RiderTua.com – Pergantian besar di jajaran manajemen Cadillac sempat memunculkan pertanyaan tentang masa depan Valtteri Bottas. Namun, pembalap Finlandia itu langsung memberikan jawaban yang cukup tegas: perubahan Kepala Tim tak mengubah posisinya untuk musim Formula 1 2027.
Cadillac memutuskan mengganti Graeme Lowdon di tengah musim F1 2026. Posisi Lowdon kemudian diambil alih oleh Marcin Budkowski, mantan petinggi Renault dan Alpine. Perubahan itu datang ketika tim asal Amerika Serikat tersebut masih menghadapi musim debut yang sulit.
▶Daftar Isi
Graeme Lowdon Pergi dari Cadillac, Valtteri Bottas Tegaskan Masa Depannya Tak Berubah
Namun, bagi Bottas, pergantian di posisi puncak manajemen tak membawa perubahan terhadap kesepakatan yang telah dimilikinya.
Saat ditanya apakah pergantian Kepala Tim Cadillac akan berdampak pada masa depannya, Bottas memastikan situasinya aman untuk jangka pendek. Ia menegaskan bahwa semuanya sudah beres untuk musim 2027.
Dengan kata lain, kursi Bottas untuk musim depan tak berubah meski Cadillac kini memasuki fase baru dengan kepemimpinan Budkowski.
Kontrak 2027 Tetap Berlaku
Bottas mengonfirmasi bahwa ia masih memiliki kontrak yang berlaku untuk musim F1 2027. Karena itu, kepergian Lowdon tak mengubah posisinya di Cadillac dalam waktu dekat.
“Tidak ada dampaknya untuk masa depan saya dalam jangka pendek. Untuk tahun depan, semuanya sudah aman,” kurang lebih menjadi penegasan Bottas mengenai situasinya.
Meski demikian, pembicaraan mengenai masa depannya setelah musim 2027 belum dilakukan. Bottas mengatakan diskusi mengenai kelanjutan kerja sama setelah periode tersebut baru akan dibicarakan pada waktunya.
Artinya, kepastian yang dimiliki Bottas saat ini adalah untuk musim 2027. Sementara masa depannya dalam jangka panjang masih menjadi pembicaraan yang akan datang.
Situasi ini cukup penting bagi Bottas setelah perjalanan yang tak mudah pada musim 2026. Sebelum kembali ke grid bersama Cadillac, ia menghabiskan musim 2025 sebagai pembalap cadangan Mercedes.
Kesempatan bersama Cadillac kemudian membawanya kembali menjadi pembalap reguler di F1. Tim tersebut juga memiliki posisi khusus dalam perjalanan Bottas karena Cadillac menjadi tim baru pertama yang masuk ke F1 sejak Haas pada 2016.

Musim Debut Cadillac Berjalan Sulit
Kepastian masa depan Bottas hadir di tengah musim yang belum berjalan sesuai harapan bagi Cadillac.
Tim tersebut belum meraih satu pun poin pada musim debutnya dan juga mengalami sejumlah masalah keandalan yang terjadi berulang kali. Kondisi itulah yang menjadi bagian dari situasi sulit yang sedang dihadapi tim Amerika Serikat tersebut.
Pergantian Lowdon pun menjadi perubahan besar yang terjadi saat musim masih berjalan. Berbagai sumber yang dikutip PlanetF1.com menyebut pendekatan Lowdon dinilai terlalu berorientasi pada sisi bisnis, yang disebut turut berkaitan dengan kesulitan teknis yang dialami tim.
Cadillac kemudian memilih Budkowski untuk mengambil alih posisi tersebut. Perubahan ini membawa tim ke arah baru, terutama dalam upaya memperbaiki kondisi internal dan meningkatkan performa.
Bagi Bottas sendiri, perubahan tersebut memang mengejutkan pada awalnya. Namun, setelah memahami alasan di balik keputusan tersebut, ia memilih menghormati langkah yang diambil manajemen Cadillac.
Bottas Menyesalkan Kepergian Lowdon
Meski masa depannya tak terdampak, Bottas tak menyembunyikan rasa kecewanya atas kepergian Graeme Lowdon.
Bottas menganggap Lowdon sebagai seorang teman dan menyebut kepergiannya sebagai sesuatu yang sangat disayangkan. Namun, di sisi lain, ia tetap menghormati keputusan yang dibuat oleh jajaran manajemen senior Cadillac.
Setelah berbicara dengan Dan Towriss, Chief Executive Cadillac, Bottas mendapatkan penjelasan mengenai alasan di balik perubahan tersebut.
Penjelasan itu membuat Bottas memahami keputusan manajemen. Ia menilai perubahan besar di tengah musim memang selalu mengejutkan pada awalnya, tetapi setelah mengetahui alasan yang mendasarinya, ia memilih menghormati keputusan tersebut.
Dengan demikian, Bottas berada dalam posisi yang cukup unik. Ia harus menerima kepergian seseorang yang dekat dengannya, tetapi pada saat bersamaan tetap melanjutkan pekerjaannya di bawah struktur manajemen yang baru.

Masa Sulit Bottas di Tengah Rumor
Musim 2026 sendiri bukan perjalanan yang mudah bagi Bottas. Pada awal musim, bahkan sempat muncul rumor mengenai kemungkinan dirinya kehilangan kursi di tengah musim.
Graeme Lowdon kala itu harus membantah kabar tersebut.
Kini, Bottas justru memberikan kepastian secara langsung mengenai musim 2027. Kontraknya tetap berlaku dan pergantian Kepala Tim tak mengubah kesepakatan yang sudah ada.
Dengan posisi yang sudah terkunci untuk musim depan, pembicaraan mengenai kontrak jangka panjang bisa ditunda. Bottas mengatakan masa depannya setelah 2027 akan dibicarakan nanti.
Di tengah perubahan besar dalam struktur Cadillac, fokus utama tim saat ini tampaknya masih berada pada upaya membenahi situasi yang dihadapi sepanjang musim debut mereka.
Budkowski yang baru masuk ke posisi Kepala Tim juga akan menjadi bagian penting dari arah berikutnya yang akan diambil Cadillac. Sementara itu, Bottas sudah memiliki kepastian mengenai tempatnya setidaknya hingga musim 2027.
Perubahan Bos, Masa Depan Bottas Tak Berubah
Pada akhirnya, pergantian Graeme Lowdon ke Marcin Budkowski memang menjadi salah satu perubahan besar di Cadillac. Namun, perubahan tersebut tak menggoyahkan posisi Valtteri Bottas untuk musim depan.
Bottas sudah memastikan kontraknya untuk 2027 tetap berlaku. Kepergian Lowdon memang ia sesalkan, terutama karena hubungan keduanya yang cukup dekat, tetapi ia tetap menghormati alasan di balik keputusan manajemen Cadillac.
Masa depan setelah 2027 masih terbuka dan belum menjadi bahan pembicaraan saat ini. Namun, untuk jangka pendek, Bottas tak perlu mempertanyakan tempatnya di tim.
Di tengah musim debut Cadillac yang masih sulit dan belum menghasilkan poin, perubahan di posisi Kepala Tim menjadi bagian dari usaha tim mencari arah yang lebih baik. Bagi Bottas, perubahan itu mungkin membawa suasana baru di dalam tim, tetapi satu hal sudah jelas: pergantian bos Cadillac tak mengubah masa depannya untuk F1 2027.
Untuk saat ini, kursinya tetap aman. Sementara pertanyaan mengenai apa yang akan terjadi setelah 2027, Bottas memilih menunggu waktu yang tepat untuk membicarakannya.

~ Graeme Lowdon merupakan Team Principal pertama Cadillac Formula 1 dan menjadi salah satu sosok penting dalam proyek tim tersebut sejak awal. Namun, pada pertengahan Agustus 2026 saat jeda musim panas F1, CEO Cadillac Dan Towriss memutuskan mengakhiri kerja sama dengan Lowdon setelah ia mendampingi tim dalam 11 balapan pertamanya di grid F1. Posisi Lowdon kini digantikan Marcin Budkowski, mantan Direktur Eksekutif Alpine.~
Baca : Hasil Race F1 GP Belanda 2026












