RiderTua.com – Selaku manajer tim Ducati Lenovo, Davide Tardozzi hadir di acara World Ducati Week yang bertepatan dengan ulang tahun ke-100 Ducati akhir pekan ini di Misano. Sirkuit Marco Simoncelli juga menjadi tuan rumah ‘Race of Champions’ pada hari Minggu ini. Dalam balapan spesial ini semua pembalap Ducati dari berbagai kejuaraan akan saling bertarung dengan ‘senjata’ yang sama yakni Panigale V4S.
Pada sesi kualifikasi hari Sabtu, Nicolo Bulega meraih pole position mengunggguli Lorenzo Baldassarri dan Pecco Bagnaia yang masing-masing berada di posisi ke-2 dan 3. Pembalap WSBK dari tim Aruba.it Ducati itu kembali menunjukkan performanya yang luar biasa.
Davide Tardozzi: Maaf Pecco, Dalam Ducati ‘Race of Champions’ Kali Ini Jagoan Saya Bukan Kamu!

Davide Tardozzi mengatakan, “Ducati lahir pada 4 Juli 1926, jadi hari ini adalah hari ulang tahunnya. Dengan melihat begitu banyaknya Ducatisti dan orang-orang yang menyayangi merek ini, memberi kami kepuasan yang luar biasa. Jumlah sepeda motor yang ikut dalam parade tadi malam, benar-benar membuat kami terharu.”
“Saya rasa kita semua memahami persepsi orang tentang perusahaan ini, yang mencoba menawarkan sesuatu yang lebih. Kami memiliki tim balap yang sangat kompetitif di Superbike dan MotoGP. Tapi pada saat yang sama, kami dapat meluangkan waktu untuk memenuhi permintaan para penggemar.”
“Karena saya belum pernah melihat pembalap kami memberikan begitu banyak tanda tangan dan berfoto selfie seperti dalam 2 hari ini. Karena itulah saya rasa ketersediaan kami hanyalah cara untuk membalas kasih sayang para penggemar kami,” imbuh manajer asal Italia itu.

Para pembalap Ducati dari semua kelas akan duel di Race of Champions hari Minggu ini. “Saya sangat berharap semua pembalap tetap tenang. Karena pekan depan Superbike akan balapan di Donington Park sementara MotoGP akan balapan di Sachsenring. Jadi saya harap mereka tidak memaksakan diri. Tapi saya melihat Nicolo Bulega sebagai favorit, meskipun Pecco juga sangat cepat dalam beberapa kali latihan dengan Panigale,” jelas Tardozzi.
Mantan pembalap Superbike itu melanjutkan, “Saya melihat Nicolo sangat bersemangat dan termotivasi. Saya rasa hasil yang dia dapatkan saat ini di Superbike tentu membuatnya layak mendapatkan tempat di MotoGP tahun depan, kami berharap demikian. Tapi kita lihat saja, para pembalap selalu memberi kita kejutan.”
Setelah awal musim di MotoGP didominasi Aprilia, kini Ducati sudah mulai mampu mengejar ketertinggalan. Tapi menurut Tardozzi, mereka harus tetap mewaspadai tetangganya itu dan juga rival lainnya yang mungkin saja membuat kemajuan setelah libur musim panas nanti.

“Memang benar. Tapi saat ini rival kami sangat kompetitif dan pantas memimpin klasemen. Meskipun Marco Bezzecchi mengalami crash dan beberapa balapan terakhir berjalan kurang baik karena nasib buruk yang menimpanya, saya rasa Jorge Martin dan Bezzecchi masih akan ikut bersaing dalam perebutan gelar dunia. Jadi kami tidak menganggap kemenangan sebagai hal yang pasti. Kami tahu kami sangat kompetitif, tetapi kami sangat menghormati rival kami,” pungkasnya.
BTW, menjelang GP Jerman (10-12 Juli) pembalap terbaik Ducati di klasemen dipegang Fabio Di Giannantonio yang berada di peringkat 3. Sementara Marc Marquez berada di peringkat 5, Pecco Bagnaia ke-8, Alex Marquez ke-9, Fermin Aldeguer ke-10, dan terakhir Franco Morbidelli ke-16.














