Home Otomotif Kapan Penjualan BYD Atto 1 Pulih Seperti Dulu?

    Kapan Penjualan BYD Atto 1 Pulih Seperti Dulu?

    Merek Mobil listrik BYD Atto 1
    BYD Atto 1

    RiderTua.com – Sebelumnya BYD ketahuan hanya menjual 895 unit mobil saja sepanjang bulan lalu. Parahnya lagi Atto 1 yang menjadi mobil BEV terlaris tahun lalu saja hanya terjual 26 unit saja, jauh lebih sedikit ketimbang rival terkuatnya, Jaecoo J5 EV.

    Daftar Isi

    Atto 1 Hanya Terjual 26 Unit, Kok Bisa?

    Biasanya BYD Atto 1 bisa mencetak penjualan yang lebih tinggi dari model BEV lainnya, dan ini terlihat dari performa penjualannya sepanjang tahun lalu. Walau baru dirilis, model BEV mungil tersebut mampu mencetak total penjualan lebih dari 22 ribu unit dalam tiga bulan, menjadikannya sebagai rekor baru di pasarnya. Sebab biasanya mobil seperti ini hanya terjual ratusan unit tiap bulannya, atau mentok ribuan unit tiap tahun.

    Impor mobil listrik BYD Atto 1
    BYD Atto 1

    Tapi belakangan ini penjualan Atto 1 malah menurun drastis, dan ini terlihat sejak bulan Maret, meski itu terjadi karena adanya libur Lebaran, dan ini menjadi sesuatu yang biasa terjadi. Anehnya, penjualannya malah turun drastis memasuki April, dan anjlok sebulan setelahnya dengan 26 unit saja yang terjual. Ini memicu pertanyaan soal apa yang terjadi dengan mobil hatchback mini tersebut, karena biasanya modelnya bisa terjual lebih banyak lagi.

    BYD menjelaskan kalau mereka tengah melakukan transisi ke produksi lokal, jadi mereka harus mengurangi impor mobilnya dari China setelah pabriknya selesai disiapkan produksinya. Namun ini berdampak pada penjualan mobil listriknya yang turun secara signifikan, dan hasilnya BYD hanya bisa menjual ratusan unit selama Mei 2026. Hasil yang didapatnya ini menjadi hasil paling rendah sejak memulai penjualannya sekitar dua tahun lalu, dan sekali lagi ini terjadi karena adanya transisi tersebut.

    Ekspor Mobil listrik BYD Atto 1
    BYD Atto 1

    Bisa Pulih?

    Tentu ada yang bertanya-tanya apakah penjualan BYD Atto 1 bisa pulih kembali seperti semula, agar modelnya bisa kembali bersaing di pasarnya. Soal itu, BYD memastikan bulan ini pengiriman unitnya sudah kembali normal, sehingga penjualannya bisa dipulihkan dan kembali seperti sebelum transisi produksi. Dengan begitu, mobil mungilnya ini bisa saja kembali merebut posisi teratas di segmennya setelah kedodoran dari kompetitornya.

    Memang ini berarti hanya tinggal menunggu sekitar pertengahan Juli agar hasil penjualannya kelihatan, termasuk penjualannya Atto 1. Tapi setidaknya ini menjadi kabar yang bagus, mengingat performa penjualan yang didapatnya sepanjang lima bulan pertama tahun 2026 tidak begitu bagus akibat transisi tersebut. Semoga saja ini bisa menjadi sesuatu yang bagus, karena memproduksi mobil secara lokal bisa mengurangi impornya setelah lebih dari dua tahun.

    Penjualan mobil baru BYD Atto 1
    BYD Atto 1

    Model yang Dirakit

    Saat ini BYD merakit model terlarisnya seperti Atto 1 dan M6, dan M6 cukup terkenal di segmennya sebagai salah satu MPV listrik entry level terlaris. Dengan harga sekitar Rp 400 jutaan saja sudah bisa membawa pulang mobil keluarga yang satu ini, apalagi harganya ini sudah sepadan dengan kualitas yang dimilikinya. Sementara Atto 1 menjadi mobil termurahnya juga segera dirakit lokal agar bisa memenuhi permintaan yang ada di pasarnya.

    Melihat performa penjualan Atto 1 sepanjang tahun lalu, tentu tidak mengherankan kenapa mereka benar-benar berusaha merakitnya lebih dulu. Modelnya yang masih punya banyak peminat di pasar membuat BYD berupaya agar unitnya segera dikirim, baik model CBU maupun rakitan lokal. Begitupun dengan M6 yang menjadi salah satu tulang punggung penjualannya selama ini, dan kebetulan keduanya menjadi mobil listrik terlaris di Indonesia dalam dua tahun terakhir.

    Penjualan mobil listrik BYD Atto 1
    BYD Atto 1

    Kini pasar BEV sudah dikuasai oleh rival senegaranya, yang tidak lain adalah Jaecoo J5 EV. BYD masih berusaha mengejar ketertinggalannya dengan M6 dan Sealion 7, sementara Sealion 7 sendiri belum dirakit lokal meski juga menjadi penyumbang penjualannya. Setidaknya untuk sekarang, karena siapa tahu mereka bakal merakitnya setelah memprioritaskannya pada M6 dan Atto 1.

    Persaingan di pasar BEV benar-benar berjalan ketat setelah kehadiran J5 EV, tapi ini juga terjadi karena banyaknya kompetitor yang berjualan mobil disini. Apa BYD bisa mengungguli Jaecoo lagi?

    © ridertua.com

    TINGGALKAN BALASAN

    Silakan masukkan komentar Anda!
    Silakan masukkan nama Anda di sini