RiderTua.com – Performa penjualan di pasar mobil listrik sepanjang Juni lalu masih cukup bagus meski insentifnya belum juga ditetapkan. Jaecoo masih memimpin pasarnya dengan J5 EV saja, tapi mereka harus waspada karena penjualan BYD sudah pulih seperti dulu dalam sebulan saja.
▶Daftar Isi
J5 EV Terjual 3 Ribu Unit Sepanjang Juni 2026
Jaecoo J5 EV masih bisa mempertahankan posisi teratasnya di pasar mobil listrik dengan 3.041 unit terjual bulan lalu. Ini sudah menjadi hasil yang cukup memuaskan bagi merek asal China tersebut, terlebih dengan banyaknya model yang ditawarkan belakangan ini tidak membuat posisi teratasnya digoyahkan begitu saja. Tapi kini mereka harus lebih waspada lagi, karena penjualan mobil BYD sudah pulih lagi setelah sempat menurun drastis bulan lalu.

Atto 1 yang sempat terjual kurang dari 30 unit di bulan Mei tiba-tiba terjual 2.249 unit di bulan Juni. Artinya jelas kalau penjualannya BYD sudah pulih dalam waktu singkat setelah melalui proses transisi ke produksi lokal, dan kini mereka nggak perlu repot-repot mengimpor unitnya dari luar negeri. Sehingga mereka bisa mengirim semua unitnya ke konsumen tanpa harus menunggu hingga unit dari luar negeri sampai ke sini.
Sementara Geely EX2 turun ke posisi 3 dengan 1.618 unit terjual, dan hasilnya ini cukup jauh berbeda dari Atto 1 yang terjual lebih dari 2 ribu unit dalam sebulan. Bahkan untuk hatchback berukuran lebih besar seperti EX2 ini masih bisa kalah laris dari hatchback mungil yang dibanderol lebih terjangkau. Terlebih Atto 1 hadir lebih dulu sebelum EX2 di Indonesia, jadi modelnya sudah mendapat banyak peminat sejak pertama kali dirilis tahun lalu.

Tetap Laris Manis
Selain Jaecoo J5 EV dan dua hatchback listrik tersebut, BYD M6 menempati posisi keempat dengan 827 unit terjual, dan hasilnya ini tidak lagi melebihi 1.000 unit seperti dulu. Tapi setidaknya ini sudah menjadi hasil yang cukup memuaskan setelah penjualan Atto 1 kembali pulih, begitupun dengan model lainnya yang dijual BYD di Indonesia. Tepat di bawahnya ada Wuling Eksion EV dengan hasil mencapai 539 unit, dan ini didapat kurang dari dua bulan setelah modelnya resmi dijual di pasarnya.
Denza D9 yang terjual sebanyak 464 unit masih cukup laris terjual di segmennya yang kini disesaki oleh banyak model serupa, terlebih Toyota Alphard masih menjadi rival beratnya. MG S5 EV dan Geely EX5 masing-masing mencetak hasil penjualan 449 unit dan 348 unit, dan keduanya masih bersaing ketat karena sama-sama berupa mobil SUV listrik. Terakhir ada dua mobil VinFast, yaitu VF3 dan VF5, dengan penjualan sebanyak 262 unit dan 225 unit.

Penjualan Mobil Listrik Masih Stabil
Meski Jaecoo J5 EV terjual 3.041 unit, ternyata hasil penjualannya ini masih kalah dari total penjualan mobil BYD di Indonesia sepanjang bulan lalu yang tembus 3.439 unit. Menariknya sebagian besar penjualannya disumbangkan oleh Atto 1 yang terjual lebih dari 2 ribu unit, sisanya disumbangkan dari M6, Sealion 7, dan masih banyak lagi. Berbeda dengan Jaecoo yang baru punya satu mobil listrik, BYD punya banyak model yang ditawarkan di pasarnya.
Jelas ini membuat Jaecoo masih kesulitan mengejar penjualan BYD yang memuncaki penjualan di pasar BEV hingga bulan lalu. Hanya mengandalkan satu model saja masih belum cukup kalau kompetitornya punya lebih banyak model yang ditawarkan di Indonesia. Tapi hanya J5 EV saja sudah cukup untuk menghadang Atto 1 yang menjadi mobil listrik terlaris tahun lalu.

Sementara itu, penjualan model BEV sepanjang semester pertama sudah tembus 69.739 unit di Indonesia, dengan pangsa pasar sebesar 16 persen. Untuk total penjualan bulan Juni lalu, mobil BEV terjual sebanyak 12.653 unit, jauh lebih tinggi dari mobil hybrid yang mencetak penjualan 8.215 unit dan PHEV 2.402 unit. Ini membuktikan kalau mobil BEV masih mendapat banyak peminat meski insentifnya terus ditunda karena belum siap diberlakukan.












