Home MotoGP Para Pembalap KTM akan Mendapatkan Tambahan 500 RPM di Misano, Pol Espargaro:...

    Para Pembalap KTM akan Mendapatkan Tambahan 500 RPM di Misano, Pol Espargaro: Itu akan Sangat Bagus!

    Pedro Acosta - Brad Binder
    Pedro Acosta - Brad Binder

    RiderTua.com – Pol Espargaro memberikan pendapatnya… MotoGP Aragon menjadi balapan pertama setelah KTM mendapat izin mengganti komponen yang rusak pada mesin RC16-nya. Selama 3 hari, tidak ada satu pun pembalap mereka yang mengalami masalah. Ini artinya, perbaikan yang mereka lakukan berjalan sukses. Bahkan pembalapnya Pedro Acosta berhasil kembali meraih podium setelah finis di posisi ke-2 di belakang juara dunia 9 kali Marc Marquez.

    Tapi muncul rumor yang menyebut bahwa RC16 belum kembali ke performa normalnya. Diduga, KTM sengaja membatasi putaran mesin (RPM) di Aragon untuk memastikan semua komponen yang sudah diperbaiki bekerja dengan baik sebelum mengembalikan tenaga mesin sepenuhnya. Muncullah spekulasi bahwa mulai dari seri berikutnya di Misano, para pembalap KTM akan mendapatkan kembali 500 rpm yang sempat ‘hilang’ yang dikurangi sejak ditemukannya ‘cacat produksi’ pada mesin.

    Daftar Isi

    Para Pembalap KTM akan Mendapatkan Tambahan 500 RPM di Misano, Pol Espargaro: Itu akan Sangat Bagus!

    Pedro Acosta - Brad Binder - Enea Bastianini
    Pedro Acosta – Brad Binder – Enea Bastianini

    Sama seperti Ducati dan Aprilia, KTM masih menggunakan spesifikasi mesin yang telah dibekukan sejak awal musim lalu, sehingga mereka tidak bisa mengembangkan mesin secara bebas.

    Meski RPM mesin ‘disunat’, akhir pekan lalu RC16 milik Brad Binder kembali menjadi yang tercepat di back straight Aragon. Tahun ini Binder membukukan top speed 352,9 km/jam, lebih lambat dibandingkan tahun lalu yang mencapai 356,4 km/jam. Tak hanya KTM, pabrikan lain juga membukukan kecepatan yang lebih rendah pada tahun ini. Selain itu, top speed juga dipengaruhi aket aerodinamika, slipstream, dan arah angin.

    Ketika tes rider KTM Pol Espargaro ditanya soal rumor itu, dia menjawab, “Saya tidak tahu apa yang akan terjadi dengan putaran mesinnya. Saya berharap rumor itu benar, karena itu akan sangat bagus. Ketika kita mendapatkan tambahan putaran mesin, orang-orang mengira manfaatnya hanya di gigi 5, gigi 6, dan top speed. Padahal justru di situ manfaatnya paling kecil.”

    Pedro Acosta - Brad Binder - Enea Bastianini - Maverick Vinales
    Pedro Acosta – Brad Binder – Enea Bastianini – Maverick Vinales

    “Manfaat yang lebih besar adalah terkadang kita harus mengatur girboks dengan cara berbeda karena kita sering membentur batas putaran mesin (rev limiter) dan kekurangan 500 rpm untuk mencapai tikungan berikutnya. Kita harus menyesuaikan seluruh set-up girboks, yang berdampak pada semua tikungan. Jadi, hal ini sangat krusial. Jadi, kalau RPM benar-benar kembali di Misano, itu akan luar biasa karena Misano juga merupakan trek dengan daya cengkeram tinggi yang membutuhkan akselerasi besar. Jadi, tambahan RPM akan sangat membantu,” pungkas tes rider berusia 35 tahun itu.

    Walaupun sekarang mesin KTM mungkin sudah kembali normal setelah diperbaiki, mereka tetap harus membayar ‘harga mahal’ akibat pembatasan RPM selama beberapa seri terakhir. Jika diasumsikan bahwa pembatasan tersebut mulai diterapkan setelah Acosta kehilangan tenaga di Catalunya (insiden yang memicu crash serius bagi Alex Marquez yang berada di belakangnya) maka motor KTM sudah mengalami ‘pembatasan’ selama 7 seri balapan.

    Selain kehilangan tenaga, ada dampak lain yang masih menghantui KTM yaitu pemakaian mesin yang lebih boros. Sebagai informasi, daftar penggunaan mesin MotoGP terbaru menunjukkan bahwa Brad Binder adalah pembalap yang paling berisiko. Rider asal Afrika Selatan itu telah menggunakan 6 dari 9 jatah mesin musim ini, dengan tiga di antaranya sudah ditarik dari penggunaan.

    Pol Espargaro
    Pol Espargaro

    Satu-satunya pembalap yang juga sudah kehilangan 3 mesin adalah Toprak Razgatlioglu (Pramac Yamaha). Tapi rider asal Turki itu mendapat 11 mesin untuk musim ini bukan 9 mesin berkat status konsesi yang dimiliki Yamaha.

    Acosta sudah kehilangan 2 mesin. Namun, dari total alokasi 9 mesin untuk satu musim, dia baru menggunakan 6 mesin. Angka 6 dari 9 itu hanya sedikit lebih tinggi dibandingkan rata-rata penggunaan yaitu 5 dari 9 mesin. Jumlah tersebut juga sama dengan yang dimiliki dua pembalap Aprilia, Jorge Martin dan Marco Bezzecchi.

    Enea Bastianini (tim Tech3 KTM) tercatat menggunakan 5 dari 9 mesin dengan 2 mesin di antaranya sudah ditarik. Sementara rekan setimnya Maverick Vinales, sejauh ini baru menggunakan 4 mesin tanpa ada satu pun yang ditarik. Sebagai pembalap pengganti Vinales yang cedera, Pol Espargaro mengambil alih alokasi mesin Vinales selama menjadi pembalap pengganti.

    Fabio Quartararo - Alex Rins - Jack Miller - Toprak Razgatlioglu
    Fabio Quartararo – Alex Rins – Jack Miller – Toprak Razgatlioglu

    Yamaha Pernah Mengalami Masalah yang Sama

    Kasus yang dialami KTM mengingatkan kita pada masalah Yamaha pada 2020. Saat itu pabrikan berlogo garpi tala itu juga meminta izin kepada para rivalnya untuk mengganti komponen mesin yang bermasalah yaitu katup (valve). Namun kemudian Yamaha menarik permintaan tersebut. Setelah diselidiki, ternyata akar masalahnya bukan sekadar katup rusak, melainkan karena Yamaha menggunakan pemasok katup yang berbeda dibandingkan dengan mesin contoh yang telah mereka homologasi. Akibat pelanggaran tersebut, Yamaha kehilangan poin klasemen konstruktor dan tim.

    Saat itu Yamaha menjelaskan bahwa pergantian pemasok tersebut merupakan kekeliruan internal dan kesalahpahaman terhadap regulasi yang berlaku, seraya menegaskan bahwa kedua jenis katup tersebut diproduksi berdasarkan satu spesifikasi desain yang sama.

    Lin Jarvis yang saat itu menjabat sebagai direktur pelaksana Yamaha Racing menjelaskan, “Regulasi tidak melarang penggunaan dua pemasok berbeda. Aturannya menyatakan bahwa komponen tersebut harus identik dalam segala aspek. Di situlah letak kesalahpahaman yang terjadi di Jepang.”

    Lin Jarvis Yamaha
    Lin Jarvis Yamaha

    “Mesin contoh (untuk homologasi) musim ini menggunakan katup bekas, sebut saja katup ‘tipe A’, namun kami memulai musim dengan delapan mesin yang menggunakan katup ‘tipe B’. Itu adalah kekeliruan penilaian terhadap regulasi yang terjadi tanpa niat buruk.”

    “Kemudian kami mengalami kegagalan teknis di Jerez. Dan saat diselidiki, kami menemukan bahwa katup ‘tipe B’ tidak hanya berbeda dari mesin contoh, tetapi juga memiliki kelemahan. Proses produksi untuk kelompok katup tersebut mengikuti prosedur yang berbeda.”

    “Itulah sebabnya kami mengajukan permohonan kepada MSMA untuk mengganti katup tersebut. Karena kami tidak bisa mendapatkan bukti yang diperlukan dari pemasok katup, kami menarik kembali permohonan itu dan mencari solusi lain.”

    “Kami menghentikan penggunaan mesin-mesin (Jerez) tersebut, kecuali untuk sesi latihan dan kualifikasi di Austria bagi dua pembalap. Kini, semua mesin kami di luar 8 mesin awal tadi telah dipasangi katup ‘tipe A’,” pungkas Lin Jarvis yang kini digantikan Paolo Pavesio itu.

    Joan Mir Suzuki
    Joan Mir Suzuki

    Pada 2020, Joan Mir akhirnya sukses memenangkan juara dunia MotoGP musim 2020 bersama Suzuki mengalahkan Franco Morbidelli dari tim Petronas Yamaha yang menjadi runner-up musim itu.

    Sementara itu, rekan setim Morbidelli saat itu yakni Fabio Quartararo harus puas berada di peringkat 8 dalam klasemen akhir. Padahal El Diablo mengawali musim 2020 dengan sangat impresif. Dia berhasil memenangkan dua balapan pertama musim di Jerez, tapi kemudian performanya terus menurun.

    Kasus Yamaha pada 2020 dan KTM pada 2026 menunjukkan betapa seriusnya masalah komponen mesin dalam MotoGP. Kesalahan spesifikasi atau produksi bisa memaksa pabrikan membatasi penggunaan mesin, kehilangan performa, bahkan berujung pada hukuman dari MotoGP.

    © ridertua.com

    TINGGALKAN BALASAN

    Silakan masukkan komentar Anda!
    Silakan masukkan nama Anda di sini