RiderTua.com – Setelah dirilis di Indonesia, BAIC membawa T1 untuk ditampilkan di GIIAS 2026, dan hasilnya sudah ada 139 unit yang dipesan. Mereka langsung mengirim unitnya ke konsumen yang sudah memesan agar nggak perlu menunggu lebih lama lagi.
Mobil Anyar BAIC Langsung Diburu Konsumen
BAIC T1 menjadi awal dari elektrifikasi mobilnya di Indonesia, sekaligus menjadi mobil ramah lingkungan keduanya setelah BJ30 HEV. Memang modelnya sejatinya berupa produk dari Arcfox, salah satu sub-brand yang dipegangnya, tapi T1 dijual sebagai mobilnya BAIC untuk memperluas lini produknya. Meski ini membuat Arcfox tidak ikut dibawa ke sini, setidaknya T1 membawa sesuatu yang baru bagi lini produk BAIC yang dijual.

T1 baru saja dirilis, tapi modelnya sudah menarik perhatian banyak orang yang penasaran dengan model tersebut. Meski terlihat seperti mobil SUV pada umumnya, nyatanya T1 lebih digolongkan sebagai mobil hatchback, yang berarti modelnya sekelas dengan Geely EX2 dkk. Apalagi harganya yang lumayan terjangkau sudah bisa mendapatkan mobil dengan sejumlah kelengkapan pada fiturnya, serta performa optimal dan kenyamanan maksimal.
Ketika dihadirkan di GIIAS 2026, BAIC T1 menjadi salah satu model yang jadi daya tarik bagi pengunjung. Selama pameran berlangsung, BAIC sukses mengumpulkan 139 pesanan T1 dari konsumen, dan ini sudah menjadi hasil yang bagus meski nggak sebanyak yang didapat BJ30 HEV. Tapi jelas BJ30 lebih dulu dirilis ketimbang T1, sehingga peminatnya masih cukup banyak meski sudah setahun dijual di pasarnya.

Andalan Baru
Walaupun begitu, BAIC sudah cukup puas dengan jumlah pesanan yang didapat dari mobil barunya ini, dan mereka masih harus meningkatkan angka penjualannya dalam beberapa bulan ke depan. Sebab bulan lalu saja baru ada 16 unit T1 yang terjual di pasarnya, dan angka ini mungkin cukup kecil untuk mobil anyar seperti T1, tapi itu bukan menjadi masalah baginya. Asalkan mereka bisa membawa mobil listrik pertamanya ke Indonesia saja sudah menjadi pencapaian baru baginya.
Seminggu setelah GIIAS 2026, BAIC mulai mengirim unit T1 ke konsumen yang sudah memesan, dan mereka ingin konsumen tidak menunggu terlalu lama sampai unitnya sampai ke rumah. Sebagai model baru, mereka memberikan harga spesial Rp 373 juta untuk T1 bagi 1.000 konsumen pertama, dan setelahnya harga aslinya bakal ketahuan, yaitu mencapai Rp 393 juta. Untuk sekarang modelnya baru terjual sekitar 200 unit, jadi masih ada kesempatan untuk mendapatkan harga spesialnya.

Segmen Paling Ketat
Dengan harga segitu, T1 ditempatkan di segmen yang punya persaingan cukup ketat meski model yang ditawarkan nggak sebanyak SUV listrik. Tapi dengan model seperti EX2 hingga Chery Q, menghadapi rival seperti ini bukan perkara mudah baginya untuk bisa memegang pangsa di segmen hatchback listrik. Belum lagi harganya yang nggak jauh berbeda untuk masing-masing model, dan ini membuat keduanya bersaing sangat sengit.
EX2 dan Q memang sudah saling bersaing ketat di China dalam beberapa bulan terakhir, dan T1 dihadirkan ketika EX2 mendapat banyak peminat, termasuk BYD Dolphin. Karena modelnya bertemu lagi dengan ketiganya di Indonesia, mungkin ini bukan menjadi masalah bagi BAIC untuk kembali bersaing dengan ketiga hatchback BEV tersebut. Masing-masing model tentunya punya keunggulannya tersendiri, dan T1 juga punya beberapa keunggulan dari fitur sampai harganya.

Untuk sekarang T1 menjadi satu-satunya mobil listrik yang dijualnya di Indonesia, dan nampaknya BAIC sudah berencana untuk menambah model BEV lainnya dalam beberapa tahun ke depan. Termasuk membawa salah satu model dari Arcfox untuk dijual sebagai produknya BAIC disini, yaitu T5, tapi untuk sekarang belum ada konfirmasi lebih lanjut soal jadwal rilisnya. Yang jelas, T1 tidak menjadi satu-satunya model Arcfox yang dihadirkannya, karena model lainnya bakal menyusul setelahnya.
Model lainnya seperti BJ30 HEV masih terus menggaet banyak konsumen dengan mesin hibrida yang tangguh, serta dibanderol cukup terjangkau untuk SUV boxy bergaya retro-modern.












