Home MotoGP Fabio Di Giannantonio Kritik Uji Coba Motor 850cc: Ini Tidak Fair untuk...

    Fabio Di Giannantonio Kritik Uji Coba Motor 850cc: Ini Tidak Fair untuk Pabrikan dan Pembalap Lain yang Tidak Ikut Tes, Juga untuk Pirelli

    Fabio Di Giannantonio
    Fabio Di Giannantonio

    RiderTua.com – Usai MotoGP Hungaria, Fabio Di Giannantonio langsung menjalani tindakan medis ringan untuk memulihkan cedera jarinya. Cedera tersebut membuatnya kesulitan saat mengendarai motor, terutama saat melakukan perubahan arah (direction changes). “Saya merasa lebih baik, jauh lebih baik. Jeda singkat ini benar-benar saya butuhkan untuk memulihkan jari saya. Sekarang saya bisa sedikit menekuknya dan semuanya terasa jauh lebih normal,” ujar Diggia.

    Rider asal Roma Italia itu melanjutkan, “Dalam 2 seri terakhir, saya harus sedikit menyesuaikan gaya balap karena saya menyadari betapa besar kekuatan yang kita berikan dengan jari kelingking kita. Ketika kita tidak bisa menggunakannya dengan benar dan sarafnya juga belum berfungsi sepenuhnya, terkadang sangat sulit untuk melakukan perubahan arah.”

    Fabio Di Giannantonio Kritik Uji Coba Motor 850cc: Ini Tidak Fair untuk Pabrikan dan Pembalap Lain yang Tidak Ikut Tes, Juga untuk Pirelli

    Fabio Di Giannantonio - 2026
    Fabio Di Giannantonio

    Fabio Di Giannantonio juga mengaku mengalami nyeri hebat di sepanjang tendon (jaringan padat berserat kuat yang berfungsi menghubungkan otot ke tulang), yang bahkan mengganggunya saat latihan di luar lintasan. “Sekarang semuanya terasa lebih normal kembali. Saya bersemangat untuk melihat, apakah saya bisa berkendara sepenuhnya secara alami lagi,” ujarnya.

    Meski begitu, Diggia masihย belum sepenuhnya terbebas dari rasa sakit. “Saat saya meluruskan jari yang cedera itu, saya masih merasakan sakit tetapi masih bisa dikendalikan,” jelas rider berusia 27 tahun itu.

    Tahun lalu Diggia memetik hasil yang cukup mengecewakan di GP Ceko, dengan tidak membawa satu poin pun dalam balapan. Dia DNF dalam sprint dan hanya finis ke-16 dalam race utama hari Minggu. Meski begitu, dia punya kenangan indah di Brno saat masih balapan di Moto3 dan Moto2. Dia berhasil memenangkan balapan Moto3 di Brno pada 2018 bersama Honda dan meraih podium setelah finis ke-2 di balapan Moto2 pada 2019.

    “Saya menyukai trek ini. Ini salah satu dari 3 sirkuit favorit saya. Indah sekali. Saya selalu lumayan cepat di sini saat di Moto3 dan Moto2, jadi saya berharap bisa kembali cepat kali ini. Kami melihat kembali data tahun lalu dan menganalisis beberapa hal. Kami rasa kami sudah paham, apa masalahnya. Sekarang kami harus mengkonfirmasinya di lintasan. Di sisi lain, motor (GP25) saya saat itu juga sangat sulit diprediksi. Itulah mengapa, saya tidak ingin membesar-besarkan hasil saya tahun lalu disini. Saya pikir kami bisa jauh lebih kuat tahun ini,” ujar Duggia

    Fabio Di Giannantonio
    Fabio Di Giannantonio

    Apa yang bikin trek Brno begitu istimewa baginya? “Lintasannya naik turun. Sektor terakhirnya sungguh ‘gila’. Perubahan arah sambil menanjak, itu luar biasa. Kemudian menurun lagi, ditambah sektor bagian depan tribun (stadium section), tikungan-tikungan panjang, dan kecepatan tinggi. Sungguh fantastis. Lintasan bergaya klasik di mana kita membutuhkan keberanian untuk melibasnya. Begitulah seharusnya lintasan MotoGP,” tegas Diggia memuji sirkuit Brno.

    Jika dirangking, Brno berada di peringkat berapa dalam daftar sirkuit favoritnya? “Jujur Mugello, Brno, dan Phillip Island masuk 3 teratas. Saya tidak tahu peringkatnya. Namun, trek-trek tersebut adalah yang terbaik,” imbuhnya.

    Usai menjalani balapan akhir pekan di Brno, para pembalap yang akan mewakili setiap pabrikan untuk pertama kalinya akan melakukan tes dengan motor 850cc dan ban Pirelli pada hari Senin (22 Juni). Namun sayangnya Diggia tidak diizinkan ikut dalam tes tersebut. Alasannya, karena tahun depan dia akan pindah ke KTM, sehingga jelas Ducati tak mau rahasianya di’curi’ lalu dibawa lari ke tim lawan.

    Fabio Di Giannantonio
    Fabio Di Giannantonio

    Menurut Diggia ini jelas tidak adil.ย “Bagi para pembalap itu sendiri, mungkin ini bukan sebuah keuntungan besar. Saya pernah absen dari tes tapi tetap bisa cepat. Namun yang menurut saya tidak adil adalah beberapa pembalap sudah dapat memberikan masukan kepada Pirelli,” jelasnya.

    Selain itu, pabrikan dan beberapa pembalap juga sudah mengumpulkan data penting untuk masa depan. “Beberapa pabrikan sudah memiliki kesempatan untuk bekerja dengan calon pembalap mereka. Saat ini saya membalap untuk Ducati, jadi bagi saya sangat tepat bahwa Marc Marquez dan Fermin Aldeguer yang akan menguji motor tersebut. Dari perspektif Ducati, ini ideal. Tetapi untuk masa depan dan untuk pembalap lain, situasinya berbeda. Saya rasa ini tidak fair bagi pabrikan atau pembalap, dan terus terang tidak adil juga bagi Pirelli,” pungkas Diggia.

    Menjelang GP Ceko akhir pekan ini, Diggia berada di peringkat 3 dengan perolehan 138 poin atau tertinggal 42 poin dari pemimpin klasemen Marco Bezzecchi (Aprilia).

    © ridertua.com

    TINGGALKAN BALASAN

    Silakan masukkan komentar Anda!
    Silakan masukkan nama Anda di sini