RiderTua.com – KTM akan menurunkan Pedro Acosta ke lintasan pada tes hari Senin usai balapan akhir pekan MotoGP Ceko. Tes ini merupakan uji coba pertama motor 850cc dan ban baru Pirelli yang akan mulai digunakan tahun depan, bersama pembalap reguler MotoGP. Keputusan KTM ini jelas menimbulkan pertanyaan tersendiri. Mengapa mereka lebih mengandalkan pembalap yang akan meninggalkan pabrikan untuk menjalani tes, ketimbang opsi lain yang lebih masuk akal.
Pit Beirer (direktur Motorsport KTM) menjeaskan, “Kami membagi pekerjaan antara tim uji coba dan tim balap kami. Pedro akan menjadi orangnya pada tes hari Senin. Bagi kami, alasannya cukup sederhana. Pedro adalah pembalap KTM tercepat dan terbaik yang pernah kami miliki hingga saat ini. Jadi kami ingin mendapatkan umpan balik terbaik dari pembalap terbaik kami.”
Pedro Acosta akan Pindah ke Ducati Tapi Mengapa KTM Justru Mengandalkannya untuk Tes Motor 850cc dan Ban Pirelli?

Keputusan KTM ini jelas bertolak belakang dengan pabrikan lain yang sengaja menutup pintu rapat-rapat tes pertama dengan motor 850cc untuk pembalap mereka yang akan meninggalkan tim. Pecco Bagnaia dan Jorge Martin misalnya, mereka tidak akan ambil bagian dalam tes ini.
Namun KTM bukanlah satu-satunya pabrikan yang memilih pembalap yang akan meninggalkan tim untuk menguji motor baru. Keputusan yang sama juga diambil Honda, yang akan menurunkan Joan Mir dan Luca Marini untuk tes hari Senin di Brno.
Meski memilih Acosta, Bierer menegaskan bahwa keputusan ini bukan berarti pabrikan kurang percaya pada tim penguji mereka dengan dua tes ridernya Dani Pedrosa dan Pol Espargaro. KTM bisa dibilang memiliki tim penguji terkuat dari pabrikan mana pun di MotoGP. Selama bertahun-tahun, tim penguji KTM bekerja keras dalam pengembangan dan sudah terbukti kehandalannya. Namun untuk mengevaluasi motor yang benar-benar masih gres, umpan balik dari pembalap top sangat penting.

“Kebetulan, kami juga memiliki tim penguji terkuat. Mereka melakukan pekerjaan yang luar biasa dan memberi kami banyak data tentang motor. Tetapi situasinya sama sekali berbeda, ketika pembalap reguler langsung menjajal di atas motor,” jelas Beirer.
Mengapa KTM begitu yakin bahwa Acosta adalah pilihan yang tepat? “Bagi KTM, fokus kami bukanlah pada perencanaan line-up pembalap masa depan, melainkan pada menemukan referensi yang paling masuk akal. Dalam proyek ini, Acosta dianggap sebagai tolok ukur untuk performa RC16 dan diharapkan memainkan peran ini dalam tes pertama motor untuk generasi MotoGP yang dimulai pada 2027,” tegas Beirer.
Bos asal Jerman itu melanjutkan, “Karena itulah itu adalah keputusan yang logis bagi kami, bahkan jika orang-orang mempertanyakan di mana dia akan balapan tahun depan. Dia adalah pembalap pabrikan KTM dengan penilaian paling tinggi musim ini. Dia adalah tolok ukur bagi semua orang. Kami harus menempatkan pembalap terbaik di motor kami, untuk mengetahui kemampuan sesungguhnya dari motor. Dari situlah seluruh pengembangan berikutnya akan dibangun.”

Bagi KTM, tes hari Senin bukan sekadar kesempatan pertama menjajal ban Pirelli yang baru, namun sekaligus menandai titik awal pengembangan motor MotoGP generasi berikutnya. “Perjalanannya masih panjang. Tapi saya rasa kami punya fondasi yang baik untuk tes hari Senin, guna mengambil langkah selanjutnya dalam pengembangan,” pungkas Pit Beirer.
Namun hingga saat ini, KTM belum mengkonfirmasi pembalap kedua yang akan ikut tes di Brno. Untuk diketahui, setiap pabrikan diizinkan menurunkan dua pembalap dalam tes tersebut. KTM harus memilih antara Pol Espargaro dan Dani Pedrosa untuk mendampingi Acosta.






