 2 dalam klasemen, menggeser Bezzecchi yang turun ke peringkat 3 setelah dua kali finis di posisi ke-3. Selain itu Marquez juga berhasil memangkas selisih poinnya dari pemimpin klasemen Jorge Martin dari 37 menjadi 19 poin.Β Ini merupakan kemenangan Marquez ke-4 dalam 6 seri terakhir. Torehan ini menunjukkan bahwa saat kondisi trek mendukung, juara dunia MotoGP 7 kali itu masih memiliki kecepatan yang cukup untuk memenangkan balapan secara meyakinkan.

    Tapi di dua seri sebelumnya yakni di Assen dan Silverstone, Marquez hanya mampu finis di posisi ke-7. Kedua sirkuit tersebut memang dianggap kurang cocok untuk gaya balapnya, dan tuntutan fisik di lintasan tersebut tampaknya lebih memengaruhi kondisinya.

    Davide Tardozzi - Marc Marquez
    Davide Tardozzi – Marc Marquez

    Ada satu data yang cukup mencolok musim ini. Dari 9 balapan yang gagal dimenangkannya, Marquez juga tidak sekali pun naik podium. Hal itu sangat jomplang jika dibandingkan musim lalu, ketika dia mendominasi musim 2025 dengan memenangkan 11 Grand Prix serta 14 Sprint Race.

    Kini, musim Marquez lebih ditandai oleh ketidakkonsistenan dan keharusan untuk memilih momen yang tepat dalam balapan. Dia memutuskan kapan harus menyerang dan kapan dia harus menyiasati keterbatasan fisiknya. Pada balapan di Silverstone, Marquez sempat bilang pada timnya bahwa dia tidak memiliki ‘kendali’ atas lengan kanannya. Pernyataannya tersebut kemudian ‘bocor’ di akun media sosial Ducati, sesuatu yang tidak disangka oleh Marquez akan menjadi konsumsi publik.

    Namun di Aragon, sekali lagi Marquez menunjukkan kualitasnya sebagai seorang juara. Tardozzi yakin bahwa Marquez sendiri hampir tidak memikirkan kondisi fisiknya saat sedang balapan. Prioritasnya hanyalah memberikan performa terbaik mengingat kondisi fisiknya saat ini. Oleh karena itulah,Β Ducati lebih memilih untuk tidak terus-menerus menyoroti kondisi lengannya.

    Marc Marquez
    Marc Marquez

    “Marc mungkin tidak memikirkan kondisi fisiknya. Dia fokus untuk melakukan yang terbaik dengan kondisinya saat ini,” pungkas mantan pembalap Superbike asal Italia itu.

    Saat ini peluang Marquez untuk memperebutkan gelar dunia kembali terbuka. Namun pertarungan menuju gelar bukan hanya melawan para rivalnya di lintasan. Di beberapa sirkuit tertentu, rider Spanyol itu juga harus menghadapi keterbatasan fisiknya sendiri.

    © ridertua.com

    TINGGALKAN BALASAN

    Silakan masukkan komentar Anda!
    Silakan masukkan nama Anda di sini