Home MotoGP Dua Petinggi Yamaha Bereaksi Keras Pada Fabio Quartararo: Dia Sering Mengeluh, Tapi...

    Dua Petinggi Yamaha Bereaksi Keras Pada Fabio Quartararo: Dia Sering Mengeluh, Tapi Ketika Diminta Menjajal Motor Dia Justru Ogah Melakukannya

    Paolo Pavesio - Massimo Meregalli - Fabio Quartararo
    Paolo Pavesio - Massimo Meregalli - Fabio Quartararo

    RiderTua.com – Beberapa waktu yang lalu, Fabio Quartararo mengungkapkan bahwa dia sama sekali tidak melakukan negosiasi perpanjangan kontrak dengan Yamaha untuk 2027. Rider asal Prancis itu juga mengaku bahwa sejak tes pasca musim di Valencia, dia sudah mantap untuk meninggalkan pabrikan berlogo garpu tala itu. Oleh karena itulah, pihaknya tanpa ragu langsung melakukan kesepakatan dengan Honda untuk 2 tahun kedepan di awal musim.

    Musim ini merupakan debut mesin V4 terbaru Yamaha, yang artinya mereka memensiunkan mesin Inline-4 yang selama ini mereka andalkan di MotoGP. Namun hingga pertengahan musim, pabrikan yang bermarkas di Iwata Jepang tersebut belum menunjukkan performa terbaiknya. Hasil terbaiknya musim ini diraih Fabio Quartararo yang finis di posisi ke-5 di GP Catalunya.

    Dua Petinggi Yamaha Bereaksi Keras Pada Fabio Quartararo: Dia Sering Mengeluh, Tapi Ketika Diminta Menjajal Motor Dia Justru Ogah Melakukannya

    Fabio Quartararo
    Fabio Quartararo

    Di tengah musim yang sulit, rasa frustrasi Fabio Quartararo terhadap Yamaha semakin besar. Menurutnya, Yamaha tidak banyak melakukan peningkatan yang berarti pada mesin V4 sejak pertama kali diperkenalkan tahun lalu.

    Namun hubungan antara Quartararo dan Yamaha semakin memanas setelah pembalap asal Nice Prancis itu mengatakan di Aragon bahwa karena alasan pribadi dia tidak akan lagi membantu Yamaha mengembangkan motornya.

    Menurut El Diablo, sikapnya tersebut dipicu oleh rasa kecewanya terhadap Yamaha yang tidak mengizinkannya menjajal ban Pirelli saat tes pada hari Senin 21 September usai balapan akhir pekan di Red Bull Ring Austria mendatang. Dia menganggap keputusan tersebut tidak adil, karena selama ini Yamaha justru memintanya ikut terlibat dalam pengembangan motor untuk persiapan regulasi baru pada 2027. Bahkan tanpa sungkan-sungkan, Quartararo bilang bahwa dia seperti tes rider.

    Paolo Pavesio: Terlalu Banyak Mengeluh di Depan Publik Tidak akan Membantu Komitmen Perusahaan, Nyindir Quartararo Nih Bos???
    Paolo Pavesio – Fabio Quartararo

    Dua petinggi Yamaha yakni Paolo Pavesio (direktur olahraga Yamaha) dan Massimo Meregalli (manajer tim Yamaha) bereaksi keras terhadap pernyataan Quartararo tersebut.

    “Fabio sering mengeluh bahwa kami tidak mengembangkan motor. Namun ketika kami memintanya menguji suku cadang baru, dia justru mengkritik kami karena merasa itu justru membuatnya kehilangan arah. Dia kurang objektif. Tentu saja, kami belum berada di level yang kami inginkan. Namun seperti halnya para rival kami, kami terus berusaha untuk maju,” tegas Pavesio.

    Dengan nada yang lebih tegas, Meregalli atau yang kerap disapa Maio menegaskan bahwa seharusnya Quartararo bersikap seperti Jack Miller. Meskipun rider Pramac Yamaha itu akan meninggalkan MotoGP tahun depan karena tidak mendapat tempat lagi, namun tetap memberikan kontribusi penuh kepada Yamaha. “Fabio sebaiknya mengikuti contoh Jack. Dia selalu memberikan segalanya dan memastikan bahwa meskipun situasi sedang sulit, semangat semua orang tetap terjaga,” tegasnya.

    Untuk tes ban Pirelli di Austria mendatang, Yamaha menunjuk Toprak Razgatlioglu dan Izan Guevara untuk ambil bagian dalam tes tersebut. Meregalli menegaskan bahwa keputusan Yamaha tersebut sama seperti pabrikan lain yang tidak mengizinkan pembalap yang akan hengkang tahun depan untuk melakukan tes.

    Toprak Razgatlioglu
    Toprak Razgatlioglu

    “Kami akan melibatkan Razgatlioglu dan pastinya Guevara dalam tes di Austria karena mereka akan bergabung dengan kami tahun depan. Semua pabrikan sudah mengambil keputusan untuk tidak mengikutsertakan pembalap yang akan hengkang. Jorge Martin dan Ai Ogura tidak akan menguji motor Aprilia, Pecco Bagnaia tidak akan menguji Ducati, Pedro Acosta tidak akan menguji KTM, dan kami juga tidak akan mengizinkan Miller menguji motor 850cc kami,” ungkap Maio.

    Meski begitu pada tes di Brno dengan ban Pirelli dan motor 850cc kemarin yang diikuti para pembalap reguler, KTM justru memilih untuk menurunkan Acosta meskipun dia akan pindah ke Ducati tahun depan. Pit Beirer (direktur olahraga KTM) menegaskan bahwa langkah ini masuk akal karena Acosta adalah pembalap terbaik mereka. Jadi data yang dihasilkannya akan sangat berharga bagi KTM, terlepas dari fakta bahwa dia bisa saja membocorkannya pada Ducati.

    Luca Marini - Joan Mir - Honda HRC Castrol
    Luca Marini – Joan Mir – Honda HRC Castrol

    Sementara itu, Honda juga melakukan hal yang sama. Mereka memberikan kesempatan kepada Joan Mir dan Luca Marini untuk menjajal ban Pirelli, meski kedua pembalap tersebut akan pindah ke pabrikan lain tahun depan. Mir akan pindah ke tim Gresini Ducati dan Marini ke tim Tech3 KTM.

    Untuk pembalap yang gajinya mencapai 12 juta Euro (Rp 247 miliar) per tahun, apakah sikap Quartararo tersebut tepat?

    © ridertua.com

    TINGGALKAN BALASAN

    Silakan masukkan komentar Anda!
    Silakan masukkan nama Anda di sini