Home MotoGP Toprak Razgatlioglu Keluhkan Yamaha M1 V4 Susah Belok

    Toprak Razgatlioglu Keluhkan Yamaha M1 V4 Susah Belok

    Toprak Razgatlioglu
    Toprak Razgatlioglu

    RiderTua.com – Toprak Razgatlioglu hanya mampu start dari posisi ke-21 di grid atau kedua dari belakang di MotoGP Ceko akhir pekan ini. Dalam sprint race 10 lap, rookie tim Pramac Yamaha itu menyalip beberapa pembalap bahkan dia juga menyalip bintang Yamaha Fabio Quartararo. Pada akhirnya El Turco berhasil finis di posisi ke-11. Meski gagal mencetak poin, namun dia mampu finis didepan 3 pembalap Yamaha senior Quartararo, Alex Rins, dan Jack Miller yang finis di posisi 3 terbawah.

    Di garis finis, Toprak kalah 13,5 detik dari pemenang Pecco Bagnaia (Ducati). Meski begitu, dia menilai sprint race kali ini sangat positif. “Tidak buruk. Akhirnya saya mendapatkan start yang benar-benar bagus. Di lap pertama, saya mencoba menyalip Fabio. Setelah itu, saya hanya mengikuti ritme balap saya sendiri,” ungkap juara dunia WSBK 3 kali itu.

    Toprak Razgatlioglu: Saat Mencoba Mengejar Honda, Disitulah Kelemahan Yamaha Terlihat Jelas

    Toprak Razgatlioglu
    Toprak Razgatlioglu

    Pada beberapa lap pertama, Toprak Razgatlioglu ingin mengejar Joan Mir (Honda) yang berada didepannya. Tetapi semakin lama semakin jelas terasa kelemahan Yamaha. “Saya mencoba mengejar Honda. Tapi setelah beberapa lap, saya kehilangan momentum karena saya sudah gas pol hingga batas maksimal. Saat masuk tikungan, saya selalu bisa mendekatinya. Tapi setiap kali keluar tikungan, dia menjauh dengan gap yang cukup lebar. Saya berhasil menutup gapnya lagi, tapi kemudian dia menjauh lagi,” ungkap rider berusia 29 tahun itu.

    Satu kelemahan terbesar Yamaha yang saat ini mengganggu Toprak adalah perilaku M1 miliknya saat masuk tikungan. “Saya sama sekali tidak puas dengan kemampuan berbeloknya. Motor ini tidak berbelok dengan baik. Saya kehilangan banyak waktu di tikungan dan harus menunggu lama untuk akselerasi,” keluh rider asal Turki itu.

    Toprak Razgatlioglu
    Toprak Razgatlioglu

    Toprak mencoba berbagai solusi untuk mengatasi masalah itu, tetapi belum menemukan jawabannya. “Saya sudah mencoba semuanya, tetapi tidak ada yang berubah. Secara otomatis saya membuka gas terlalu cepat dan membuat roda belakang saya spin parah. Akibatnya ban belakang saya cepat habis. Jelas itu tidak bagus, terutama untuk balapan jarak jauh,” jelas anak didik mantan pembalap Superbike Kenan Sofuoglu itu.

    Meskipun pada sprint race beberapa pembalap memilih ban belakang soft, menurut Toprak untuk race utama hari Minggu mayoritas pembalap akan menggunakan ban medium. Disinilah, dia masih bisa melihat peluang untuk balapan jarak jauh.

    “Untuk balapan panjang, semua pembalap mungkin akan menggunakan ban medium. Itu membuat segalanya sedikit berbeda. Jika kami bisa meningkatkan kemampuan berbelok, maka kami bisa membuat kemajuan yang signifikan dalam balapan. Itulah target saya sekarang,” ungkap Toprak.

    Toprak juga tidak puas dengan performanya di sesi kualifikasi Sabtu pagi di Brno. Di Q1, dia hanya berada di posisi ke-11 atau posisi ke-21 di grid. Dia hanya lebih baik dari pembalap pengganti tim LCR Cal Crutchlow yang menggantikan Johann Zarco yang cedera. “Kualifikasi selalu sulit bagi saya. Saat sesi time trial, saya menjalaninya seperti sedang balapan sungguhan bukan seperti sedang time trial yang sebenarnya. Itulah masalahnya,” imbuhnya.

    Toprak Razgatlioglu - Jack Miller
    Toprak Razgatlioglu – Jack Miller

    Tapi Toprak lebih nyaman dalam balapan karena kekuatannya dalam pengereman, manajemen ban, dan ritme balapan lebih bisa dimanfaatkan. “Race pace saya tidak buruk. Tetapi kalau kemampuan menikung motor saya sedikit lebih baik, kami bisa secara konsisten mencatatkan waktu 1:53 menit per lap. Itu akan menjadi catatan waktu yang bagus. Sebaliknya, kami hanya berada di kisaran 1:54 menit,” jelasnya.

    Sebelum memasang target yang lebih tinggi untuk race utama hari Minggu, Toprak ingin melihat terlebih dulu efek perubahan set-up yang akan dilakukan timnya. “Pertama, saya hasru merasakan, apakah perubahan tersebut berhasil. Jika saya puas dengan motornya, maka kita bisa membicarakan target selanjutnya,” pungkas rider yang baru mengumpulkan 9 poin setelah 8 seri pertama musim 2026 itu.

    Jadi apakah beralih ke mesin V4 dan memulai hal baru adalah pilihan salah, atau memang butuh waktu? Gigi Dall’Igna resmi bergabung dengan Ducati Corse sebagai General Manager pada Oktober 2013 dan butuh 9 tahun untuk memenangkan gelar dunia Gelar tertinggi yang dinantikan sejak era Stoner akhirnya pecah pada musim 2022. Melalui pembinaan pembalap muda yang matang, Francesco Bagnaia berhasil mengunci gelar Juara Dunia Pembalap. Kesuksesan ini terbukti konsisten dan berkelanjutan dengan dominasi beruntun Bagnaia (2022, 2023) hingga Marc Marquez di 2025..

    Toprak Razgatlioglu: Yamaha M1 V4 Susah Belok!

    Toprak Razgatlioglu Keluhkan Yamaha M1 V4 Susah Belok
    Toprak Razgatlioglu

     

    © ridertua.com

    TINGGALKAN BALASAN

    Silakan masukkan komentar Anda!
    Silakan masukkan nama Anda di sini