RiderTua.com – Miguel Oliveira membalap di MotoGP mulai dari 2019 hingga 2025. Dalam kurun waktu 7 tahun tersebut, rider asal Portugal itu pernah membela KTM, Aprilia, dan Yamaha. Namun sayangnya karena cedera berkepanjangan yang membuat performanya merosot drastis, dia tidak mendapatkan tempat di kelas utama untuk 2026.
Oliveira pun memutuskan pindah ke Superbike di tim pabrikan BMW. Pabrikan asal Jerman ini sukses menjadi juara dunia WSBK selama 2 tahun berturut-turut pada 2024 dan 2025 berkat Toprak Razgatlioglu, yang kini pindah ke MotoGP tim Pramac Yamaha mengggantikan Oliveira.
Miguel Oliveira: Motor MotoGP Vs Superbike, Keduanya Tak Bisa Dibandingkan

Bagi Miguel Oliveira, mana yang lebih dia nikmati motor MotoGP atau Superbike? “Tergantung situasinya. Kalau kita bisa melaju cepat dengan keduanya, maka keduanya sama-sama sangat menyenangkan. Tidak ada pilihan yang mutlak, karena Superbike juga merupakan motor yang sangat asyik dikendarai. Namun, keduanya sangat berbeda dan kita tidak bisa membandingkannya secara langsung,” jawab rider berusia 31 tahun itu.
Motor MotoGP adalah motor prototipe yang memiliki tenaga sekitar 300 hp, aerodinamika canggih, dan sarat dengan sistem elektronik. Sedangkan Superbike adalah motor produksi massal yang telah dimodifikasi, tenaganya berkisar 250 hp, juga dilengkapi elektronik canggih, dan aerodinamikanya dibuat sangat sederhana.
Superbike menggunakan cakram rem baja, sementara MotoGP mengandalkan material karbon. Sebagai informasi tambahan, rem karbon-keramik dijadwalkan akan mulai digunakan di Superbike pada 2027.

Selain itu motor MotoGP juga jauh lebih kaku dibandingkan Superbike, yang memungkinkan pembalap merasakan lebih banyak pergerakan motor. “Pergerakan itu lebih banyak berasal dari ban. Namun, memang benar bahwa Superbike terasa lebih banyak bergerak. Berbeda dengan motor MotoGP, motor ini menuntut pendekatan yang berbeda,” jelas Oliveira.
Tahun depan MotoGP akan memasuki era baru dengan regulasi yang baru pula. Selain kapasitas mesin dikurangi dari 1000cc menjadi 850cc, semua sistem pengaturan ketinggian motor (ride height device) akan ditiadakan dan aerodinamika juga akan disederhanakan. Pemasok ban akan diganti dari Michelin ke Pirelli. Sebaliknya, di Superbike akan ganti dari Pirelli ke Michelin mulai 2027.
Para pembalap WSBK sudah pernah menjajal ban Michelin pada awal Juni lalu di Aragon. Namun sayangnya, saat itu Oliveira absen karena cedera. “Saya belum mencoba ban Michelin, saya belum sempat melakukannya. Tapi pastinya akan terasa sangat berbeda,” pungkasnya.

Tapi Oliveira akan mendapatkan kesempatan menjajal ban Michelin pada 9 dan 10 September di Sirkuit Cremona. Kemudian para pembalap Superbike akan kembali mengunakan ban Michelin pada tes pasca-musim di Jerez, tepat setelah balapan penutup musim pada 22 dan 23 Oktober.
Setelah paruh pertama musim 2026, Oliveira menempati peringkat 10 dengan perolehan 106 poin dalam klasemen. Padahal sebelum cedera dan harus absen dalam beberapa seri, dia sempat berada di 5 besar klasemen.












