RiderTua.com – Panase di Brno ngentang-ngentang. Bagi Marc Marquez atau pembalap pada umumnya, kondisi panas selalu menjadi tantangan tersendiri yang bisa menguras tenaga bahkan pembalap terbaik sekalipun. Cuaca panas, ditambah lagi karakter sirkuit yang mengalir cepat dengan banyak tikungan kanan, dan juga masih dalam proses pemulihan dari cedera, membuat juara dunia 9 kali itu harus pintar mengatur tenaganya.
“Saya mencoba menghemat tenaga sepanjang akhir pekan. Tetapi ketika kita harus menunggu selama 25 menit sambil berkeringat di suhu udara mencapai 35 derajat Celcius dan aspal 55 derajat, saya benar-benar tidak menyukai seremoni podium itu. Kita tidak punya pilihan selain mencoba untuk tetap tenang,” tegas rider Ducati Lenovo itu.
Marc Marquez Menahan Diri untuk Tidak Menyalip Karena Tak Sepadan dengan Risikonya.. alias ‘Main Aman’
Seremoni pengalungan medali harus menunggu lama karena pembalap yang meraih podium harus menunggu timnya yang diarak keliling trek tiba. Bagi pembalap yang masih mengenakan wearpack, berada langsung di bawah terik matahari jelas seperti berada di sauna.

Marc Marquez finis di posisi ke-3 dalam sprint 10 lap di Brno, dia kalah 0,794 detik di belakang pemenang sekaligus rekan setimnya Pecco Bagnaia dan tertinggal 0,553 detik dari Ai Ogura yang finis ke-2. “Bagi saya, posisi ke-3 di sini jauh lebih penting daripada kemenangan sprint di Sirkuit Balaton. Saya punya pace yang cukup dan bisa mengejar dua pembalap di depan saya, tetapi menyerang mustahil dilakukan,” jelas rider berusia 33 tahun itu.
Marquez melanjutkan, “Kami sama cepatnya. Tapi roda depan saya beberapa kali terkunci, jadi saya memutuskan untuk tetap tenang. Saya sangat dekat dengan yang terbaik yaitu Pecco, yang menggunakan motor yang sama. Di balapan sebelumnya, Ogura selalu mencoba melakukan manuver menyalip dengan agresif di lap terakhir. Saat berada dekat dengannya, saya menunggu dia melakukan manuver seperti itu. Tetapi kali ini dia tetap tenang.”

Marquez mengaku bahwa dia memang berusaha menahan diri untuk tidak menyalip Ogura. “Jika saya mencoba menyalip lalu roda depan saya selip dan saya terjatuh, maka selain saya gagal mencetak poin, saya juga akan kena long lap penalti untuk hari Minggu. Saya belajar dari pengalaman bahwa tambahan 2 atau 3 poin tidak sebanding dengan risiko itu. Saya start dari posisi ke-5 di grid, jadi finis di 5 besar adalah target saya. Itu juga berlaku untuk balapan panjang besok. Mungkin saya akan start dengan lebih baik dan mampu mengimbangi para pembalap terdepan,” pungkas juara dunia MotoGP 7 kali itu.
Usai sprint di Brno, Marquez bertahan di peringkat 5 dalam klasemen tapi kini hanya unggul tipis 1 poin dari Ai Ogura yang berada di peringkat 6 dan unggul 4 poin dari Pecco Bagnaia (peringkat 7).





