RiderTua.com – Bagi Ai Ogura, libur balapan MotoGP bukan berarti musti menjauh dari motor. Pas ada waktu senggang di kalender balap, pebalap asal Jepang ini malah milih buat tetap gaspol di lintasan.
Kemarin tanggal 16 Juli, Ogura kelihatan lagi latihan di Sirkuit Motegi pakai Honda CBR1000RR-R pribadinya. Motornya itu dibawa langsung pakai camper, terus langsung dipakai buat ikutan sesi Track Day yang sebenarnya terbuka buat pebalap amatir.
▶Daftar Isi
Ai Ogura Turun ke Lintasan Motegi dengan Honda CBR1000RR-R
Pemandangan itu jadi gambaran sederhana tentang bagaimana Ogura memanfaatkan waktu di luar kompetisi. Tak ada agenda liburan yang membuatnya benar-benar berhenti mengendarai motor. Baginya, kesempatan untuk tetap berada di atas motor adalah cara untuk jaga rasa, ritme, dan kebiasaannya sebagai seorang pebalap.

Menariknya, motor yang digunakan Ogura bukanlah motor dari pabrikan yang akan jadi bagian dari masa depannya di MotoGP. Saat ini, ia masih terikat kontrak dengan Trackhouse Racing Aprilia. Namun, musim depan Ogura akan berpindah ke Yamaha dan jadi rekan satu tim Jorge Martin.
Meski demikian, Honda CBR1000RR-R tetap jadi pilihan Ogura untuk latihan pribadi di Motegi. Penggunaan motor produksi seperti ini juga berkaitan dengan aturan yang membatasi aktivitas latihan pebalap MotoGP menggunakan motor prototipe.
Kenapa Pilih Honda Buat Latihan?
Di luar jadwal tes resmi, pebalap MotoGP tak diperbolehkan berlatih gunakan motor prototipe seperti Aprilia RS-GP atau Yamaha YZR-M1. Karena itu, ketika ingin tetap berlatih di sirkuit besar, mereka harus gunakan motor berbasis produksi komersial.
Kondisi tersebut membuat motor seperti Honda CBR1000RR-R jadi pilihan yang praktis. Bagi Ogura, yang merupakan pebalap Jepang dan memiliki hubungan panjang dengan Honda sejak mengikuti program Asia Talent Team, akses terhadap motor Honda di Jepang juga lebih mudah.
Karena itulah, meski dirinya kini sedang mempersiapkan perpindahan ke Yamaha, Ogura tetap gunakan Honda untuk kebutuhan latihan pribadi. Penggunaan tersebut bukan ditujukan sebagai aktivitas promosi pabrikan, melainkan untuk jaga kebugaran dan feeling berkendara.

Namun, latihan gunakan motor dari merek berbeda tentu memiliki batasan tersendiri. Kontrak komersial pebalap MotoGP memiliki aturan mengenai identitas perusahaan dan penggunaan merek. Dalam situasi tertentu, logo besar dari pabrikan lain dapat ditutup atau dihilangkan agar tak menimbulkan kesan bahwa pebalap sedang mempromosikan merek pesaing.
Hal serupa juga berlaku dalam aktivitas publikasi. Pebalap biasanya tak diperbolehkan menampilkan diri secara terbuka seolah-olah sedang melakukan promosi terhadap produk dari merek kompetitor. Karena itu, aktivitas Ogura di Motegi lebih terlihat sebagai dokumentasi dari kegiatan Track Day yang diikuti para pehobi, bukan sebagai agenda resmi tim.
Di sisi lain, fokus utama Ogura tetap sederhana: mengendarai motor dan mempertahankan ritme. Ia bahkan tak perlu menunggu sesi resmi MotoGP untuk kembali merasakan sensasi berada di lintasan.

Aturan Teknis Motor Latihan, Agar tak Kena Sanksi
Aturan teknis juga membuat motor yang digunakan dalam latihan pribadi harus tetap berbasis motor produksi yang tersedia secara komersial. Spesifikasi tertentu yang terlalu dekat dengan teknologi MotoGP tak diperbolehkan. Penggunaan rem karbon, elektronik prototipe khusus balap MotoGP, serta ban khusus MotoGP termasuk dalam batasan yang tak boleh digunakan.
Modifikasi pun tetap memiliki batas. Motor latihan dapat menggunakan sejumlah komponen yang diperbolehkan, seperti sistem pembuangan, suspensi standar, serta bodi balap berbasis fiberglass untuk kebutuhan keselamatan.
Dengan begitu, Honda CBR1000RR-R yang dibawa Ogura ke Motegi bukan sekadar motor untuk mengisi waktu luang. Motor tersebut jadi alat baginya untuk tetap menjaga hubungan dengan lintasan di tengah jeda kompetisi.

Menariknya, semua itu dilakukan ketika masa depan Ogura di MotoGP justru sedang memasuki babak baru. Musim depan ia akan mengendarai Yamaha, berdampingan dengan Jorge Martin. Namun sebelum perjalanan baru itu dimulai, Ogura tetap menjalani rutinitasnya dengan cara yang ia pilih sendiri.
Buat sebagian orang, jeda balapan mungkin waktunya buat rehat total dari dunia roda dua. Tapi buat Ai Ogura, beda cerita. Kayaknya dia punya cara sendiri buat menikmati masa liburnya: angkut motor, pergi ke sirkuit, terus gas lagi… Sebab buat Ogura, emang gak ada istilah beneran libur dari motor. Yang ada cuma kesempatan berikutnya buat balik lagi ke lintasan.
Ai Ogura dalam Perburuan Gelar

Namun, latihan Ai Ogura di Motegi juga tak bisa dilepaskan dari situasi persaingan yang sedang berlangsung di papan atas MotoGP. Setelah GP Jerman pekan lalu, Jorge Martin memang masih bertahan di puncak klasemen dengan 208 poin. Akan tetapi, posisinya kini mulai mendapat tekanan yang semakin dekat.
Marc Marquez berhasil memangkas jarak setelah meraih kemenangan penuh di Sachsenring dan kini berada di posisi ketiga dengan 190 poin, hanya terpaut 18 angka dari Martin. Di antara keduanya, justru Ai Ogura yang mencatat lonjakan paling besar di barisan depan setelah finis di posisi kedua. Tambahan poin tersebut membawanya ke peringkat kedua dengan 194 poin, hanya 14 angka di belakang Martin.
Artinya, tiga besar klasemen MotoGP kini dipisahkan oleh jarak yang sangat rapat. Martin masih memimpin dengan 208 poin, Ogura membuntuti dengan 194 angka, sementara Marquez terus menekan dari posisi ketiga dengan 190 poin.

Situasi ini bikin aktivitas Ogura di Motegi kerasa lebih dari sekadar ngisi waktu libur biasa. Di kala persaingan di papan atas lagi ketat-ketatnya, menjaga feeling dan ritme balap jelas penting banget buat persiapannya. Makanya, keputusan dia buat ngaspal dengan Honda CBR1000RR-R ke Motegi dan ikutan Track Day bareng para pehobi punya arti tersendiri…
Ogura emang lagi menikmati jeda dari agenda balap resmi. Tapi yang pasti, rivalitas buat berebut posisi puncak gak ikutan libur. Dengan selisih yang cuma terpaut 14 poin dari pemuncak klasemen, setiap persiapan yang dia lakukan jadi bagian dari upayanya buat terus menjaga momentum sebelum balik lagi ke medan pertempuran berikutnya. (rt)












