RiderTua.com – Usai balapan akhir pekan di Hungaria, Fabio di Giannantonio menjalani perawatan di rumah sakit untuk jarinya yang cedera. Rider VR46 Ducati itu mengalami cedera setelah terkena roda Alex Marquez yang terlepas saat rider Gresini Ducati itu crash di Catalunya. Akibat benturan tersebut dia terjatuh, tapi kemudian tetap ambil bagian saat restart. Hebatnya, sambil menahan sakit rider berusia 27 tahun itu berhasil memenangkan balapan utama hari Minggu.
Dalam balapan kandangnya di Mugello, Diggia berhasil meraih podium. Seminggu kemudian, nasib sial kembali menimpanya. Dalam race utama hari Minggu, dia salah satu pembalap yang menjadi korban saat terjadi crash massal yang dipicu Jorge Martin di tikungan pertama Balaton Park. Usai terjatuh, dia langsung bangkit dan terus mengejar ketertinggalan meski dari posisi paling belakang. Pada akhirnya rider asal Roma Italia itu berhasil finis di posisi ke-12.
Fabio di Giannantonio: Meski Jari Belum Pulih Saya Siap untuk MotoGP Ceko

Menjelang MotoGP Ceko akhir pekan ini, apakah kondisi Fabio di Giannantonio sudah lebih baik? “Saya menyukai sirkuit Brno, saya pikir ini adalah salah satu sirkuit paling menakjubkan di kalender. Tentu saja, ini sirkuit yang sangat berbeda dari sirkuit-sirkuit terakhir yang kami datangi. Saya sangat antusias untuk kembali ke lintasan dan menunjukkan potensi kami. Jadi, target di GP Ceko adalah untuk kembali bersaing meraih kemenangan,” jawab Diggia.
Dia melanjutkan, “Ada jeda sekitar 2 pekan jadi saya punya waktu beberapa hari untuk istirahat, di mana saya memutuskan untuk menjalani tindakan medis kecil (penggantian perban) pada jari yang cedera akibat crash di Barcelona. Tentu saja jari saya belum 100 persen pulih, tetapi saya siap untuk balapan di Brno. Kami datang kesanadengan posisi 3 besar di klasemen, dan penuh rasa percaya diri. Kami bekerja dengan sangat baik dan kami harus terus berada di jalur ini. Kami juga siap menghadapi balapan akhir pekan ini.”
Namun di sisi lain rekan setimnya Franco Morbidelli kembali gagal menunjukkan performa terbaiknya. Dia hanya mampu finis di posisi ke-14 dalam 2 grand prix terakhir. “Selama libur 2 pekan kami banyak bekerja dengan tim dan para insinyur untuk mencoba menemukan beberapa solusi serta memahami, mengapa kami kesulitan mendapatkan cengkeraman yang cukup agar bisa melaju cepat. Saya sangat yakin dengan semua pekerjaan yang kami lakukan. Kami memiliki banyak data dan informasi untuk dianalisis agar dapat tiba di Brno dengan beberapa solusi,” pungkas murid legenda Valentino Rossi itu.

Saat ini Morbido hanya menempati peringkat 14 dengan perolehan 40 poin dalam klasemen. Sangat jomplang. Disaat Diggia menjadi pembalap terbaik Ducati di klasemen, Franky justru menjadi pembalap Ducati terburuk di klasemen. Yang membedakan, Diggia pakai Desmosedici GP26 terbaru sementara Franky menunggangi GP25 dari tahun lalu.






