.com – Di segmen motor entry-level bergaya klasik, Suzuki AX4 ABS dan GPX Legend 150S menawarkan dua pendekatan yang cukup berbeda. Keduanya sama-sama menarik bagi pengguna yang menginginkan motor simpel untuk harian dalam kota.
Secara konsep, Suzuki AX4 ABS lebih fokus pada kepraktisan, efisiensi, dan biaya operasional rendah, sementara GPX Legend 150S mengutamakan gaya retro modern dengan tampilan yang lebih premium dan berkarakter.
▶Daftar Isi
Suzuki AX4 ABS: Motor Harian Sederhana dan Ekonomis

Suzuki AX4 ABS menggunakan mesin 1 silinder 113cc SOHC karbu pendingin udara yang terkenal irit dan mudah dirawat. Tenaga 7,1 hp pada 7.500 rpm dan torsi 8,3 Nm pada 5.500 rpm. Transmisi 4-speed, karakter mesinnya lembut dengan fokus pada efisiensi bahan bakar dan kemudahan penggunaan sehari-hari.
Akselerasinya cukup untuk kebutuhan perkotaan dan perjalanan jarak pendek. Bobot motor yang ringan membuatnya mudah dikendalikan oleh berbagai kalangan pengendara.
Desain AX4 ABS menggabungkan elemen motor sport dan commuter bike jadul. Tampilannya sederhana, tetapi tetap fungsional dengan posisi duduk yang nyaman untuk penggunaan harian.

Handling motor ini terasa ringan dan mudah dipahami. Dimensinya yang ramping membuatnya cocok untuk lalu lintas padat maupun jalan sempit. Fitur ABS pada roda depan menjadi salah satu nilai tambah penting, memberikan keamanan lebih saat pengereman dibanding banyak motor ekonomis sekelasnya.
Keunggulan terbesar AX4 ABS ada pada biaya kepemilikan yang rendah. Konsumsi bahan bakarnya sangat irit, perawatan sederhana, dan suku cadang mudah ditemukan di banyak pasar. Namun dibanding GPX Legend 150S, performa mesin dan daya tarik visualnya jauh lebih sederhana.
GPX Legend 150S: Retro Modern dengan Karakter Lebih Berisi

GPX Legend 150S menggunakan mesin 1 silinder 149cc injeksi pendingin udara yang menghasilkan performa lebih kuat dibanding AX4, dengan tenaga 15 hp. Transmisi 6-speed, karakter mesinnya santai tetapi memiliki torsi yang cukup untuk penggunaan harian maupun perjalanan luar kota ringan.
Desain menjadi daya tarik utama motor ini. Legend 150S mengusung gaya roadster klasik dengan tangki membulat, lampu bulat, jok datar, dan berbagai detail retro yang membuat tampilannya jauh lebih menarik secara visual.
Posisi riding dibuat santai dengan setang lebar dan ergonomi natural. Motor ini nyaman digunakan untuk cruising maupun aktivitas harian. Handling-nya stabil dengan karakter yang lebih dewasa dibanding AX4.

Bobot yang lebih besar membuat motor terasa lebih mantep saat melaju di kecepatan menengah. Fitur modern seperti lampu LED, panel instrumen digital, dan rem cakram depan-belakang membuatnya terasa lebih premium dibanding motor commuter tradisional.
Keunggulan terbesar Legend 150S ada pada gaya dan karakter. Motor ini lebih cocok untuk pengguna yang ingin tampil berbeda tanpa harus membeli motor retro premium yang jauh lebih mahal. Selain itu, kapasitas mesin yang lebih besar membuat performanya lebih nyaman untuk penggunaan luar kota.
Namun dibanding Suzuki AX4 ABS, konsumsi bahan bakar dan biaya perawatannya umumnya sedikit lebih tinggi. Jaringan servis dan ketersediaan suku cadang juga tidak seluas Suzuki di beberapa negara.
| Aspek | Suzuki AX4 ABS | GPX Legend 150S |
|---|---|---|
| Segmen | Motor klasik entry-level harian | Roadster retro modern |
| Mesin | 1 silinder 113cc SOHC karburator berpendingin udara | 1 silinder 149cc injeksi berpendingin udara |
| Transmisi | Manual 4-percepatan | Manual 6-percepatan |
| Tenaga | 7,1 hp pada 7.500 rpm | 15 hp |
| Torsi | 8,3 Nm pada 5.500 rpm | Lebih besar dibanding AX4 ABS |
| Sistem Bahan Bakar | Karburator | Injeksi elektronik |
| Desain | Sederhana dengan sentuhan klasik dan fungsional | Retro modern dengan tangki membulat, lampu bulat, dan detail klasik yang kuat |
| Bobot | 112 kg | 143 kg |
| Pencahayaan | Lampu halogen | Full LED |
| Panel Instrumen | Kombinasi analog dan digital | Panel instrumen full-digital |
| Pengereman | Cakram depan dan tromol belakang | Cakram depan dan belakang |
| ABS | ABS Single-Channel | – |
| Keunggulan | Biaya operasional rendah, irit, mudah dirawat, dan praktis untuk harian | Desain retro menarik, performa lebih kuat, dan fitur lebih modern |
| Kekurangan | Performa dan daya tarik visual lebih sederhana | Konsumsi BBM dan biaya perawatan umumnya lebih tinggi |







