RiderTua.com – Pablo Nieto memuji penampilan impresif Fabio Di Giannantonio di paruh pertama musim 2026. Sebelum Marc Marquez comeback pasca cedera, rider Italia itu selalu konsisten bertarung di barisan depan dan sering sekali menyelamatkan ‘muka’ Ducati ketika rival terkuat mereka Aprilia mendominasi balapan akhir pekan.
“Saat ini, kami harus tetap berpikir positif. Kami tahu persaingannya sangat sulit, tapi sejauh ini kami menjalani musim dengan cukup konsisten. Tahun lalu inilah kelemahan kami, jadi hasil yang diraih musim ini sangat positif,” ujar manajer tim Pertamina Enduro VR46 Racing itu.
▶Daftar Isi
Pablo Nieto: Marc Marquez Pantas Menang, Marco Bezzecchi Membuat Banyak Kesalahan

Konsistensi menjadi fokus utama untuk musim 2026. “Memang, tahun lalu kekurangan kami adalah di satu balapan kami mampu bersaing memperebutkan podium tapi di balapan berikutnya kami kesulitan hanya untuk finis ke-10. Kami bekerja keras untuk memperbaiki masalah konsistensi kami dan kami beruntung berhasil meningkat di area itu. Dan menjadi kekuatan terbesar Diggia sekarang,” jelas Pablo Nieto.
Nieto mengaku, sepenuhnya memahami keputusan Diggia pindah ke tim pabrikan KTM untuk 2027. “Ketika seorang pembalap melakukan pekerjaan dengan sangat baik, tim-tim pabrikan pasti akan datang dan berusaha merebut pembalap kita. Dalam kasus Diggia yang pindah ke KTM, saya pribadi ikut senang untuknya. Tentu kami benar-benar sedih kehilangannya, tetapi saya memahami langkah yang ingin dia ambil,” ungkap putra legenda MotoGP Angel Nieto itu.
Meskipun Aprilia saat ini mendominasi klasemen dengan Jorge Martin, Ai Ogura, dan Marco Bezzecchi, namun Pablo menegaskan bahwa jangan pernah mencoret nama Marc Marquez dari perebutan gelar dunia. “Mungkin saja. Biar bagaimana pun juga, dia adalah Marc Marquez. Kita harus selalu memasukkannya dalam daftar kandidat juara dunia. Setelah mengalami cedera parah di Indonesia, dia mampu memenangkan beberapa balapan musim ini. Jelas, akan menjadi kesalahan besar jika tidak memperhitungkan Marc Marquez,” tegasnya.

Namun, Pablo juga yakin bahwa tidak hanya Marquez yang berpeluang menjadi juara dunia tapi juga beberapa pembalap yang lain. “Memang benar, saya juga melihat Martin dan Bezzecchi sebagai pesaing. Menurutku ada beberapa pembalap yang mampu membuat persaingan menjadi sangat sulit. Dan kami, tanpa banyak membuat sensasi, masih masuk dalam persaingan,” lanjutnya.
Usai menjalani dua operasi sekaligus, Marc Marquez melakukan comeback yang luar biasa. Pablo menilai ada dua faktor penentu. “Menurutku semuanya berjalan sesuai rencana untuknya. Jelas dan tak diragukan lagi, Marquez pantas menang. Dia juga beruntung karena Bezzecchi yang memimpin klasemen, melakukan banyak kesalahan pada race hari Minggu,” ujarnya.
Dengan sistem poin saat ini atau dengan tambahan sprint race, klasemen bisa sangat cepat berubah. “Saat ini ada 25 poin dari race hari Minggu ditambah 12 poin dari sprint. Jadi, setiap akhir pekan ada banyak poin yang diperebutkan. Kami selalu bilang bahwa kita harus sangat berhati-hati. Karena kalau kita gagal mencetak poin dalam 3 seri saja, maka pembalap yang berada di peringkat 8 tiba-tiba bisa berada di peringkat 3. Dan dalam kasus ini kita berbicara tentang Marc Marquez, yang selalu bisa melakukan hal-hal yang luar biasa,” tegas Pablo.

Terkait persaingan antara Ducati dan Aprilia yang sangat ketat, Nieto percaya bahwa semuanya akan bergantung pada sirkuit. “Menurutku, saat ini motor mereka seimbang. Tetapi mereka cenderung memiliki beberapa masalah di trek tertentu. Kami sendiri selalu tampil di level yang sangat baik. Sedikit demi sedikit kami semakin mendekati mereka. Tetapi pasti akan ada trek di mana mereka lebih unggul atau di mana motor kami mungkin sedikit lebih baik. Pada akhirnya, inilah MotoGP, inilah kejuaraan dunia, dan sekarang semakin banyak pabrikan yang kompetitif,” ujarnya.
Rossi ‘Senjata Rahasia’ Tim VR46
Pablo Nieto mengungkapkan bahwa sebagai pemilik Valentino Rossi memainkan peran yang sangat penting di dalam tim. “Kami sangat beruntung memiliki Vale. Pengalamannya sebagai pembalap benar-benar luar biasa. Ketika dia datang ke sirkuit, dia mampu melihat hal-hal yang tidak bisa dilihat orang lain. Kepada para pembalap, dia mampu memberikan saran yang tidak bisa diberikan orang lain. Menurutku, dia adalah ‘senjata rahasia’ kami sebagai tim,” jelasnya.
Pablo juga mengungkapkan, “Kami berusaha bertindak sebagai penyaring. Ketika ada hal-hal yang sangat penting, terkait pembalap atau keputusan besar lainnya, kami berkumpul dengan Vale, membahasnya lalu memutuskan bersama. Tentu saja, keputusan akhir ada di tangannya karena pada akhirnya dia adalah pemilik tim.”

“Saya melihat bahwa dia menghabiskan 1 atau 2 tahun untuk menyesuaikan diri dengan kehidupan barunya. Sekarang dia semakin terlibat di dalam tim. Dan yang terpenting adalah dia menikmati dirinya sendiri,” imbuhnya.
Tim VR46 akan diperkuat Fermin Aldeguer dan Nicolo Bulega untuk 2027 dan 2028. Terkait mereka berdua, Pablo mengatakan, “Fermin adalah pembalap yang masih sangat muda, punya banyak potensi, punya kecepatan, dan pembalap yang patut dipertimbangkan dengan serius untuk masa depan. Sementara Nicolo adalah salah satu opsi yang kami miliki dan yang perlu dicatat bahwa dia sudah sangat mengenal struktur tim VR46.”












