Home Otomotif Rencana Volkswagen Tahun Ini: Tutup 4 Pabriknya di Jerman?

    Rencana Volkswagen Tahun Ini: Tutup 4 Pabriknya di Jerman?

    Volkswagen Polo GTi
    (CarAdvice)

    RiderTua.com – Entah mengapa VW masih kurang beruntung dalam beberapa tahun terakhir, karena keuntungan yang didapatnya selalu menurun. Akibatnya mereka harus melakukan efisiensi besar-besaran, tidak hanya melakukan PHK terhadap karyawannya, tetapi juga pabriknya bakal ditutup.

    Daftar Isi

    Keuntungan Menurun, Harus Efisiensi Total!

    Volkswagen masih menjadi salah satu produsen mobil terlaris di seluruh dunia, tapi sebelumnya mereka pernah memimpin pasar global, sebelum posisinya direbut Toyota. Namun sejak saat itu mereka terus mengalami penurunan penjualan, dan ini juga berpengaruh pada keuntungan yang didapatnya. Disebutkan laba yang didapat tahun lalu anjlok hingga 44 persen, dan jelas ini sudah menjadi penurunan cukup parah yang dialaminya.

    Volkswagen ID Buzz Newsroom
    Volkswagen ID Buzz Newsroom

    Mau tak mau Volkswagen harus melakukan efisiensi besar-besaran agar bisa bertahan lebih lama di pasar roda empat. Biasanya ini selalu berakhir dengan pemutusan hubungan kerja (PHK) terhadap karyawannya, tapi tidak jarang ada juga yang terpaksa menutup pabrik produksinya. Dan inilah yang akan dilakukan VW, dimana mereka bakal menutup empat pabriknya yang ada di Hanover, Emden, dan Zwickau, termasuk pabriknya Audi di Neckarslum, Jerman.

    Mungkin kedengarannya aneh kalau ada merek lainnya yang ikut-ikutan menutup pabrik, meski sebenarnya Audi termasuk ke dalam grup VW. Jelas kalau pabriknya ditutup, yang terkena dampaknya yaitu pekerjanya, dan masalahnya mereka punya sekitar 45 ribu karyawan yang bekerja di empat pabrik tersebut. Walau ada kemungkinan lebih dari 100 ribu pekerjanya di seluruh dunia juga ikut kena getahnya akibat efisiensi ini.

    Volkswagen ID4 Motor1
    (Motor1)

    Penyederhanaan Bisnis

    Tidak sampai disitu, manajemen di Volkswagen juga mempertimbangkan untuk menyederhanakan bisnisnya, dengan cara memisahkan merek utamanya dari bisnis komponen kendaraan. Entah apa yang akan terjadi selanjutnya, mengingat VW belum memutuskan kapan mereka melakukan pemangkasan besar-besaran ini, apakah di tahun ini atau tidak. Yang jelas, ditutupnya empat pabrik ini akan berdampak serius pada para pekerjanya, tapi seperti yang dijelaskan, mereka sudah tidak punya pilihan lain.

    Karena rencana tersebut, banyak pekerja yang memprotesnya karena dianggap sangat merugikan karyawan. Tapi semuanya akan terungkap setelah VW melakukan rapat dewan tanggal 9 Juli mendatang, dimana mereka memutuskan apakah rencana efisiensi tersebut akan dijalankan atau tidak. Mereka juga membahas kemungkinan pemangkasan belanja investasi, pengurangan biaya administratif, sampai perombakan struktur organisasi grup.

    Volkswagen ID3 TopGear
    (Top Gear)

    Efisiensi Agar Bisa Bertahan

    Sebenarnya tidak hanya Volkswagen yang melakukan pemangkasan untuk menyelamatkan diri dari kerugian. Contohnya Neta di China, tapi kondisi yang dialaminya jauh lebih parah dari VW, karena mereka mengalami kerugian akibat biaya produksi yang tinggi, dan penjualan mobilnya kurang maksimal. Akibatnya mereka harus melakukan restrukturisasi besar-besaran, sementara mereka juga menghentikan produksi mobilnya di sejumlah negara seperti di Indonesia.

    Merek lainnya juga mengalami hal serupa, tapi kebanyakan bisa bertahan lebih lama setelah memangkas biaya pada produksi maupun pengembangannya. Untuk sekarang, VW belum melakukan apapun untuk menghemat biaya yang dikeluarkan agar tetap untung. Tapi rencana ini disiapkan kalau keadaannya semakin memburuk, entah itu diakibatkan oleh kondisi pasar atau penyebab lainnya.

    Volkswagen ID Buzz Indonesia 2
    Volkswagen ID Buzz Indonesia

    Sementara di Indonesia, Volkswagen masih berjualan mobil seperti biasa, dan mereka sukses menjual sejumlah mobil disini. Seperti ID Buzz yang menjadi produk paling populernya sampai sekarang, dan modelnya juga sudah diproduksi lokal agar memenuhi permintaan di segmennya. Sejauh ini mereka tidak menemukan masalah dalam menjual mobilnya, meski mereka terlalu jauh tertinggal dari merek senegaranya, baik itu Mercedes-Benz maupun BMW, walau keduanya menyasar pasar yang beda jauh.

    Meskipun begitu, itu bukan menjadi masalah, yang penting mereka bisa berjualan mobil di tengah kondisi seperti ini. Ditambah lagi mereka nggak terlalu khawatir soal merek asal China yang semakin banyak hadir di Indonesia, dan kebanyakan menjual mobil ramah lingkungan, entah itu mobil listrik atau PHEV. Sementara VW sendiri lebih memilih menjual model BEV saja, tapi baru satu model ID yang dijualnya disini, dan belum ada rencana untuk menambah lebih banyak modelnya.

    © ridertua.com

    TINGGALKAN BALASAN

    Silakan masukkan komentar Anda!
    Silakan masukkan nama Anda di sini