RiderTua.com – Marc Marquez benar-benar tak membuang kesempatan di Aragon. Pebalap Ducati Lenovo tersebut tampil tanpa melakukan kesalahan, melewati Marco Bezzecchi di Tikungan 15 dan amankan kemenangan keduanya pada akhir pekan yang sama di Aragon. Hasil itu juga membuat jaraknya dengan Jorge Martin di klasemen Kejuaraan Dunia kini terpangkas jadi 19 poin..!
▶Daftar Isi
- 1. Marc Marquez Wajib Menang dan Berhasil Menjawab
- Bezzecchi Terus Menekan sejak Start
- Rekor Lap Baru Mulai Mengubah Balapan
- Duel dengan Bezzecchi Jadi Titik Penentu
- Serangan di Tikungan 15 Mengubah Segalanya
- Bezzecchi dan Alex Marquez Lengkapi Podium
- 2. Fakta Menarik 'Marquez VIII of Aragon' (Raja Marquez Kedelapan Aragon) 2026
Marc Marquez Wajib Menang dan Berhasil Menjawab
Kemenangan tersebut terasa penting karena Marquez memang datang dengan kewajiban untuk meraih hasil maksimal. Sebagai pebalap yang tak pernah gentar di momen krusial, ia harus sapu bersih dua kemenangan di Aragon demi amankan total 37 poin yang diperebutkan.
Marquez akhirnya mampu memenuhi target tersebut. Hasil di MotorLand sekaligus jadi penebus atas akhir pekan yang kurang baik di Inggris. Di kandang sendiri, pebalap berjuluk ‘Marquez VIII of Aragon’ (Raja Marquez Kedelapan dari Aragon, mengacu pada kemenangan balapan di Aragon sebanyak 8 kali) itu kembali mempertahankan posisinya dari ancaman Pedro Acosta dan Marco Bezzecchi.
Namun, kemenangan tersebut ternyata tak datang semudah yang terlihat dari hasil akhir.

Bezzecchi Terus Menekan sejak Start
Pebalap Ducati Lenovo itu justru hadapi tekanan lebih besar dari perkiraan awal. Pada Sabtu, Bezzecchi sudah memberikan perlawanan sejak Q2 dengan merebut pole position. Marquez kemudian membalasnya di tikungan pertama.
Memasuki balapan utama pada Minggu, Bezzecchi kembali jadi rival utama Marquez saat start. Bukan hanya Bezzecchi, Pedro Acosta juga tampil sangat kompetitif dan terus nempel di belakang roda Marquez hingga lap ke-14.
Kondisi itu membuat Marquez harus tetap jaga ritme sambil mencari momen yang tepat untuk menjauh.
Rekor Lap Baru Mulai Mengubah Balapan
Momen tersebut datang pada lap ke-14. Marquez cetak rekor putaran tercepat baru dan langsung memperlebar jaraknya jadi 0,9 detik atas Acosta.
Pebalap asal Murcia itu memang mampu memaksimalkan potensi motor KTM hingga level yang tak sanggup dicapai pebalap pabrikan KTM lainnya. Acosta kemudian finis di posisi kedua dengan selisih 1,7 detik dari Marquez.
Jarak dengan pebalap KTM berikutnya, Enea Bastianini, bahkan mencapai 25,741 detik. Bastianini finis di posisi kedelapan, semakin menegaskan performa Acosta di atas motor tersebut.

Duel dengan Bezzecchi Jadi Titik Penentu
Ada dua momen kunci dalam balapan tersebut, dan yang pertama terjadi sejak start: Bezzecchi mengawali balapan dari pole position, sementara Marquez langsung mengejarnya menuju titik pengereman pertama. Marquez sempat mengambil alih pimpinan, tetapi Bezzecchi belajar dari pengalaman sehari sebelumnya.
Pebalap Aprilia itu mampu keluar tikungan dengan traksi dan posisi yang lebih baik untuk merebut kembali posisi terdepan. Keduanya bahkan sempat melaju berdampingan sambil terus saling menyalip menuju tikungan berikutnya.
Namun, duel tersebut meninggalkan masalah bagi Marquez. Setelah balapan, ia mengonfirmasi bahwa suspensi belakang motornya sempat tersangkut. Kondisi itu membuat percikan api keluar dari motornya dan membuat lajunya lebih lambat dari biasanya.
Akibatnya, Marquez tak mampu langsung mengejar Bezzecchi yang berada di depan..

Serangan di Tikungan 15 Mengubah Segalanya
Meski begitu, Marquez tak perlu terburu-buru. Balapan masih panjang dan ia kembali melancarkan serangan pada lap ke-6.. Kali ini Marquez memilih sisi dalam Tikungan 15 yang merupakan tikungan ke kiri. Manuver tersebut berhasil membawanya kembali ke depan, tetapi Bezzecchi belum menyerah.
Keduanya kembali melaju berdampingan di trek lurus dengan kecepatan lebih dari 300 km/jam. Memasuki Tikungan 16, Marquez berada dalam posisi yang lebih menguntungkan dan berhasil mempertahankan pimpinan.
Menariknya, pada momen yang sama Acosta ikut menyerang Bezzecchi dari sisi luar. Manuver itu membuat Acosta merebut posisi kedua, yang kemudian mampu dipertahankannya hingga garis finis.

Bezzecchi dan Alex Marquez Lengkapi Podium
Setelah kehilangan posisi kedua, Bezzecchi tetap memberikan perlawanan, tetapi kemudian menjalani balapan dengan lebih tenang di posisi ketiga.
Ia finis 1,8 detik di belakang Acosta dan unggul lima detik atas Alex Marquez yang berada di posisi keempat.
Bagi alex Marquez, hasil tersebut terasa mengecewakan karena targetnya adalah podium. Peluang itu sudah terganggu sejak start ketika ia berada tepat di belakang kakaknya dan tombol peninggi traksi belakang Marquez mengalami masalah.
Akibat kondisi tersebut, Alex sempat melorot hingga posisi keenam. Ia kemudian hanya mampu memperbaiki dua posisi untuk menutup balapan di urutan keempat.

Pada akhirnya, semua perhatian kembali tertuju kepada Marc Marquez. Di tengah tekanan Bezzecchi sejak awal, masalah pada motornya, serta serangan Acosta yang terus membuntuti, Marquez tetap menemukan cara untuk mengendalikan balapan.
Dua kemenangan di Aragon bukan hanya menyempurnakan akhir pekannya, tetapi juga memangkas jaraknya dari Jorge Martin menjadi 19 poin. Di momen yang sangat penting dalam perebutan gelar, Marquez benar-benar tak memberi kesempatan kepada rival untuk mengambil keuntungan dari kesalahannya… BTW apakah peluang juara dunia kian terbuka? (rt)
Fakta Menarik 'Marquez VIII of Aragon' (Raja Marquez Kedelapan Aragon) 2026
1. Berapa total kemenagan Marc Marquez di Aragon?
8 Kemenangan. Itulah jumlah kemenangan yang dicatatkan oleh Marc Marquez (Ducati Lenovo Team) di wilayah kekuasaannya 'Marquez Territory', MotorLand Aragon. (2013, 2016, 2017, 2018, 2019, 2024, 2025, 2026)
2. Apa Kesalahan yang dilakukan Marquez di GP Aragon 2026?
Kesalahan Ride-Height Device: Marquez sempat melorot ke posisi ketiga saat start karena lupa menonaktifkan perangkat pengatur ketinggian motor (rear ride-height device), namun berhasil bangkit dan merebut kembali posisi pertama pada lap ke-6
3. Apakah tahun lalu Marc Marquez juga menang di Aragon?
Ya, Ini Kemenangan Ketiga Beruntun: Hasil kemarin menandai kemenangan balapan utama ketiga secara berturut-turut bagi Márquez di sirkuit ini (2024, 2025, 2026).
4. Apakah peluang Marc Marquez Semakin Terbuka untuk gelar juara dunia MotoGP 2026?
Ya, Marc Marquez Pangkas Jarak Klasemen: Kemenangan Aragon 2026 ini mengantarkan Marquez naik ke peringkat kedua klasemen sementara MotoGP 2026, memangkas jarak menjadi hanya selisih 19 poin di bawah pemimpin klasemen Jorge Martin.












