RiderTua.com – Duet Bagnaia-Bezzecchi di depan mata.. Kedatangan Pecco Bagnaia ke Aprilia ternyata bukan cuma sekadar transferan besar biasa di bursa MotoGP. Di balik pengumuman heboh itu, ada komentar pedas dari CEO Aprilia Racing, Massimo Rivola, yang langsung sukses mencuri perhatian netizen… mungkin yang merasa tersindir jadi panas kupingnya…
Aprilia sendiri udah resmi ngajak Pecco buat gabung mulai musim 2027 nanti. Jadi, juara dunia MotoGP dua kali ini bakal langsung duet bareng Marco Bezzecchi, yang emang udah lebih dulu memperpanjang kontraknya bareng pabrikan asal Noale tersebut. Kebayang gak tuh, bakal seseru apa tim mereka nanti!
▶Daftar Isi
Bos Aprilia soal Duet Bagnaia-Bezzecchi: Saya Lebih Suka Kuda Pacu daripada Keledai
Dengan demikian, Aprilia akan memiliki duet pembalap serba Italia untuk menghadapi era baru MotoGP pada 2027. Bagi Rivola, kedatangan Bagnaia adalah sebuah kesempatan besar. Tak setiap hari sebuah tim bisa mendapatkan pembalap yang sudah berstatus juara dunia dan memiliki pengalaman membawa Ducati kembali ke puncak kejayaan.
“Memiliki seorang juara dunia berkali-kali tentu merupakan sebuah peluang. Fakta bahwa dia memilih kami juga menjadi dorongan besar,” kata Rivola…
Menurut Massimo, keputusan Bagnaia bergabung dengan Aprilia menunjukkan bahwa sang pembalap memiliki kepercayaan terhadap proyek yang sedang dibangun di Noale. (mungkin bocoran dari Bezecchi)
Rivola bahkan menilai keberhasilan Aprilia mengangkat performa Marco Bezzecchi turut memengaruhi keputusan Bagnaia. “Mungkin di fikirannya ada pemikiran bahwa jika kami bisa membawa Marco ke level setinggi itu, maka kami juga bisa melakukan hal yang sama kepadanya,” ujar Rivola.

Duo Italiano…Bukan Kedelai..eh Keledai..
Rivola juga mengaku bangga karena Aprilia kini memiliki dua pembalap Italia yang akan membela warna yang sama di kelas premier. “Memiliki dua pembalap Italia dan membawa bendera kami di atas motor hitam Aprilia adalah motivasi yang besar,” lanjutnya.
Namun, pernyataan yang paling menyita perhatian justru muncul ketika Rivola berbicara mengenai komposisi pembalap di timnya.
Dalam beberapa tahun terakhir, Aprilia memang kerap memiliki dua pembalap papan atas di garasi mereka. Sebelumnya ada Marco Bezzecchi dan Jorge Martin, kini Bezzecchi akan ditemani Bagnaia.
Bagi Rivola, memiliki dua “ayam jantan” dalam satu kandang bukanlah masalah… “Entah bagaimana nantinya dua ayam jantan itu hidup dalam satu kandang. Saya lebih suka bekerja dengan para bintang, dengan kuda pacu murni, daripada dengan keledai,” ucap Rivola.
Kalimat itu langsung memicu perhatian karena dianggap sebagai sindiran yang cukup tajam. Meski demikian, Rivola segera menjelaskan bahwa dirinya sebenarnya selalu beruntung memiliki pembalap-pembalap hebat di Aprilia.

Kecepatan Martin luar biasa
Ia kemudian menyinggung sosok Jorge Martin, juara dunia MotoGP 2024 yang akan meninggalkan Aprilia untuk bergabung dengan Yamaha.
Menurut Rivola, Martin adalah pembalap yang memiliki ledakan kecepatan luar biasa.”Pengalaman bersama Martin menunjukkan kepada kami seorang pembalap dengan daya ledak yang spektakuler. Mungkin dia tidak mampu mengelola antusiasmenya ketika datang kepada kami sebagai juara dunia,” katanya.
Pernyataan itu seolah mengisyaratkan bahwa hubungan Martin dengan Aprilia tidak selalu berjalan mulus, terutama setelah sang pembalap datang dengan status juara dunia dan ekspektasi yang sangat tinggi.

Pujian untuk Pecco
Sementara itu, Rivola juga memberikan pujian kepada Bagnaia yang dianggap berani mengambil keputusan besar dalam kariernya. Menurutnya, kepindahan Pecco ke Aprilia bukan sekadar soal mencari tim baru. Ada unsur pembuktian diri di dalam keputusan tersebut.
“Saya pikir jika dia memilih kami, itu karena dia merasa bisa mengalahkan orang-orang yang lebih memilih pembalap lain daripada dirinya, meskipun Pecco adalah orang yang mengembalikan gelar juara dunia kepada mereka,” kata Rivola.
Pernyataan tersebut jelas mengarah pada keputusan Ducati yang lebih memilih membangun proyek masa depan bersama Marc Marquez dan Pedro Acosta. Rivola juga mengungkapkan bahwa Bagnaia bahkan rela menolak tawaran dengan nilai lebih tinggi dari pabrikan Jepang demi bergabung dengan Aprilia. Karena itulah, Aprilia merasa mendapatkan kesempatan emas dengan merekrut pembalap berusia 30 tahun tersebut.
“Selamat datang untuknya. Ini akan menjadi kesempatan besar bagi kami dan saya tidak ragu kami akan memanfaatkannya dengan sebaik mungkin,” tegas Rivola.

Menunjukkan jalan Kompetitif Pembalap
Bos Aprilia itu kemudian menyinggung kemampuan timnya dalam menghidupkan kembali karier beberapa pembalap yang sempat mengalami masa sulit. Ia mencontohkan Maverick Vinales, yang menurutnya sempat kehilangan arah ketika masih membela Yamaha sebelum akhirnya bangkit bersama Aprilia dan meraih kemenangan di Austin.
Begitu juga dengan Marco Bezzecchi yang dinilai mengalami perkembangan luar biasa setelah bergabung dengan pabrikan Noale. Bahkan Jorge Martin pun disebut berhasil menemukan kembali rasa percaya dirinya bersama Aprilia setelah melewati musim yang sulit. “Sejauh ini, kami cukup berhasil dalam menangani para pembalap. Namun, tantangan terberat kami masih akan datang,” tutup Rivola.
Kesimpulannya, dengan masuknya Pecco Bagnaia dan bertahannya Marco Bezzecchi, Aprilia jelas banget lagi memulai era baru dengan ambisi yang jauh lebih gede. Intinya, mereka sekarang udah gak mau lagi cuma sekadar jadi tim penantang, tapi bener-bener pengen ikutan langsung dalam perebutan takhta juara dunia MotoGP!
Hubungan Retak Total: Bos Aprilia Kasih Sindiran Pedas di Assen!







